Kreasi kaktus mini Dengan Konsep Dry Miniature Garden

Kaktus hias….Mungkin kenangan itulah yang muncul saat Yuliana C Leo mencari ide untuk dekorasi pelaminan sang adik 2 tahun silam. Ia pun merangkai berbagai jenis kaktus mini dalam pot besar. Gymnocalycium, Notocactus scopa, Notocactus leninghausii, Notocactus ottonis, Mammilaria elongata, dan Lobivia pentandlii dipadukan dengan apik. “Eh, ternyata bagus juga. Tak disangka kalau panorama itu malah menjadi sorotan pengunjung,” ujar hobiis dari Semarang, Jawa Tengah, itu.

Gara-gara itu, ia sering membuat rangkaian kaktus hias untuk hadiah ulang tahun saudara atau teman dekat. Bahkan, salah satu wedding organizer di Semarang memesan rangkaian kaktus khusus sebagai suvenir pengantin. “Ternyata lucu dan unik kalau sudah dirangkai di pot, seperti miniatur taman kaktus,” katanya. Kini, ia tengah sibuk menata sebuah rangkaian kaktus cukup besar untuk dekorasi kafe di Semarang.

Aturan pokok Dalam

Kreasi Yuliana itu terinspirasi dari konsep dry garden—taman kering. Berbagai jenis tanaman berduri itu ditata rapi sebagai ornamen taman. Namun, ibu 2 anak itu memadukan kaktus-kaktus berukuran kecil di sebuah pot sehingga lebih pas disebut taman mini.

Menurut pemilik Griya Kaktus itu ada 3 hal yang perlu diperhatikan agar taman mini tampil cantik. Pertama, lokasi untuk memajang rangkaian itu, seperti sudut ruangan, meja, atau di samping kursi tamu. “Itu jelas berbeda cara menatanya. Kalau di sudut, maka hanya tampak satu sisi saja. Sedangkan bila ditaruh di atas meja harus bisa dilihat dari berbagai sudut,” ujarnya.

Kedua, ukuran, bentuk, dan warna pot juga penting untuk mempercantik rangkaian. Pertimbangkan pula pemakaian pot. “Wadah itu sudah tetap dan tidak bisa diubah-ubah lagi atau dimodifikasi dengan tempat lain agar lebih menarik, seperti wadah dari rotan atau eceng gondok,” kata Yuliana.

Yang tak kalah penting adalah kualitas kaktus mini yang dipakai untuk rangkaian. Tanaman harus sehat dan mengkilap. Setelah itu baru pilih besar atau kecil, tinggi atau rendah, bentuk bulat atau pipih, berbulu atau tidak, lalu warna.

kaktus hias
Menarik dipajang di meja

Penyusunan komposisi rangkaian kaktus hias

kaktus mini disusun sesuai rancangan yang telah dibuat sebelumnya. Menurut Yuliana ada beberapa teknik untuk menata kaktus hias, yakni bentuk segitiga, kotak, atau bulat. “Jumlah tanaman tergantung wadah, bisa ganjil atau genap. Itu tergantung disain yang dibuat,” ujarnya.

Yang penting dalam satu rangkaian harus ada tanaman yang menjadi pusat perhatian. “Pandangan orang pasti bakal terpusat pada tanaman itu. Mereka tertarik karena bentuk yang lucu dan unik atau warna,” kata Yuliana.

Oleh karena itu ia selalu meletakkan salah satu kaktus yang bisa menjadi fokus. Gymnocalycium “pink cap”, “new red”, dan “brown ” berbunga menarik sehingga banyak diminati hobiis. Pengalaman Yuliana Gymnocalycium “black cap” berwarna hitam tidak menarik bila ditanam soliter. Namun, begitu dirangkai, penampilannya malah semakin menonjol.

Kalau tidak, pilih tanaman lain yang berukuran agak besar dan bentuk unik, seperti Aporocactus flagelliformis, Caralluma europaea, atau Cereus peruvianus sebagai latar belakang. Sebagai pemanis Yuliana memadukan dengan sukulen, seperti Cryptanthus atau Haworthia.

Pusat perhatian tak melulu pada kaktus. “Batu suseki bisa menjadi paduan yang apik,” ujarnya. Namun, kombinasi itu hanya untuk kolektor. Apalagi harganya relatif mahal. Sebagai contoh, rangkaian biasa berharga Rp65.000; batu suseki, Rp200.000.

Yuliana tak melulu memadukan berbagai kaktus dalam pot. Hanya dengan memasukkanGymnocalycium “pinkcap” ke sebuah cangkir cantik, lalu diberi hiasan boneka sudah tampil menarik. Kreasi itu cocok untuk suvenir atau kado ulang tahun. “Anak-anak suka sebagai penghias meja belajar,” katanya.

Kombinasikan dengan batuan suseki

Perawatan kaktus mini Yang Cukup Mudah

Pesona miniature garden itu akan semakin cantik bila dirawat dengan baik. Menurut Yuliana media harus porous dan steril. Ia memakai campuran pasir, arang, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Sebelum dipakai, media disterilkan dengan cara merendam larutan fungsida selama semalam. Setelah ditiriskan hingga kering, barulah media dipakai menanam kaktus. “Agar pupuk kandang tidak bau campurkan sesendok makan dolomit,” katanya.

Tanaman kaktus mini pun perlu disemprot fungisida agar steril. Idealnya tanaman dicabut, akar digunting sebagian, dibersihkan, lalu dianginkan selama seminggu. Setelah itu kaktus siap ditanam. “Cara praktis hanya disemprot fungisida, lalu ditanam pun tak masalah,” kata Yuliana.

Soal perawatan relatif mudah. Penyiraman dilakukan setiap hari. Yang penting pengaturan jadwal perawatan bila dipajang sebagai hiasan di ruangan. “Dua minggu di luar, seminggu di dalam,” katanya. Pemupukan 1—2 bulan sekali, tergantung kondisi tanaman. Berbagai merek pupuk dijual di toko pertanian bisa dipakai, seperti NPK, Dekastar, atau Suburin. Dengan perawatan teratur dipastikan tanaman tumbuh prima. Penampilan hutan kaktus pun bisa dinikmati setiap saat di ruangan tamu atau teras rumah.

Ciptakan nuansa gurun di taman mini