Buah Unggulan: Alpukat Junjung Sirih Dan Rambutan Sindanglaka

Alpukat gurih dan pulen tak hanya ada di Tawangmangu atau Bandung. Dua alpukat asal Junjung Sirih, Solok bisa jadi pengganti. Ketika masak warna daging berubah kuning mentega. Saat digigit, rasa manis terasa di lidah.

Di antara 21 jenis alpukat hasil penelitian Balitbu Solok, nomor 001 dan 007 cukup istimewa. Jika alpukat biasa hanya berbuah pada Desember—Februari, mereka justru sepanjang tahun. Buahnya lebat dan tak . mudah rontok. Lantaran itulah tingkat | produksi lebih tinggi.

Alpukat 001 umur 15 tahun i menghasilkan 300—400 butir buah per | tahun. Bahkan produksi 007 umur 17 tahun s mencapai 700—900 buah. Jumlah itu lebih besar dibanding alpukat biasa berumur sama yang hanya 200 butir/pohon/ tahun.

Saat dibelah, terlihat daging buah setebal 2 cm berwarna kuning mentega. Jika dikunyah tekstur daging terasa lebih lembut, kesat, dan gurih. Wajar bila kehadiran mereka di arena pameran hasil penelitian hortikultura di Segunung, Jawa Barat pada Agustus 2001, menarik perhatian pengunjung.

Buah besar

Alpukat 001 milik Asmawi Bagindo Sati di Desa Murapi Utara itu, anggota keluarga alpukat hijau. Saat mentah kulit berwarna hijau muda dan berubah hijau tua. Sedangkan alpukat 007 milik Jamus di desa Kampung Tengah, anggota keluarga alpukat merah. Ketika mentah berkulit hijau muda dan berubah hijau kekuningan atau kemerahan saat masak. Jenis alpukat hijau dan merah memang banyak ditemui di desa yang terletak di perbukitan berketinggian 320 m dpi itu.

Sosok buah 001 dan 007 lebih besar dibanding alpukat biasa yang hanya berbobot 150 g. Bentuk buah 001 membulat di ujung dan tumpul di pangkal. Bobotnya

Hasil Pembiakan Sambung pucuk

Meski sama-sama berpotensi sebagi varietas unggul, sosok kedua pohon aga berbeda. Tinggi 001 sekitar 10 n Tajuknya melebar ke samping hingga 9 n Sementara 007 lebih tinggi, mencapi 19 m. Percabangan 007 terlihat luru membentuk tajuk selebar 13 m.

READ  Cara Mengatasi Kekeringan Di Kebun Buah

Keduanya memiliki bentuk helai dau yang mirip, agak bulat memanjang. Hany saja, ukuran daun 001 lebih besa 11 x 23 cm; 007: 9x 18 cm. Permukaa daun agak bergelombang. Daun terlihat rimbun dan letaknya mendatar.

Tanaman hasil perbanyakan dari bi baru berbuah saat umur tanaman 10 tahui Dengan sambung pucuk hanya peri 3—4 tahun. Pada saat itu buah masi jarang dan ukurannya besar, 800 £ Produksi buah mulai terlihat stabil jik tanaman mencapai umur 10 tahun. (Dr M. Jawal Anwarudin, M.S dan Ii Novaril N. Nasir, peneliti di Bak Penelitian Buah, Solok)

Rambutan Besar Sindanglaka

Penampilan Sindanglaka mirip rambutan binjai tapi sosoknya lel besar. Buah masak berwarna merah tua dan berdaging tebal. Jikt ingin menikmati rambutan itu datanglah ke Sindanglaka, Mandi Cianjur. Sebab, ia tidak ditemukan di desa lain. Jenis itu ditanar penduduk setempat secara turun-temurun.

Buah seukuran telur bebek itu tampak istimewa. Bobot setiap butir mencapai 60 g, dan tebal daging 6 mm. Rasanya manis segar dan yuzcy.

“Ia juga tahan lama. Jika rambutan biasa seminggu sudah layu, sindanglaka masih terlihat segar,” tutur Eman Sulaeman, pemilik beberapa pohon. Tak heran jika buah itu berkali-kali mendapat juara setiap kali diikutsertakan dalam loba buah di Jawa Barat.

Selalu Habis di tempat

Sosok pohon rimbun, tajuk melebar, dan percabangan kompak. Bentuk daun unik karena sepintas mirip daun kopi. Lebar 7—10 cm dan panjang 15—20 cm. Berbeda dengan rambutan biasa, permukaan daun tampak mengkilap. Saat panen raya, Desember—Jam harga di pasaran Rp2.000—Rp4.000 pi ikat. Itu berarti 2 kali lipat harga rambun biasa. Meski demikian ia cukup digemai ’’Buah dijual di sini saja sudah habi Nggak sempat ke luar kota,” tambah Emai

READ  Varietas Buah Unggulan Dari Sumatera Utara

Menurut Bambang Nuroso, hobii tanaman buah, pertumbuhan Sindanglaka cepat. Bibit dari biji berbuah saat umur tahun. Perbanyakan dengan cangkok okulasi, lebih cepat, umur 2 tahun.

Di Desa Sindanglaka, populai rambutan itu diperkirakan sekitar 1.0′ batang. Lantaran keistimewaannya, bi menyebar hingga ke desa-desa seki bahkan Lampung. Bibit ukuran 30—40 a dijual Rp9.000; 100—150 cm, Rp30.0