Anggrek Langka : Satu di Antara Seribu

Oncidium Aloha X
Oncidium aloha x nona, bertotol cokelat

Sosok anggrek boneka itu sepintas sama dengan oncidium lain. Bunga kuning lebat, berukuran 1,5 cm. Bila diperhatikan saksama, lidahnya kuning bertabur titik-titik cokelat. Itu hasil silangan pemulia terkenal, Moling Simardjo di Prigen, Pasuruan.
Hasil silangan oncidium aloha dan nona itu juga didominasi anakan berwarna kuning. Lila Natasaputra, penganggrek di Salatiga membeli beberapa bibitnya. Di tangan Lila 5 tanaman tidak berlidah kuning polos, melainkan berbintik-bintik. Sayang 4 tanaman bermotif tidak stabil.
Hanya satu yang bertotol banyak, merata, dan bunga mencapai 30 kuntum. Ia memperkirakan ukuran bunga bakal lebih besar. Saat sekarang saja umbi masih kecil, 5 cm ukuran lidah sudah 1,5 cm. Padahal ukuran umbi induknya mencapai 10 cm.

Doritis pulcherrima champorensis x ph luzern

Sosok anggrek bulan itu unik. Tangkai bunga tidak bercabang-cabang sebagaimana phalaenopsis lain, tetapi lurus dan tegak. Bunganya melekat di tangkai, mirip snapdragon, bunga potong berbentuk mulut naga. Daya tarik lain, bunga berwarna pink cerah bertepi putih sehingga lebih indah.
Anggrek itu hasil silangan Lila, pemilik Green Leaves Orchids. Induknya, phalaenopsis bunga besar berwarna ungu jenis yang banyak di pasaran dan Doritis pulcherrima varietas chompornansis. Namun, dari sekian puluh turunan, hanya jenis itu yang berwarna indah, corak menarik, dan tata letak aneh seperti di atas. Yang lain warna pucat dan tepi tidak berpigura.

Shady lady

Doritis Pulcherrima Chompornansis

Doritis pulcherrima chompornansis x ph lucern, mirip bunga potong


Shady lady ini mengalami mutasi sehingga bunga berwarna cokelat. Saudaranya berbunga kuning hijau bertotol cokelat keunguan.
Lila mendapatkan koleksi dari Florida, Amerika Serikat, lewat Chandra Gunawan. Kondisi tanaman 3 tahun lalu amat merana. Daun hijau kuning dengan umbi semu keriput. Di tangan Lila, kesehatan mulai pulih, meski amat lambat. Daun menghijau dan bulb menggelembung.
Rumpun itu kemudian dipisahkan secara ekstrim. Idealnya masing-masing pot berisi 3 bulb, Lila membagi hanya 1 individu per pot. Salah satu dari tanaman itu mengalami mutasi. Bunganya lebih besar dengan petal lebar. Warna pun berubah dari hijau bertotol cokelat menjadi hanya cokelat keunguan.
Shady lady merupakan hasil seleksi dari vuylstekeara melissa brianne. Melissa brianne dihasilkan Bart Schawrz dengan menyilang miltonia anne wame x oda mrs rudolf pabst pada 1989. Vuylstekeara merupakan perpaduan 3 genus: miltonia x odontoglossum x cochlioda.

Anggrek Mutasi Super Langka Dari Syah Alam

Tentu saja Wirakusuma, penganggrek di Prigen, Kabupaten Pasuruan, merayu pemilik nurseri agar melepas koleksi Anggrek mutasi miliknya. Maklum, genting fragrans yang ditaksirnya bukan jenis biasa. Ia dendrobium mutasi yang menyimpang dari induk yang berwarna cokelat polos, tanpa gradasi warna. Sosok menyimpang itu justru lebih molek ketimbang saudara kandung lain yang sama persis dengan induknya.
Pantas jika banyak hobiis, termasuk Wirakusuma, yang kepincut penampilan anggrek aneh itu. Padahal di rumahnya yang teduh, pria berpenampilan necis itu mengoleksi puluhan anggrek mutasi. Selain genting fragrans, Wira begitu ia biasa disapa juga memboyong superbien x jiad gold dari Syah Alam. Tangkainya sepanjang 30 cm disesaki 21 kuntum.
Dendrobium Jiad | Tanaman Hias | Mitra Usaha Tani

Anggrek Mutasi Yang Langka

Mendapatkan tanaman hias dendrobium atau Anggrek mutasi merupakan kebanggaan tersendiri lantaran amat langka. Itulah sebabnya Warsito, pemilik Permata Orchids, merasa beruntung saat memperolehnya. Soalnya, ia mengimpor bibit dalam bentuk seedling dari Thailand. Ketika dibesarkan, bibit itu ternyata menyimpang. Contoh dendrobium mutasi koleksi Warsito, burana green x compactum. Kedua sepalnya berwarna keunguan sehingga lebih ngejreng. Ukurannya pun membesar. Wama sepal induk, hijau muda dan berukuran kecil. Jenis lain, emma white yang sepalnya berwarna hijau. Mestinya ia putih polos. Moling Simardjo, penganggrek di Prigen, Pasuruan, juga menyimpan louise bleriot splash. Di tepian sepal dan petal dihiasi merah menyala.
Menurut Wirakusuma, prevalensi mutasi cenderung lebih tinggi jika anggrek diperbanyak dengan kultur jaringan. Dengan teknologi mutakhir itu, kerabat vanili diproduksi massal dalam jumlah ribuan individu. Dampaknya, peta gen mengalami perubahan yang memicu terjadinya mutasi.
Anggrek mutasi hampir dipastikan langka. Namun, tak semuanya berpenampilan apik. Ada pula yang ditakdirkan nyeleneh sehingga tampak norak. Inilah sebagian dendrobium mutasi koleksi Warsito di Pondokcabe, Tangerang dan Moling Simardjo serta Wirakusuma, keduanya di Prigen, Pasuruan.
Dendrobium | Tanaman Hias | Mitra Usaha Tani
https://plants.usda.gov/core/profile?symbol=DENDR13

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.