Rabu, Oktober 20, 2021
BerandahobiBerburu Periuk Monyet Hingga Ke Pelosok Borneo

Berburu Periuk Monyet Hingga Ke Pelosok Borneo

Deru mesin ketinting memecah telinga saat menantang arus sungai. Percikan air sungai pun mulai membasahi sekujur tubuh. Belum lagi rasa lelah yang mendera tubuh setelah berhari-hari melakukan perjalanan panjang: Jakarta-Pontianak-Putussibau. Namun, semua itu tak mampu menghambat perjalanan kami ke pedalaman Kalimantan Barat. Bahkan, sorot mata tetap tajam mengamati setiap jengkal tanah di pinggir sungai yang dilewati. Lima jam berselang kantong semar tanaman yang dicari pun melintas di depan mata

Penampilan tanaman yang ditemukan medio 1992 itu memang menarik. Ujung-ujung daun dihiasi kantong-kantong berwarna merah, kontras dengan warna daun. Kantong bagian bawah bersayap, sedangkan kantong atas tidak bersayap. Tanaman tumbuh epifit, menempel pada tanaman lain layaknya anggrek.

Penyebaran Kantong Semar di tanah air

Nepenthes veitchii spesies tanaman itu hanyalah salah satu jenis kantong semar di Indonesia. Dari sekitar 80 jenis kantong semar yang ditemukan di dunia, lebih dari 50 jenis di antaranya tersebar di Indonesia. Kalimantan termasuk Brunei Darussalam, Serawak dan Sabah memiliki lebih dari 32 jenis, Sumatera 28 jenis, Sulawesi 10 jenis, Maluku 4 jenis, Irian 9 jenis, dan Jawa hanya dua jenis.

Mungkin karena bentuk kantongnya seperti perut semar yang buncit, ia dinamakan kantong semar. Orang Riau menyebutnya periuk monyet karena air di kantong itu menjadi pelepas dahaga bagi monyet saat haus. Di Bangka namanya ketakung, Jawa Barat, sorok raja mantri. Orang Inggris mengenalnya sebagai pitcher plant atau carnivorous plant lantaran kantong itu menjadi pemangsa serangga.

Di hutan-hutan Kalimantan, kantong semar hidup merambat atau menempel di pohon. Untuk menemukannya, harus menyusuri pinggir hutan atau pinggir sungai. Di tempat terbuka dengan kelembapan tinggi, nepenthes hidup bersama semak paku-pakuan Gleichenia sp. Berikut beberapa jenis kantong semar yang layak dibudidayakan dan dijadikan tanaman hias unik.

Nepenthes gracilis

Nepenthes gracilis
Inilah nepenthes yang paling mudah diperbanyak dan cocok dijadikan tanaman hias dalam pot. Berbeda dengan saudara-saudaranya karena bentuk batang segitiga dan pangkal daun memeluk batang. Batang mencapai 10 m. Bunga tersusun dalam tandan. Bunga jantan dan betina terpisah pada dua individu tanaman berbeda alias berumah dua. Biji sangat kecil dan bentuknya panjang seperti potongan benang.

Ia dinamakan gracilis lantaran kantong berbentuk silindris. Ukuran kantong dapat mencapai panjang 15 cm, dan tahan 1 bulan sebelum akhirnya mengering. N. gracilis memiliki dua variasi warna, yakni hijau dan cokelat. Perbedaan warna ini karena habitat yang berbeda.

Nepenthes Mirabilis

Nepenthes Mirabilis
Nepenthes dataran rendah ini kantongnya berbentuk pinggang sepanjang 10—20 cm. Corak warna hijau atau merah [1]. Yang menarik bentuk kantong atas dan bawah berbeda. Kantong bawah memiliki dua sayap di depannya; kantong atas, tidak memiliki sayap. Sayap-sayap itu untuk mempermudah serangga tanah naik ke dalam kantong dan akhirnya mati terperangkap. Umur kantong bisa mencapai satu bulan semenjak tutupnya terbuka.

Nepenthes Ampullaria Jack

Di Kalimantan dan Sumatera, N. ampullaria ditanam di daerah yang tergenang air seperti rawa atau hutan gambut dengan keasaman tanah 3—4. Kantong berbentuk bulat telur atau tempayan dengan penutup berukuran kecil [2]. Ia bisa menyerbuk silang dengan jenis lain. Kantongnya dapat bertahan hingga 6 bulan dalam keadaan segar.

Nepenthes Maxima

Nepenthes Maxima
Bentuk kantong atas seperti cerobong asap atau terompet, bawah berbentuk silinder [3]. Panjangnya mencapai 30 cm. Corak warna, ukuran, dan bentuk kantong sangat bervariasi. Tumbuh di dataran menengah hingga dataran tinggi, 600— 2.500 m dpi. Nepenthes maxima tersebar luas di Sulawesi, Maluku, sampai ke Papua. Hidup di padang savana atau hutan di tanah berpasir putih atau tanah berkapur.

Nepenthes Gymnamphora

Nepenthes Gymnamphora
Jenis ini hanya ditemukan di pulau Jawa dan Sumatera. Tumbuh di hutan primer atau sekunder di tanah-tanah vulkanik pada ketinggian 900 m hingga 2.750 m dpl [4]. Sering ditemukan hidup merambat pada paku resam Gleichenia linearis. Bentuk kantong atas seperti pinggang dengan warna hijau, merah, atau hijau ke merah-merahan. Panjangnya 20 cm , dan tahan 1—2 bulan. (Muhammad Mansur, peneliti madya Pusat Penelitian Biologi LIPI)

Referensi

[1] ITIS Standard Report Page: Nepenthes Mirabilis. https://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=507367#null. Accessed 6 June 2021.

[2] Untitled. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/3/3/3330. Accessed 6 June 2021.

[3] Taxonomy Browser (Nepenthes Maxima). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/Taxonomy/Browser/wwwtax.cgi?id=150980. Accessed 6 June 2021.

[4] Nepenthes Gymnamphora Reinw. Ex Nees — The Plant List. http://www.theplantlist.org/tpl1.1/record/kew-2384252. Accessed 6 June 2021.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments