BerandaHerbalBuah Merah: Hentikan Bila Tak Cocok

Buah Merah: Hentikan Bila Tak Cocok

Kondisi Farida gawat sehingga perlu dirawat di rumah sakit di Jakarta. Kadar haemoglobin darah drop sampai 4,4. Padahal normalnya 12. Pemberian sari Pandanus conoideus pun dihentikan. Walau begitu, Inge dan keluarga tak berani memastikan penyebab parahnya sang ibu. “Bisa jadi karena buah merah berbentuk minyak, dapat juga dari makanan yang keras,” kata Inge. Harap mafhum, penderita sakit hati—hepatitis, radang, sirosis, dan kanker diharuskan diet makanan berminyak dan keras.

Beruntung penanganan tim dokter selama 3 hari berhasil memulihkan kondisi perempuan kelahiran Cirebon 76 tahun silam itu. Namun, Farida penasaran. Ia melanjutkan minum sari buah merah 3 hari berturut-turut. Hasil yang tidak diharapkan kembali muncul. “Siangnya ibu diare, fesesnya juga hitam. Malamnya muntah darah,” kata Inge. Lagi-lagi Farida ditransfusi dan diopname selama 4 hari. Buah merah pun dihentikan total.

Bukan hanya Farida yang tak mampu disembuhkan buah merah. Di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat ada Luminterengse. Sejak 5 bulan silam ia divonis menderita kanker payudara stadium 4. Ibu berputera 3 itu tertarik mengkonsumsi buah merah lantaran terkenal ampuh.

Setelah 10 hari mengkonsumsi 3 sendok sehari, perubahan tak kunjung datang. “Makin lama payudara mengeras, bahkan putingnya mau pecah,” katanya. Ia pun menghentikan minum sari buah merah karena khawatir penyakitnya kian parah.

Vitamin

Pandanus conoideus
buah merah papua

Berita sembuhnya penderita kanker oleh buah merah juga didengar oleh Dr Emi H P MSc, farmakolog di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Menurutnya, kandungan antioksidan buah merah tinggi. Itu memang dianjurkan untuk penderita kanker.

Namun, belum ada penelitian akurat yang menyebut senyawa aktif penumpas kanker. “Betakaroten dan tokoferol itu sejenis vitamin. Keduanya tak menyembuhkan,” katanya. Karena itu alkaloida lain yang terkandung harus segera diteliti. Ia bisa menyembuhkan, tapi sebaliknya mungkin juga toksik alias beracun.

Pada kasus Farida misalnya, Emi menduga urine membiru karena ada sebagian produk (senyawa, red) yang bereaksi dengan urine. Pun begitu dengan menurunnya kadar Hb. Efek diare sebetulnya wajar terjadi pada penderita sirosis hati. Pasalnya, saluran pencernaan tersumbat oleh pengerasan jaringan. “Mirip varises, hanya terjadi di saluran pencernaan. Makanya tidak kelihatan” katanya. Feses menghitam diduga karena buah merah memecah sumbatan secara tiba-tiba.

I Made Budi, penemu buah merah, mengungkapkan betakaroten dan tokoferol tak hanya antioksidan pencegah penyakit. Tengok saja beberapa penelitian sebelumnya. Konsumsi betakaroten 30—60 mg per hari selama dua bulan menyebabkan tubuh memiliki sel pembunuh alami lebih banyak. Itu penting untuk melawan sel kanker dan mengendalikan radikal bebas. Tokoferol, perannya mirip dengan betakaroten.

Namun, Made mengakui sari buah merah tergolong obat alternatif. “Tak ada jaminan 100% sembuh. Itu hanya usaha kita mencari obat,” kata dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Cendrawasih, Jayapura, itu.

Stop konsumsi

Lantaran senyawa penumpas kanker yang terkandung di buah merah masih misteri, penderita mesti berhati-hati. Menurut Dr Willie Japaris MARS, pengobat kanker di Jakarta misalnya. Ada prinsip sederhana yang mesti dipegang pengobat dan penderita kanker.

Caranya, hentikan pemakaian obat tertentu bila ada perubahan fisik seperti: timbul luka yang sebelumnya tidak ada; luka membesar dari sebelumnya; dan penyebaran bertambah. Stop minum obat. Dia cocok-cocokkan. Tidak semua kanker disembuhkan satu jenis obat, tergantung pasien dan penyebab,” katanya.

Sebaiknya, teruskan konsumsi bila ada perubahan positif. Misalnya, benjolan di payudara menciut dan mengecil. Bila payudara mengeras dan putingnya pecah berarti pasien tidak cocok dengan buah merah. Menurut Willy, perubahan fisik itu dapat dikuatkan dengan pemeriksaan di laboratorium. “Itu tugasnya dokter, pasien cukup lihat kondisi fisik sebagai patokan,” katanya.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments