Konservasi Dan Penangkaran Harimau di 13 Negara TRC | Mitra Usaha Tani

Jumat, 01 November 2019

Konservasi Dan Penangkaran Harimau di 13 Negara TRC

Satu setengah abad yang lalu, sekitar 1850-an diperkirakan masih ada 100.000 harimau di 24 negara Asia. Sayangnya dari 8 spesies harimau di dunia, tiga sudah punah, yaitu harimau kaspia, harimau jawa, dan harimau bali. Untuk memperbaiki keadaan, negara-negara pemangku harimau bertemu di Dhaka, Bangladesh, pertengahan September 2014.

Penangkaran Harimau

Target besar

Ketika dicanangkan Tahun Harimau Internasional pada 2010, negara-negara TRC (Tiger Range Countries) itu sepakat meningkatkan populasi harimau menjadi dua kali pada 2022.

Indonesia termasuk yang mendukung target yang dikenal dengan sasaran TX2. Sayang, justru dalam 4 tahun belakangan ini tercatat hampir 1.600 harimau disita sebagai bukti perdagangan ilegal. Kenyataan pahit lainnya, sensus harimau di alam bebas masih perlu berbagai koreksi. Malaysia memperkirakan punya 500 harimau melayu di hutan. Nyatanya, hanya 250-340 ekor yang tersisa. Meski begitu, targetnya tetap mencapai 1.000 ekor pada 2022.

Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan, dihuni 32 ekor harimau sumatera Panthera tigris sumatrae.

Padahal semula hanya 2 ekor, yaitu betina bernama Rini yang datang pada 17 Desember 1977 dan seekor jantan bernama Imam, yang masuk 1 Maret 1980.

“Sejak saat itu tercatat 22 kali kelahiran harimau sumatera di Ragunan," kata Isep Herdiana, kurator mamalia karnivora di hutan kota seluas 140 hektar itu. TMR memang termasuk lembaga konservasi eks-situ yang sukses. Khusus untuk harimau sumatera, sudah dikirimkan seekor ke Bengkulu, 2 ekor (Semarang), 4 ekor (Jambi), dan 3 ekor (Surabaya).

Penangkaran Harimau

Keberhasilan penangkaran di kebun binatang itu belum diimbangi dengan sukses perlindungan di alam bebas.

Dalam tiga dekade belakangan, disinyalir lebih dari 1.000 harimau sumatera tewas dalam perburuan. Jumlah di hutan pun kurang dari 600 ekor saja. Itu pun masih disertai catatan bahwa minimal 50 harimau tewas diburu setiap tahun. Artinya, seekor setiap minggu. Itulah yang dijual gelap sebagai opsetan. Harimau sumatera termasuk berukuran paling kecil-tinggi 60 cm bobot maskimal 140 kg dengan panjang 250 cm.

Bandingkan dengan harimau Siberia Panthera tigris altaica bisa lebih dari 300 kg dan panjangnya 4 meter. Itulah harimau paling besar di Bumi, dengan daya jelajah 1.000 km2. Kucing besar itu bisa melintasi perbatasan beberapa negara, dari Rusia, Manchuria sampai Korea, asal hutannya terpelihara. Biasanya, setiap 100 ekor harimau Siberia memerlukan lahan 5.000 km2. Sementara harimau sumatera yang harus puas dengan habitat jelajah 75 km2 tiap ekor.

Di areal hutan lindung Tambling, Lampung, yang dikelola oleh pengusaha Tomy Winata, tercatat 6 harimau hidup di setiap 100 km2. Untuk keberhasilannya itu, pendiri Tambling Wildlife Nature Conservation itu mendapatkan penghargaan dari organisasi konservasi harimau, Panthera pada Juli 2014.

Pada 2010 Kementerian Kehutanan mencanangkan izin pemeliharaan seekor harimau sumatera dengan tanggungan Rp 1-miliar. Program itu ditanggapi beragam oleh pencinta harimau. Ada yang segera menyiapkan kandang-kandang untuk menampung harimau sitaan. Namun, banyak juga yang langsung mengecam, protes keras.

Harimau suka mengembara, gemar berenang, dan menerkam makanannya hidup-hidup. Areal habitat yang makin menyempit membuat populasi harimau semakin cepat punah, karena diburu di mana-mana. Sejumlah negara ikut mengembangkan konservasi eks-situ, bahkan boleh disebut sebagai budidaya harimau.

Menolak domestikasi

Menurut berita, harimau Siberia paling banyak memakan korban. Tiga orang pawang di Anhui, Shanghai, dan Shenzen, keduanya di Tiongkok, tewas diserang. Di San Francisco, Amerika Serikat, seorang pengunjung tewas dan dua orang lagi luka-luka ketika harimau lepas. Polisi terpaksa menembak mati harimau Siberia itu. Kesalahannya terletak pada pihak kebun binatang yang pagar pengamannya hanya 4 meter. Khusus untuk harimau Siberia ditetapkan tinggi pagar tidak boleh kurang dari 5 meter, dan dilengkapi kawat beraliran listrik.

Mereka bisa diternakkan, tapi tidak bisa dijinakkan. Padahal, dengan hidup di kandang, semua harimau kehilangan naluri untuk berburu, dan sulit hidup di alam lepas. Di Harbin, Tiongkok, sebuah penangkaran harimau Siberia yang dibuka pada 1986 kini memiliki lebih dari 1.000 ekor. Sekitar 100 ekor dipamerkan rutin untuk publik.

Namun, peternakan harimau masih mendapat tentangan keras di mana-mana. Sudah 11.000 tahun manusia beternak, tetapi harimau tetap tidak memenuhi syarat domestikasi. Di antara 6 syarat hewan ternak adalah kemudahan memberi pakan, mengakui kepemimpinan manusia, jinak, dan mau berdampingan dengan ternak lainnya.

Sebaliknya, perawatan harimau sulit, mahal dan umumnya dipelihara diam-diam bahkan secara rahasia. Vietnam hanya memiliki 20 harimau di alam bebas, tetapi memelihara ratusan ekor, dalam kandang dengan kondisi menyedihkan. Dikhawatirkan, diambil kulitnya untuk dijualbelikan ilegal. Tulang dan penisnya dijadikan obat tradisional, yang secara medis tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Demikian juga Tiongkok yang menurut Dana untuk Pelestarian Satwa Liar (WWF) hanya punya 45 ekor di hutan, tapi memelihara lebih dari 4.000 ekor. Amerika Serikat tidak punya seekor pun di alamnya, tetapi lebih dari 5.000 ekor di kandang-kandang pribadi. “Selain membahayakan keamanan warga, peternakan harimau di Amerika Serikat juga akan menjadi bom waktu dalam perdagangan gelap satwa liar," kata Leigh Henry, pejabat senior WWF yang menangani konservasi spesies.

Memang banyak harimau hasil penangkaran dilepaskan ke hutan, tetapi belum ada yang sukses memulihkan naluri mereka sebagai “raja rimba”.

Untuk mengembalikan sifat alamiah ini telah dikembangkan konservasi di Afrika Selatan, Australia, dan di beberapa negara bagian Amerika Serikat. Di habitat aslinya, baru tiga negara yang berhasil menambah populasi harimau alamnya: Nepal, Rusia, dan India. Contoh terbagus memang dipegang India dengan 47 suaka nasional, ternyata masih punya lebih dari 1.700 harimau benggala di alam liar.

Anda ingin melihat bagaimana profil harimau benggala Panthera tigris tigris alias benggala diraja? Silakan berkenalan dengan Sinar dan keluarganya di Taman Margasatwa Ragunan, la suka bermain bola sambil berenang-renang. Siapakah Sinar? Sinar lahir di Ragunan pada bulan Desember 2008. Kakek dan neneknya, Nehru dan Neiva datang dari India. Pasangan itu melahirkan Srikandi yang sekarang berumur 17 tahun. Srikandi dikawinkan dengan Ishak, harimau benggala juga, kelahiran Surabaya.

Nah, bulan depan Sinar akan berulang tahun ke enam. Gagah, lucu, menggemaskan, tapi juga sangat berbahaya! WWF tentu tidak menghitung Sinar dan keluarganya, ketika memastikan hanya tersisa 2.000 ekor benggala diraja dalam hutan di India, Bhutan, Nepal dan Myanmar. Namun, masyarakat awam tetap bersyukur ada yang bernama Sinar, lahir dan besar di belantara Jakarta. (MUT)

Konservasi Dan Penangkaran Harimau di 13 Negara TRC Diposkan Oleh: yudi

0 Comments:

Posting Komentar