Di Ujung Lidah Langsar Telah Teruji

srikaya dari madura
Bobot dapat mencapai 300 g

Jika melancong ke Madura, sempatkan mengunjungi pasar malam itu. Ditemani bintang gemintang di langit bersih, menyantap langsar sebuah kenikmatan tersendiri. Potong sedikit bagian di dekat tangkai, lalu dengan sendok keruklah daging buah yang putih. Wuih, manisnya bukan kepalang. Maklum, tingkat kemanisan buah anggota famili Annonaceae alias kenanga-kenangaan itu mencapai 27,40 briks.

Enggan keluar malam? Jangan khawatir, di Pasar Anom, Sumenep, srikaya langsar dijajakan pada pagi sampai siang. Panen raya jatuh pada Februari Maret. Namun, pada April ini langsar masih mudah ditemukan di sana.

Selain di 2 tempat itu, penikmat langsar dapat membeli di tepian jalan setelah memasuki Sumenep dari Kabupaten Bangkalan.

Nama Yang sering Dicatut

Pasar langsar
Pasar langsar di Sumenep

Ada benarnya juga peribahasa Latin, caveat emptor, pembeli harus waspada. “Hati-hati kalau beli langsar, bisa-bisa diberi srikaya poteran dari luar pulau (Madura, red),” kata Sulastri, pekebun di Sumenep. Keistimewaan langsar memang kerap dicatut oleh pedagang untuk melariskan serkace sebutan srikaya di Pulau Garam.

Supaya tak salah beli, cermati sosok buah unggulan nasional itu. Kulit buah hijau keputihan dengan acen mata atau semacam sisik di permukaan buah berukuran besar. Itu mengindikasikan daging buah juga tebal. Pantas jika bagian yang dapat dikonsumsi mencapai 60%. Rata-rata bobot daging buah 120,5 g. Jumlah biji 27 sampai 50 per buah.

Ukuran langsar relatif besar. Kisaran bobot buah 157 sampai 300 g. Bandingkan dengan bobot srikaya bangil, misalnya, yang cuma 126 g. Aroma harum menebar saat buah matang. Bila dibelah tampak daging buah putih bersih membangkitkan selera. Selain manis dan tanpa masam, tekstur buah amat halus tidak terasa seperti pasir.

“Srikaya bangil terasa ada masamnya karena kandungan asam sitrat lebih tinggi daripada langsar,” ujar Ir Baswarsiati MS, periset di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Karangploso, Malang. Karena keistimewaan itulah langsar dilepas sebagai buah unggul nasional pada Desember 2003.

Jalan Yang Berbatu

Annona squamosa itu berasal dari Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, Sumenep. Di daerah peisisir berketinggian 10 m dpi itu srikaya tumbuh di lahan marginal berbatu. Tanpa perawatan memadai, produksi pohon berumur 4 sampai 5 tahun mencapai 75 sampai 150 buah per tahun.

“Produksi itu bisa ditingkatkan kalau dipelihara intensif dengan pengairan dan pemangkasan,” ujar Ati, panggilan Baswarsiati. Sayang, di Sumenep langsar tumbuh begitu saja sebagai tanaman pagar. Tanaman setinggi 4 sampai 5 m dengan tajuk melebar 2,2 m. Rata-rata kepemilikan 10 pohon per kepala keluarga.

Saat ini populasi langsar di Kabupaten Sumenep mencapai 81.312 pohon. Itu meningkat ketimbang tahun sebelumnya (76.615 pohon). Selain di Saronggi sebagai sentra utama, langsar juga tumbuh di Kecamatan Bluto. Begitu panen pemilik pohon langsung menjual sendiri ke pasar tanpa melalui pengepul. Walau lezat, harga langsar relatif murah. Di tingkat pekebun harga 10 buah langsar kualitas A yang berbobot lebih dari 250 g per buah sekitar Rp8.000.

Sedangkan langsar kelas B (200 sampai 250 g) Rp6.000; C (150 sampai 199 g), Rp4.000 per 10 buah. Di balik sederet keunggulan itu, langsar juga menyimpan kekurangan dalam keseragaman buah akibat perbanyakan dari biji. Namun, 2 tahun ke depan penikmat langsar bakal melihat buah yang homogen. BPTP menghasilkan 10.000 bibit hasil okulasi yang dibagikan kepada pekebun di sana.

Dikembangkan secara Luas

Langsar hanya satu dari setidaknya 9 varietas srikaya yang dikenal dunia. Di Indonesia yang lama kesohor adalah varietas gading dan lumut asal Gunungkidul, Yogyakarta. Ada lagi bangil yang juga harum dan manis kebanggaan masyarakat Pasuruan, Jawa Timur. Australia menyimpan 3 varietas:pink mammoth, srikaya merah, dan african pride.

Penyebaran perdu asal Ekuador dan Peru itu memang luas. Wajar bila di berbagai negara namanya pun berlainan. Di Kolombia ia disebut anon de azucar, anona blanca (Honduras), fruta de condessa (Brazil), scopappel (Belanda), sharifa (India), fan li chi (Cina), dan quana (Vietnam).

Penyebaran itu menunjukkan penikmat daging buah srikaya juga di mana-mana. Orang Malaysia memblender daging buah dicampur susu. Saat hari terik, menyeruput minuman itu ditambah sedikit es, wah betapa nikmatnya. Di Meksiko srikaya dibubuhi jus lemon sebelum disantap. Namun, sebetulnya srikaya dapat dinikmati tanpa tambahan apa pun.

Buah Multifungsi Dan Kaya Manfaat

srikaya kulit merah
Kulit merah salah satu varietas srikaya

Buah srikaya memang kaya vitamin seperti karoten 7IU, thiamin 0,13 mg, dan riblofamin 0,931 mg. Selain itu ia juga mengandung asam amino di antaranya tryptofan 10 mg, methionin 8 mg, dan lysin 69 mg. Oleh karena itu di India srikaya matang dicampur garam digunakan sebagai antikanker.

Yang dimanfaatkan tak melulu daging buah. Bijinya yang beracun mengandung reticulin, anonain, liriodenin, dan lanuginosin dimanfaatkan sebagai insektisida dan vermisida. Di Meksiko ekstrak biji yang dikapsulkan digunakan sebagai emesis pembuat muntah dan pencahar. Tepung bijinya juga dimanfaatkan untuk mengatasi kutu rambut. Itu juga berlaku bagi kutu anjing atau kucing.

Tumbukan daun mempercepat kempisnya pembengkakkan. Daun mengandung antara lain koridin, roemerin. norkoridin, dan glausin. Akarnya sekalipun, ampuh mengatasi disentri. Bunga kering sebagai penambah rasa rokok di Jamaika.

Buah semu yang tersusun dari puluhan bakal buah sehingga tampak berbenjol-benjol itu tak sekadar tampil unik. Di balik itu begitu banyak faedahnya. Sayang, ia belum banyak dilirik oleh pemodal Indonesia.

Last Modified: 18th Des 2020