Dongkrak Produksi Melon Dengan Pengaplikasian agen hayati Pada Akar Melon | Mitra Usaha Tani

Selasa, 22 Oktober 2019

Dongkrak Produksi Melon Dengan Pengaplikasian agen hayati Pada Akar Melon

Tanaman tetap sehat hingga panen, produksi meningkat, dan buah bermutu merupakan harapan bagi setiap pekebun melon. Maklum, jika itu terwujud artinya pendapatan melimpah di depan mata. Pekebun biasanya menjual hasil panen pada pedagang pengepul. Harga buah dihitung berdasarkan bobot dan penampilan buah. Rata-rata harga melon di tingkat pekebun Rp5.000 per kg untuk kualitas A yakni berbobot 1,5-2 kg.

Produksi Melon
Penggunaan Root King® mampu mengurangi dosis pemberian pupuk NPK tanpa mempengaruhi hasil panen
Jika dalam satu hektar terdapat 18 ribu batang melon maka pekebun panen 27-36 ton buah. Pendapatan yang diperoleh sekitar Rpl35-juta-Rpl80-juta. Namun, jarang sekali pekebun yang bisa memperoleh hasil panen sempurna. Paling banter 50% dari total panen masuk kualitas A. Dampaknya, pendapatan pekebun pun turun.

Pupuk Dengan Agen Hayati Aktif

Kini pekebun menempuh cara untuk meningkatkan hasil panen tetapi biaya produksi rendah menggunakan bantuan pupuk hayati. Pupuk itu mengandung beragam mikroorganisme yang berperan memperbaiki perakaran, menjaga kelembapan tanah, meningkatkan penyerapan dan ketersediaan nutrisi di dalam tanah. Hasilnya, tanaman sehat dan mampu berbuah maksimal. Pengalaman beberapa pekebun membuktikan selama memanfaatkan jasa pupuk hayati kebutuhan pestisida cenderung menurun.

Trichoderma

Salah satu pupuk hayati yang siap membantu pekebun melon adalah Root King® besutan PT Makmur Fanta Wijaya.

Root King® mengandung bakteri Trichoderma harzianum yang berperan menekan pertumbuhan
cendawan patogen seperti Psuedoperonospora cubensis penyebab embun bulu. Pengujian produk Root King® pada tanaman melon jenis Apollo di Taman Buah Mekarsari, Bogor, Jawa Barat, menunjukkan produk itu mampu meningkatkan kualitas buah.
Akar Melon
Akar tanaman yang diberi apkikasi rootking terlihat lebih sehat
Parameter yang diuji meliputi panjang, lingkar, bobot, tebal daging, dan kemanisan buah. Pengujian yang dilakukan pada Juni—September itu membuktikan dengan penggunaan Root King® dapat mengurangi dosis pemberian pupuk NPK tanpa mempengaruhi hasil panen.

Karena melon kaya akan nutrisi, Mitra Usaha Tani menyarankan agar Anda menambahkan pupuk kandang, kompos dan daun dalam jumlah sedang ketika menanam.

Dalam risetnya, PT Makmur Fantawijaya membagi sampel tanaman menjadi 3 kelompok perlakuan yakni 100% NPK (Control), Root King® dan 75% NPK (Pl), serta Root King® dan 100% NPK (P2).

Sempurna untuk produktivitas melon di lahan pertanian, benih ini sangat dituntut oleh petani karena kemurnian dan kualitas optimalnya.

Setiap perlakuan terdiri atas 5 pot berisi 2 batang melon. Mereka melarutkan 2 gram Root King® dalam seliter air. Larutan itu lantas disiramkan pada tanaman sebanyak 500 ml setiap pot. Aplikasinya dilakukan setiap pekan sepekan sebelum tanam hingga sepekan sebelum panen.

Tidak disarankan untuk menggunakan biji dari buah melon sebelumnya karena ini akan menghasilkan tanaman dengan hasil rendah, mengurangi rasa manis dan kerentanan penyakit.

Ketika panen, kelompok yang pertama (Control) rata-rata bobot buahnya 1,2 kg dengan panjang dan diameter masing-masing 18 cm dan 40,25 cm. Pada kelompok kedua (Pi) rata-rata bobot, [Anjang, dan diameter buahnya masing-masing 1,4 kg; 20,5 cm; dan 44,2 cm. Pada kelompok ketiga (P2) yakni 1,4 kg; 19 cm; dan 43,8 cm. Hasil penelitian itu menunjukkan pemberian Root King® mampu meningkatkan kualitas fisik buah. Yang menarik, agen hayati itu juga mampu meningkatkan kadar kemanisan

Dongkrak Produksi Melon Dengan Pengaplikasian agen hayati Pada Akar Melon Diposkan Oleh: yudi

0 Comments:

Posting Komentar