Bisnis Manis Jagung Kalengan

Jagung Manis | Perkebunan | Mitra Usaha Tani

Satu per satu tongkol jagung itu berbaris di atas conveyer mesin packing Jagung Kaleng. Setelah masuk ke dalam mesin, ratusan tongkol itu dipipil, dibersihkan, dan dipisahkan secara otomatis. Tak lama kemudian, 250 g pipilan jagung dicemplungkan ke dalam kaleng setinggi 10 cm berisi cairan pengawet. Keluar dari mesin, tangan-tangan terampil siap melabeli kaleng jagung manis itu.

Setelah dilabel, ribuanĀ jagung manis kaleng itu dimasukkan ke dalam dus masing-masing berisi 20 kaleng. Jagung manis dalam kaleng pun siap didistribusikan ke pasar-pasar swalayan di Thailand dan diekspor ke luar negeri.

Pabrik pengemasan jagung kalengan di Chiangmai, Thailand itu memproduksi ratusan hingga jutaan kaleng jagung manis setiap tahunnya.

Selama 8 sampai 10 jam setiap hari mesin pengalengan terus bekerja mengolah puluhan hingga ratusan tongkol jagung manis. Itu lantaran permintaan jagung kaleng meningkat dari dalam maupun luar negeri. Awetan jagung manis itu dikemas dalam kapasitas 10 kg atau setara 40 buah jagung kaleng kecil berbobot 250 g. “Semua itu untuk memenuhi permintaan konsumen,” kata Afrizal Gindow, manajer PT Seminis Vegetable Seed Indonesia. Menurut Afrizal setengah hasil panen jagung manis pekebun Thailand diolah dalam bentuk kalengan.

Tahap Pengalengan

Pengawetan jagung manis dalam kalengan bukan sesuatu yang baru di negeri Gajah Putih itu. Sejak 2 tahun silam, pekebun skala sempit maupun luas sudah memanfaatkan teknologi itu secara besar-besaran. Sebab dengan diawetkan, “Keuntungan bisa berlipat ganda dibandingkan dengan penjualan biasa,” kata Afrizal. Menurut kelahiran Padang 41 tahun silam itu dengan adanya pabrik pengalengan harga jagung manis tidak pernah turun meski panen raya.

Kebutuhan jagung manis untuk memasok pabrik-pabrik pengalengan memang tinggi. Sebuah pabrik jagung manis kalengan di Chiangmai, Thailand misalnya membutuhkan Zea mays saccharata itu 20 sampai 30 ton pipilan per hari, setara 10 ha panen per hari. Jumlah itu menghasilkan 80.000 sampai 120.000 kaleng jagung manis untuk diekspor ke Malaysia.

Dampaknya para pekebun meluaskan areal penanaman. Hal itu tercermin dari besarnya permintaan benih jagung manis yang terus meningkat. Di negeri kaya bangunan pagoda itu, “Kebutuhan benih jagung manis meningkat hingga 80 ton per tahun,” tutur Afrizal. Pekebun jagung berambut putih itu tersebar di Pathumtani, Chiangmai, dan Chiangrai. Menurut Afrizal market share perusahaannya di Thailand mencapai 25 sampai 30% untuk benih jagung manis. Pasalnya, para pekebun di Malaysia juga menginginkan benih unggul jagung manis dari Thailand.

Jagung Kaleng Skala Home industry

Di tanah air pengolahan anggota keluarga Gramineae itu belum dikenal luas. Musababnya, lidah masyarakat Indonesia lebih mengenal rasa jagung manis rebus dan bakar ketimbang sebagai campuran es krim, manisan, dan cokctail. Makanya pasar jagung manis kalengan pun tak semanis produknya. “Pasar di sini masih sempit karena masyarakat belum mengenal jagung manis dalam kalengan,” ucap Afrizal.

Padahal untuk mengusahakan jagung kaleng skala home industry (industri rumahan, red), hanya dibutuhkan dana Rp100-juta. Dengan biaya itu, sebuah mesin pengalengan berkapasitas 200 sampai 250 kaleng/jam seharga Rp25-juta sampai Rp30-juta siap beroperasi. Sisanya, diperuntukkan biaya pengadaan kaleng, tenaga keija, dan biaya operasional lain.

Menurut hitung-hitungan alumnus angkatan 19 Jurusan Budidaya Pertanian IPB itu untuk memproduksi 1 kaleng hanya dibutuhkan 2 tongkol jagung manis segar dengan biaya Rp5.000. Bila dijual dengan harga Rp8.500 sampai Rp 10.000 perĀ jagung manis kalengan maka keuntungan lebih dari 50%. Dengan running 8 jam per hari total jenderal produksi dari mesin sederhana itu bisa mencapai 1.600 jagung kaleng. Itu berarti membutuhkan 1,3 ton tongkol segar per hari atau setara 400 kg pipilan jagung manis per hari.

Perluasan Areal Penanaman Jagung Manis Kaleng

Jagung manis butuh perluasan areal penanaman

Afrizal memprediksi, lambat tapi pasti konsumsi jagung kaleng akan merebak di Indonesia. Buktinya, grafik penjualan fresh com sedikit demi sedikit mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. “Tahun lalu belum ada fresh com dijual di pasar swalayan, tapi sekarang ada di mana-mana,” ucapnya. Dampaknya pertumbuhan pasar jagung manis Indonesia dari US$ 400-ribu meningkat menjadi US$ 1,5-juta saat ini, atau 3 kali daripada tahun sebelumnya.

Butuh Jagung Varietas khusus

Pasar tradisional jagung kaleng yang terbentang harus diimbangi dengan areal penanaman.Maklum, areal penanaman jagung manis masih terbatas dan tersebar di beberapa sentra seperti Garut, Sukabumi, dan Solo.

Apalagi tidak semua jenis jagung manis dapat diawetkan dalam bentuk jagung kaleng. Jagung harus memiliki bulir besar, seragam, dan mudah dipipil. Gunakan jagung yang memiliki masa panen 65 hari sehingga kadar air dan kandungan gula maksimal. Maklum kadar air yang terlalu rendah mengakibatkan kualitas turun.

Itu pula yang mendorong PT Seminis Vegetable Seed Indonesia merencanakan membuka lahan baru untuk penanaman jagung manis sebagai bahan baku jagung kaleng. “Kita akan menebar 4 ton bibit di luasan 600 sampai 650 ha,” ujar Afrizal. Dengan menggunakan varietas golden sweeter, alumnus program studi Agronomi IPB itu mentargetkan panen 1,2 ton tongkol jagung manis atau setara dengan 7,2 ton pipilan.

Golden sweeter memiliki bulir penuh di sepanjang tongkol dan biji berukuran besar sehingga gampang dipipil. “Jagung manis yang banyak ditanam pekebun kurang seragam dan terlalu lembut. Kalau dipipil bulir akan rusak,” kata Afrizal. Biji jagung manis asal Thailand itu juga tak gampang pecah dan rusak saat dipipil.

Dengan pengalengan kekhawatiran jatuhnya harga saat panen raya yang selalu membayangi pekebun bisa ditepis. Ini adalah harapan baru bagi pekebun yang ingin mencecap manisnya jagung kalengan. (Mitra)

Document Last Updated on 13 April 2022