Batang Durian Kokoh di 3 Kaki

Avatar
  • Whatsapp
pohon durian bangkok

Peremajaan (recovery) durian hal biasa di kebun Bernard. Banyak durian lokal di kebun itu tidak berproduksi maksimal diganti dengan varietas monthong. Pohon tidak dibongkar habis hingga ke akar. Melainkan disisakan tunggul batang sampai ketinggian 1,5 sampai 2 m di atas permukaan tanah.

Proses dilakukan pada musim hujan. Pada saat itu tanaman sedang berada dalam fase vegetatif sehingga tunas-tunas baru cepat tumbuh dipuncak tunggul. Beberapa cabang lengkap dengan daun di bawah pangkasan dipertahankan. Tujuannya agar tanaman tidak mati dan cepat mengeluarkan tunas baru. Tunas yang tumbuh lalu diokulasi dengan monthong.

Menara kaki tiga

sambung kaki 3
Kokoh bertumpu di 3 kaki

Semula peremajaan dilakukan hanya dengan menyisakan 1 cabang di ujung batang. Kini 3 cabang terbaik dipertahankan. Ujung-ujung cabang itu kemudian disatukan hingga membentuk semacam menara kaki tiga di atas tunggul batang. “Pohon yang diremajakan dengan sistem 1 cabang sering tumbang karena hanya bertumpu di satu sisi batang,” kata Bernard.

Dengan sistem kaki tiga, pohon lebih kokoh dan cepat berbuah. Mantan konsultan teknik itu membuktikan, tanaman berbuah 2 tahun setelah peremajaan.

Produksi buah tinggi dan berkualitas baik. Pada sistem 1 cabang, produksi tanaman 3 tahun hanya 5 sampai 10 buah. Dengan kaki 3, produksi mencapai 20 buah/pohon pada umur sama. Ukuran buah juga lebih besar. Sebab, “Aliran makan yang menuju percabangan lebih banyak,” papar pekebun sejak 1991 itu.

Menurut Bernard, teknik kaki 3 sudah banyak diterapkan pekebun. Namun, kebanyakan langsung dari permukaan tanah. “Tujuannya untuk memperbanyak perakaran sehingga pohon lebih kokoh dan subur,” lanjutnya. Selain itu, ada juga yang membuat kaki 3 untuk menggantikan perakaran pohon yang rusak terserang hama penyakit.

Seleksi tunas

Penyatuan tunas dilakukan saat tunas berumur 3 bulan atau setinggi 30 sampai 40 cm. Caranya dengan teknik sambung susu atau sambung baji terbalik.

Sambung susu dilakukan dengan menempelkan kedua sisi batang yang telah dilukai. Teknik sambung baji terbalik, ujung tunas yang satu dipangkas, lalu dikerat hingga membentuk mata baji.

Setelah itu diselipkan pada sisi batang tunas lain yang akan disambung. Bidang sambungan lalu diikat erat dengan pita plastik bening, rafia, atau selotip khusus. Pengikat boleh dibuka bila semua batang telah menyatu, ditandai dengan tumbuhnya tunas dan daun baru di ujung-ujung batang.

Bila menggunakan teknik susuan, pilih salah satu di antara 2 atau 3 batang yang tumbuh paling baik. Batang tidak terpilih dipangkas pada jarak 1 sampai 2 cm di atas bidang susuan. Kemudian batang terpilih diokulasi atau disambung dengan mata entris varietas yang diinginkan.

Sambungan atau tempelan varietas baru dipelihara sampai tumbuh tunas, 2 sampai 3 minggu kemudian. Tunas itu nantinya tumbuh menjadi pohon baru yang produktif.

Sambungan atau okulasi gagal bila mata tunas dan entris layu, warna cokelat, dan mati. Bila tunas sudah tumbuh baik dan sanggup berfotosintesis sendiri, percabangan lama dipangkas. Maksudnya agar asupan nutrisi terfokus untuk pertumbuhan varietas baru.

Menurut Hendro Soenarjono, pakar buah, keberhasilan okulasi dan grafting ditentukan oleh keterampilan dan ketajaman pisau. “Dengan pisau tajam pengambilan mata tunas lebih rata. Pada waktu ditempel menyatu sempurna,” ucap mantan ahli peneliti utama Departemen Pertanian itu.