Cara Mengatasi Bau Tak Sedap Kandang Itik

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
kandang bebek

Anda pernah masuk ke kandang itik? Bau kurang sedap pasti menyerang hidung, apalagi saat musim hujan tiba. Ada cara untuk mengurangi munculnya bau kurang sedap, sehingga peternakan itik tidak mengganggu lingkungan sekitar.

Kandang itik yang ada di belakang Kantor Walikota Jakarta Utara adalah suatu bukti. Bau kurang sedap yang dikhawatirkan akan mengundang protes warga ternyata tak terjadi. “Memang tidak bau,” seru Cici Setyowati, mahasiswa Institut Pertanian Bogor yang tengah magang di Mitra Usaha Tani ketika masuk ke dalamnya. Peternakan itik milik Junaedi ini selalu dalam kondisi bersih. Setiap itik habis makan, lantai kandang yang terbuat dari semen disemprot air. Air cucian dialirkan ke kandang mentok (itik manila). Maksudnya, agar sisa makanan yang terbawa hanyut tetap termanfaatkan. Selanjutnya air bermuara pada sebuah kolam ikan.

Bacaan Lainnya

Solusi Atasi Bau Kandang Lantai tanah

Kesulitan para peternak mencegah timbulnya bau karena kontruksi lantai kandang tidak memadai. Mereka umumnya menggunakan lantai tanah. Sewaktu dicoba dibersihkan masih banyak kotoran yang tertinggal. Bahkan pada saat musim hujan, kotoran itu betul-betul menyatu dengan tanah sehingga tak bisa dibersihkan sama sekali. Inilah yang membuat baunya semakin menyengat. “Kalau kotorannya kering, ya, relatif tidak berbau. Meskipun kenyataannya susah, sebab itik senang main

Mau tidak mau lantai di areal umbaran harus disiram supaya kotoran gampang dibersihkan setiap saat. Pasalnya, aktivitas makan dan minum terjadi di areal ini. Lantai akan tercemar cipratan pakan dan air ketika itik minum atau mandi. Sementara lantai di tempat tidur/istirahat cukup tanah yang ditaburi sekam atau jerami, serta sedikit kapur. Toh tempat tidur hanya digunakan untuk bertelur. Kalaupun itik buang kotoran tidak sebanyak di tempat umbaran. Lagi pula tempat tidur dilengkapi atap sehingga tak tertimpa cucuran hujan.

“Sekam dan kapur akan membuat kandang istirahat selalu kering. Bahan-bahan ini akan menyerap kotoran itik yang encer,” jelas Daniel B. Adriant, TP, pemilik 15.000 ekor itik di Desa Petir, Serang, Jawa Barat. Sekam yang ditaburkan pada setiap unit kandang berpopulasi 120 ekor itik itu setebal 2cm dan kapur lkg. Daniel akan menggantinya setiap 3 hari sekali. Untuk menghindari stres, pergantian dilakukan pada siang hari saat itik berada di areal umbaran.

Tanaman Penyerap

Di luar kebersihan kandang, tananam juga bisa digunakan untuk meredam bau kurang sedap. Junaedi menanam lamtoro di sekeliling areal kandang. “Dwi fungsi, daun lamtoro dapat dijadikan bahan pakan itik sekaligus menurunkan tingkat pencemaran,” tambahnya. Sebagai bahan pakan porsinya 2%- 5% dari total. Peternak lain ada yang memagari itiknya dengan singkong. Alasannya, tanaman singkong dianggap paling efektif menyerap bau kotoran, dan daunnya sebagai pakan hijauan.

Sebagian peternak menyiasati bau kandang dengan menambahkan parutan kunyit pada pakan. Sebanyak 5kg-10kg kunyit diparut, lalu dicampurkan pada 100kg pakan. Atau, parutan kunyit dilarutkan pada air minum. Hasilnya kotoran itik kering dan tidak berbau. Sayangnya, beberapa peternak masih mengkhawatirkan pemberian kunyit karena bisa menyebabkan rahim itik kering.

Jika rahim kering, produksi telur jelas akan berkurang. Ada yang aman, tapi harganya terlalu tinggi mencapai jutaan rupiah/kg, yaitu larvadex. Larvadex biasa digunakan di peternakan ayam skala besar, mampu mengikat amonia pada kotoran. Dosis penggunaan 30g larvadex dicampur pada lton pakan

Pos terkait