Benur Tahan Penyakit Dengan Prebiotik Alteromonas Sp

Hatchery-hatchery selama ini mengandalkan antibiotik untuk mengatasi vibrosis. Meski tidak terlalu signifikan menaikkan SR, upaya itu paling banyak diterapkan di hatchery. Namun, penggunaan antibiotik secara terus-menerus menimbulkan masalah baru. Antibiotik memicu akumulasi residu dalam jaringan tubuh. Bahkan, menyebabkan bakteri patogen itu resistan. Akibatnya sistem kekebalan turun karena sifat antibiotik yang immuno suppressive dapat menghambat respon imunitas atau kekebalan.

Prebiotik Alteromonas Sp

Alteromonas sp mampu menekan populasi Vibrio patogen maupun bakteri yang berpotensi menjadi patogen. Ia mengeluarkan senyawa vibriostatic atau vibriocidal-like inhibitory substance, yang menyebabkan populasi vibriosis menjadi rendah. Akibatnya SR meningkat hingga 30—40% dan pertumbuhan larva lebih cepat 1—2 hari. Efek lainnya ia pun perlahan melenyapkan residu antibiotik dalam tubuh. Penerapan Alteromonas sp sebagai probiotik menunjukkan hasil serupa pada produksi benih kepiting Scylla paramamosain dan rajungan

Portunus pelagicus. Benih yang dihasilkan untuk kedua komoditas itu dapat mencapai kelangsungan hidup 9— 10 % dengan pertumbuhan lebih cepat. Benih kepiting atau rajungan menampakkan keragaan lebih sehat.

Pemberian bakteri probiotik dapat memperbaiki keseimbangan mikroflora pada saluran pencernaan larva. Aktivitasnya antara lain menekan pertumbuhan bakteri melalui produksi senyawa antimikrobial dan mengubah keseimbangan metabolisme dengan mempengaruhi kerja enzim. Yang lain meningkatkan stimulasi antibodi tubuh.

Bakteri probiotik ikut meningkatkan kualitas air. Pada proses nitrifikasi, hasil dekomposisi bahan organik seperti alga, feces, dan sisa pakan mengubah amonia dan nitrit menjadi senyawa tak berbahaya. Secara alami nitrifikasi ini berjalan lambat. Namun, dengan adanya penambahan strain bakteri, proses itu dapat dipercepat. Akibatnya, akumulasi bahan organik tidak terjadi sehingga diperoleh kondisi lingkungan pemeliharaan benih yang baik.

Probiotik Anti Infeksi Penyakit

Probiotik juga dapat mengontrol infeksi penyakit. Dengan kondisi lingkungan yang baik, larva tidak mengalami stress hingga mampu melawan infeksi penyakit melalui resistensi alaminya. Secara alami pun probiotik menghasilkan senyawa antibiotik atau senyawa antimikrobial yang aktif melawan patogen.

Probiotik itu mudah dibuat. Bakteri dibiakkan dengan media kultur terdiri dari pepton, ekstrak yeast, soyton, ekstrak malt, dan air laut steril. Penambahan oksigen diperlukan untuk mempercepat perkembangbiakan tersebut. Dalam waktu inkubasi 48 jam, bakteri probiotik sudah dapat diinokulasikan dalam bak pemeliharaan larva udang. Dengan begitu, biaya pakan sekaligus penanggulangan penyakit dapat ditekan menjadi lebih murah dalam waktu relatif singkat.

Penggunaan probiotik sebagai pakan alternatif sebenarnya sudah dikomersialkan sejak lama. Banyak produk suplemen pakan ternak dan pertanian berbahan dasar probiotik. Namun, penggunaannya dalam pembenihan udang masih sangat terbatas dan terus dipelajari hingga kini.

Probiotik adalah hasil perkembangbiakan sel tunggal atau campuran sel bakteri yang terseleksi dan efeknya menguntungkan. Terutama dalam pembenihan, bakteri ini sangat berperan penting.

Mengingat ukuran larva yang sangat kecil, pakan yang masuk pun harus berukuran kecil. Mikroorganisme seperti plankton mikroalgae, zooplankton, dan bakteri sangat sesuai sebagai pakan, mereka membantu dan mempercepat pertumbuhan benih.

Benih kepiting siap tebar
Benih kepiting siap tebar

 

Penerapan

Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol, Bali, telah menerapkan probiotik untuk produksi udang, kepiting, lobster air tawar dan rajungan. Bakteri kunang-kunang luminescent vibriosis yang biasa menyerang larva udang penaeid Penaeus monodon atau Litopenaeus vannamei, bisa ditanggulangi dengan probiotik Alteromonas sp BY-9. Ada juga probiotik Bacillus sp K-7, yang bertugas meningkatkan pertumbuhan larva kepiting Scylla paramamosain dan rajungan Portunus pelagicus.

Kualitas kepiting meningkat
Kualitas kepiting meningkat

Alhasil, selama pemeliharaan, populasi vibrio menjadi sangat rendah. Efek antibakterial dari bakteri umumnya disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor yaitu produksi antibiotik, bacteriocins, lysozyme, protease, dan pelepasan nilai pH yang menghasilkan asam organik.

Aplikasi teknologi probiotik dalam produksi benih walaupun sulit tetapi sangat layak diusahakan untuk memelihara keseimbangan lingkungan perairan. Faktor ketersediaan pakan alami yang kontinu dan berkualitas, penggunaan induk bermutu, manajemen produksi yang memadai, dan keterampilan tenaga praktisi tetap penting. Toh, penggunaan probiotik tetap dapat diprioritaskan untuk keberhasilan peningkatan produksi benih.

Untuk komoditas yang sulit dibudidayakan, seperti kerapu bebek Crotnileptes altivelis atau Napoleon Cheilinus undulatus, bakteri menguntungkan itu akan sangat berperan dalam mempertahankan kelangsungan hidup dan pertumbuhannya