Mesin Pemipil Jagung Otomatis Dari Tanah Abang Karya Anak Bangsa

Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Itulah mesin pemipil jagung terbaru keluaran Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Dari sebuah mesin, dihasilkan pipilan jagung yang langsung kering berkadar air 10% sekaligus dedak dari penghancuran tongkol.

Di desa Margamekar, Sumedang Selatan, onggokkan tongkol jagung tak terlihat lagi. Itu semenjak mesin pemipil jagung integral hadir di sana. Tongkol dihancurkan menjadi dedak yang kaya protein sebagai pakan ternak atau ikan. Faedah lain, sebagai bahan penyubur tanah setelah melalui fermentasi.

Mesin berkapasitas 20 ton per 8 jam itu terdiri atas 3 unit, yaitu: perontok, pengering, dan penghancur. Ketiganya didesain terpadu sehingga saat dioperasikan, sistem proses berlangsung kontinu. Satu unit lainnya terpisah yaitu pengekstrak pati yang masih dioperasikan dalam skala uji coba.

Menurut Ir Sutardjo, MS, periset BPPT, unit perontok berfungsi merontokkan butir-butir jagung yang masih menempel di tongkol. Setelah butiran jagung terlepas dari tongkol, kemudian masuk ke unit pengering. Di unit itulah kadar air jagung pipilan dibakukan sesuai kualitas. Yang terakhir, unit penghancur gunanya melumat tongkol jagung menjadi dedak untuk pakan ternak maupun ikan.

Mesin giling jagung Otomatis

Mesin pemipil jagung ini bekerja cukup sederhana dan semua proses berjalan secara otomatis. Tongkol jagung yang telah kering angin ditempatkan di sebuah conveyor (ban berjalan, red). Dengan pasokan energi dari generator 30 KPA, secara otomatis tongkol jagung menuju mesin perontok jagung. Di situ akan dipisahkan butir-butir jagung dengan tongkolnya. Bahan baku itu berlanjut ke sebuah blower (penghembus, red) yang akan memisahkan bahan menjadi 3 bagian berdasarkan bobot. Masing-masing berupa pipilan jagung, tongkol, dan abu.

Jagung pipilan diangkat elevator menuju unit pengering yang berkapasitas 4 ton. Di sana pipilan jagung akan dipanasi pada suhu 60°C selama 1 jam. Ketika keluar dari corong berukuran 30 cm x 30 cm ke bak penampung, jagung sudah kering. Sedangkan tongkol terlempar ke mesin penghancur untuk dilumatkan menjadi butiran halus alias dedak.

READ  Bisnis Restoran Organik Dengan Pola pertanian terpadu

Unit pengekstrak pati memiliki kerja tersendiri. Pada mesin giling jagung itu terdapat unit ekstraksi yang memisahkan pati dengan serat. Khusus jagung berkadar pati 70% dimanfaatkan dengan baik sebagai bahan baku bubur jagung instan dan tepung jagung. “Kapasitas pembuat pati mencapai 1 ton/minggu,” ujar alumnus Institut Pertanian Bogor itu.

mesin perontok jagung
mesin menggiling jagung menjadi dedak

Kinerja mesin pemipil jagung Cukup Maximal

Secara ekonomi mesin pemipil jagung Hasil produksi institusi di Kecamatan Tanahabang, Jakarta itu layak usaha dan menguntungkan. Mesin ini digunakan petani yang membudidayakan jagung untuk meningkatkan kualitas jagung pipilan. Alat ini ditempatkan di Kabupaten Sumedang yang memproduksi 30—35 ribu ton /tahun.

Hasil uji coba mesin pemipil jagung pada 20 Juli 2009 menunjukkan, kapasitas olah mencapai 20 ton bahan bahu per 8 jam. “Namun, kapasitas pengering yang hanya 4 ton/8 jam, membuat bahan baku yang dimasukkan maksimal hanya 8 ton,” ujar I Dewa Putu Sukawirawan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang. “Tingkat kehilangan hasil jagung pipilan hanya 1 %. Itu pun tidak terbuang karena masuk ke mesin penghancur tercampur dengan dedak,” ungkap Sutardjo. Jagung pecah kasar yang dihasilkan cocok sebagai pakan ayam. Kebutuhannya mencapai 8 kuintal/minggu

http://bpatp.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/teknologi-pertanian/55-teknologi-inovatif-badan-litbang-pertanian/165-mesin-pemipil-jagung#