Asyiknya Panen Durian Watani Maz Sepanjang Tahun

Dering telepon terdengar nyaring di salah satu ruang di Pesantren Al-Zaytun. Suara di seberang mengabarkan watani maz jatuh. Dr AS Panji Gumilang yang menerima telepon mengangguk-angguk sambil mengulum senyum. Dua hari kemudian durian istimewa itu …

Dering telepon terdengar nyaring di salah satu ruang di Pesantren Al-Zaytun. Suara di seberang mengabarkan watani maz jatuh. Dr AS Panji Gumilang yang menerima telepon mengangguk-angguk sambil mengulum senyum. Dua hari kemudian durian istimewa itu sampai ke tangan pimpinan pondok pesantren di Indramayu itu.

Pantas saja Panji terlihat sumringah. Durian yang ditanam di rumah tetirah di kawasan Depok itu memang istimewa. “Rasanya manis legit,” kata pria asli Banten itu. Daging berwarna kuning tua, bertekstur halus tanpa serat, dan kering dengan aroma lembut. Saking keringnya bila pongge dimasukkan ke kantong kemeja, tak bakalan mengotori baju. Durio zibethinus yang gampang dibelah itu paling nikmat disantap 1 sampai 2 hari setelah jatuh pohon.

Buah Durian super
Buah Durian

Watani maz nama itu akronim dari woh-wohan tandurane wong tani Indonesia yang berarti buah-buahan hasil tanam orang Indonesia, maz, singkatan dari Ma’had Al-Zaytun berbiji hepe. Dari sebuah paling hanya ada 5 biji sempurna yang bisa ditanam. Ukuran buah memang tidak terlalu besar, sebuah berbobot 2 sampai 3 kg. Namun, menyantap sepongge pun mengenyangkan lantaran daging buah tebal. Setiap juring terdiri atas 2 sampai 3 pongge sekepalan tangan.

Buah Yang Seragam

Keunggulan lain, durian dari pohon yang ditanam dari biji pada 1997 itu rajin berbuah. “Tahun ini saya , panen 3 kali,” ujar Panji. Panen perdana pada Juli dituai sebanyak 6 buah. Panen ke-2, September, 21 buah dan terakhir Desember sekitar 60 buah. Rasa buah seragam pada panen pertama dan ke-2. “Persis seperti kualitas buah yang saya dapat dulu. Saya tidak tahu asalnya dari mana, tapi kata orang yang memberi itu durian paling enak,” lanjut penggemar berat durian itu.

Pohon durian berduri tumpul dengan kulit hijau segar memang baru tahun ini belajar berbuah. Namun, kemampuan berproduksi di luar musim saat Kamiberkunjung ke Depok pada awal Oktober, durian di sekeliling watani maz belum terlihat berbunga terbilang luar biasa.

durian watani maz
Panji Gumilang dan watani maz

Rupanya kunci sukses itu ada pada perawatan istimewa. Setiap tahun tanaman dipupuk dengan pupuk kandang asal kotoran sapi. Sekali pembenaman 50 karung setara 15 sampai 25 kuintal. Caranya di bawah tajuk tanaman dibuat lubang sedalam leher. Pupuk kandang matang dimasukkan ke dalamnya. Selain itu pada Senin dan Kamis, dikocorkan campuran 12 liter pupuk urine terfermentasi dengan pupuk kandang yang dilarutkan dalam 10 liter air.

Pantas, dengan “gizi” memadai itu pohon rajin berbuah. Usai panen terakhir pada Desember, Panji bakal membenamkan lagi 50 karung pupuk kandang. Dengan perlakuan itu ia berharap kembali menuai si daging kuning nan tebal asli Indonesia. Dering telepon pun bakal terdengar nyaring di Al-Zaytun. (Yudianto)

Document Last Updated on 6 September 2021

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.