Teknik Menyambung Batang Yang Terserang Cendawan

Batang jeruk siem di kebun Zanita, di Baturaja, Sumatera Selatan itu terlihat merana. Warnanya cokelat, kering, dan rapuh tanda mati. Toh, justru dompolan buah hijau kuning menyembul di antara daun hijau segar. Citrus grandis itu tumbuh prima berkat donor makanan dari batang baru yang muncul dari akar.

Tanpa sang pendonor, tanaman jeruk terserang cendawan merah Upasia salmonicolor hanya tinggal menunggu ajal. Batang berwarna cokelat dan keropos, daun layu, kering, lalu berguguran. “Serangan penyakit itu sudah sulit diobati,” kata Zanita.

Soalnya, serangan cendawan menyebabkan fungsi floem sebagai penyalur zat-zat makanan dari akar ke bagian tanaman lain terganggu. Agar tetap hidup, ia mesti mendapat pasokan dari sumber lain. Caranya, Zanita menyusukan tunas-tunas yang muncul dari akar ke batang sehat. Dari jauh penampilan tanaman mirip beringin. Waktu tepat

Dengan teknik itu, pemilik duku kepayang, pemenang ke-3 Lomba Buah Unggul Nasional Trubus 2003, itu berhasil menyelamatkan tanaman. “Tak hanya batang yang sakit, teknik ini bisa dipakai untuk meremajakan tanaman tua,” ujarnya.

Prinsipnya, selama tanaman belum mati, cara itu dapat diterapkan. Bila perlu sebagian cabang dipangkas untuk mengurangi penguapan. Penyambungan dapat dilakukan kapan saja. Namun, pada musim hujan sambungan antarbatang rawan serangan cendawan.

Menurut pengalaman Zanita tingkat keberhasilan penyambungan mencapai 90%. “Yang penting batang baru harus menempel sempurna ke batang lama,” katanya.

Jadi bila tanaman menunjukkan gejala kurang sehat karena serangan cendawan, jangan buru-buru disingkirkan. Manfaatkan tunas asal akar sebagai penyalur bahan makanan baru. Berikut ini tahapannya:

  1. Pilih batang baru dan muda sebesar kelingking. Ia masih elastis sehingga mudah ditempel ke berbagai batang. Potong miring pada ketinggian 1 m, sepanjang 1— cm.
  2. Buatlah sayatan pada kulit batang utama yang sehat dengan pisau tajam. Lokasi dan ukuran sayatan disesuaikan dengan batang baru agar penyambungan sempurna.
  3. Angkat sayatan dengan pisau hingga terlihat kambium.
  4. Selipkan batang baru ke batang lama, lalu tutup dengan kulit.
  5. Ikat erat dengan plastik agar posisi sambungan tidak bergeser dan bebas dari cipratan air hujan untuk menghindari serangan cendawan.
  6. Plastik dibuka setelah sambungan kokoh atau berumur sekitar 2 bulan.
READ  Keunggulan Pertanian Padi Menggunakan Sistem Singgang

Hasilnya tanaman tetap produktif