Anthurium jenmanii: Satu Gelombang Cinta Banyak Nama

Anthurium wave of love baru dapat nama beberapa bulan terakhir. Pemberian nama pada A I varian galombang cinta mengikuti Anthurium jenmanii yang sudah banyak diketahui orang. Berdasarkan penelusuran Trubus di kalangan pemain anthurium, ada puluhan nama yang mengiringi sebutan wave of love. Nama nama yang dimaksudkan untuk membedakan wave of love satu dengan lainnya itu saat ini belum baku. Itu karena setiap pemilik bisa memberikan nama.

Contohnya anthurium koleksi Ginting Sri Kusmayadi di Sukohardio dan Hauw Lie diKaranganyar. Kedua pekebun itu memberikan nama yang hampir mirip pada koleksinya: brazilian dan brazil. Padahal, kedua sosok tanaman itu berbeda. Brazilian milik Ginting berdaun tipis, berwarna hijau muda dengan sedikit gelombang di pinggir daun, dan urat daun tidak tegas. Sementara brazil koleksi Hauw Lie berdaun tebal berwarna hijau tua dengan gelombang kecil kecil, dan urat daun sangat jelas.

Gara gara itu, Komunitas Anthurium Indonesia (KAI) yang baru dibentuk bertekad menertibkan nama. “Itu (penamaan, red) dilakukan dengan merunut induk asal dan melihat sifat dominan di tanaman itu,” kata Bona Ventura SH, ketua KAI. Dengan nama seragam, proses jual beli diharapkan menjadi lebih mudah. ” Pembeli yang tinggal di kota berbeda dengan penjual cukup angkat telepon . bila menghendaki wave of love dengan : kriteria tertentu. Mereka tidak perlu ketemu sehingga lebih menghemat waktu dan tenaga.

Di luar itu, nama yang disematkan berpengaruh terhadap harga. Contohnya pada anthurium milik Rina Iriani, Bupati Karanganyar. Ketika masih menyandang nama airmata bunda nama yang diberikan Rina Iriani pada anthurium koleksinya, harganya hanya Rp3 sampai juta. Namun, begitu diganti jadi tirtawulung naik menjadi Rp7 sampai juta. “Dengan nama yang bagus dapat menambah kekayaan nama di anthurium dan naikkan harga,” kata Rina dalam sambutannya pada pembukaan pameran Karanganyar Green Expo 2017.

wave of love

Rumpun koleksi Riana
Rumpun koleksi Riana Suma Putri, Jakarta

Pemain biasanya memberikan berdasarkan susunan daun, urat gelombang daun, ukuran daun, dan motif daun. Misalnya 4 penjuru mata angin koleksi Justi Amaria di Ragunan, Jakarta Selatan. Nama itu diberikan karena daun wave of love tumbuh menghadap 4 sisi. Di masing masing sisi, daun tersusun rapi ke atas. Sedangkan urat kuning koleksi nurseri Hara di Bogor, contoh wave of love yang namanya diambil berdasarkan warna urat daun.

Nun di Sukohardjo, Jawa Tengah, Ginting Sri Kusmayadi mengoleksi wave of love giant. Dinamakan giant” lantaran berdaun besar dengan lebar 30 cm. Gelombang daun besar dan dalam hingga mencapai tulang daun, serta urat daun menonjol. Sementara wave of love “tsunami” koleksi nurseri Hara karena lekukan di pinggir daun mirip gelombang tsunami.

Wave of love “sisik ular” koleksi nurseri Sekar Jenar namanya diambil berdasarkan motif daun. Bercak bulat bulat berwarna hijau muda di daun menjadi ciri khas kerabat aglaonema itu. Sedangkan wave of love “kok” koleksi Ginting berdaun tegak dan tersusun rapi. Sosok seperti kok bulutangkis. Banyak nama di wave of love menunjukkan varian gelombang cinta itu demikian beragam.

Last Modified: 12th Des 2020