Pachypodium Yang Anti Air

Penampilan pachypodium tampak kokoh gara-gara batangnya yang berduri, berukuran besar. Paduan warna yang kontras muncul tatkala bunga-bunga mekar di sela-sela pucuk. Sayang, ia sangat sensitif dan mudah mati.

Sensitivitas pachypodium pernah dialami kartiko. Koleksi perdananya yang didatangkan dari Filipina mati karena salah perawatan. Kini pemilik Isko nurseri di Bintaro itu sudah berhasil mengoleksinya. Berikut beberapa pachypodium milik Kartiko dan satu (P. lamerei kristata), koleksi Frans dari Gama Nurseri di Semarang.

  • P. saundersii.
    Bunganya berstrip merah. Istimewa karena berdaun besar dan bunga kecil, tetapi jarang berbunga. Kalau berbunga kuntumnya banyak. Asal Afrika Selatan.
  • P. rosulatum
    Rajin mengeluarkan bunga kuning bertangkai panjang. Anakannya banyak, muncul di pangkal batang. Jenis ini bisa berbunga sepanjang tahun. Apalagi kalau diletakkan di tempat panas.
  • P. densiflorum.
    Bonggolnya (caudex) menjadi daya tarik utama karena bisa sampai 30 cm. Setelah bonggol, baru muncul cabang yang panjangnya mencapai 70 cm. Daun hijau tua, 2cm-4cm. Asal dari Madagaskar
  • P. baronii
    Berdaun lebar, 15cm. Cabangnya sedikit. Bunga merah maroon. Pertumbuhan paling lambat, tetapi di alam bisa 2m. Duri runcing sepanjang 1 cm. Bila disetek, daunnya sudah tumbuh, meskipun akar belum terbentuk. Asal juga Madagaskar.
  • P. lamerei
    Tumbuh tegak ke atas. Pertumbuhannya cukup cepat. Kalau di tanah bisa sampai 5m-6m. Jenis ini yang paling banyak dikembang-biakkan, termasuk di Indonesia. Ia bisa menghasilkan jenis kristata.
  • P geayi.
    Pertumbuhannya lambat dan tegak, mirip P. lamerei. Bunganya merah maroon, berukuran kecil-kecil.

Karena jenis-jenis di atas masih tergolong langka, harganya masih tinggi. Ada yang Rp l,l juta-Rp l,2 juta. Untuk P. lamerei setinggi lm harganya sudah lebih rendah Rp 75.000-Rp l50.000/pohon.

 

Callistemon, Penyemarak

Lingkungan taman pasti tambah semarak dengan kicauan burung yang bebas beterbangan. Aneka ragam warna kupu-kupu pun menimbulkan suasana asri. Undanglah burung dan kupu-kupu itu dengan callistemon yang bunganya mirip sikat botol.

Callistemon dikenal dengan nama bunga sikat botol. Karena sosoknya seperti sikat botol. Tanaman ini menarik lantaran bunganya lebat dan berwarna semarak: merah, pink, dan putih. Daunnya wangi, beraroma mirip minyak kayu putih. Kedua tanaman itu memang famili, Myrtaceae yang berbunga nonstop. Bila bunga habis, maka pucuk di atasnya memanjang, lalu terbentuk lagi bunga yang ditopang oleh tangkai berbulu halus.

Peneduh dan penyemarak

Di Australia, daerah asalnya, callistemon dijadikan peneduh. Karena bisa berbunga terus-menerus dan warnanya ‘ramai’, ia pun kerap menjadi penyemarak taman. Di Indonesia, tanaman ini sudah lama dijumpai. Ia paling banyak ditemukan di daerah dingin. Di Jakarta yang panas, callistemon bisa berbunga, tetapi tidak lebat. Di Puncak, ukuran bunga lebih besar dibandingkan daerah asalnya. Di Australia, tanaman cepat besar.

Menurut Anggia Murni Soetomo, sales manager Benara Nurseri, callistemon bisa ditanam soliter atau berkelompok. Teknik tanamnya zigzag atau bergerombol sehingga menghasilkan mix colour. Dengan demikian ia menjadi point interest. Mumi menggelari pohon ini big shrub, small trees, yaitu semak besar pohon kecil. Kelemahan tanaman ini ialah bunga agak tersembunyi di balik daun.

Kini dikenal 8 jenis callistemon: merah daun bulat, pink cerah, merah daun runcing, merah semarak, pink, dan putih. Kebanyakan berbunga di daerah panas, kecuali callistemon mini yang menyukai tempat dingin.

Harus dirancang secara matang

Pertumbuhan callistemon bandel. Namun, ia tidak menyukai air tergenang. Media harus porous sehingga mudah membuang kelebihan air. Tanaman ini juga menyukai sinar matahari penuh. Pada musim hujan bunganya hanya sedikit.

Callistemon harus dirangsang untuk menghasilkan banyak tangkai melalui pemangkasan karena daunnya tidak lebat.

Pemangkasan menjadi inti kegiatan bila tujuan penanaman untuk peneduh. Pembentukan tanaman harus dirancang sejak awal. Batang callistemon selalu cenderung memunculkan cabang dan ranting. Cabang dan ranting ini harus selalu dipangkas. Sedangkan batang utama dibiarkan tumbuh ke atas.