BerandaperkebunanDuo Jambu Sukun Jumbo di Kebun Prakoso

Duo Jambu Sukun Jumbo di Kebun Prakoso

Penampilan jambu sukun super jumbo itu memang menggiurkan. Bentuk nyaris persegi panjang dengan diameter bagian tengah setara lengan pria dewasa yang rutin berlatih beban. Sepintas mirip buah kakao tapi tumpul. Bandingkan sukun di Indonesia yang seperti apel malang. Sukun di Thailand itu berbobot rata-rata 400 sampai 500 g per buah. Bobot maksimal mencapai 1 kg per buah.

Trubus menyaksikan di Pasar Otoko depan Pasar Chatucak, Bangkok ia selalu dipajang di deretan terdepan setiap kios buah. Ketika mengambilnya sebuah yang berbobot 900 g Trubus harus menukarnya dengan 54 bath setara Rp 10.800. Si pedagang lalu menyerahkan dalam bentuk irisan. Bunyi kresh terdengar begitu digigit. Rasa manis pun langsung menyergap lidah. Daging buah tebal dan padat. Makin ke dalam tekstur makin empuk. Kebanyakan jambu sukun di Indonesia berongga, masir, dan kurang manis.

Bangkok epal

Citarasa itu mengingatkan Trubus kala berkunjung ke Jabatan Pertanian Malaysia setara dengan departemen pertanian di Indonesia diKualalumpur, 6 bulan lalu. Saat itu di depan kantor yang berlokasi di bilangan Sultan Salahuddin itu sedang digelar pasar kaget. Di salah satu lapak, terlihat tumpukan sukun mirip yang ada di Indonesia, tapi berukuran lebih besar. Warga negeri jiran menyebutnya bangkok epal.

Ukuran bangkok epal tidak sebesar farang sebutan sukun di Thailand. Paling banter 500 g per buah. Sepintas penampilannya mirip jambu apel yang ditanam Eric Wiraga, kolektor buah di Bandung. Namun, permukaan kulitnya berlekuk-lekuk dan tidak rata, yang di kebun Eric lebih halus tapi dipenuhi bintik-bintik. Waktu matang bangkok epal hijau kekuning-kuningan.

Selain dijajakan di pasar kaget, Trubus menemukan bangkok epal di kios buah di tempat peristirahatan tol Bidor Perak. Harga per kilo mencapai RM4, setara Rp9.000. Di Johor lebih mudah ditemukan. Negeri di paling selatan semenanjung Malaysia itu memang sumber jambu sukun. Biawas julukan di sana dijajakan di hampir seluruh Kualalumpur. Di pasar lokal permintaannya cukup besar sehingga tak sempat memenuhi permintaan ekspor.

Jambu bangkok New variety

bangkok epal
Berlekuk-lekuk ciri khas bangkok epal

Keistimewaan bangkok epal dan farang membuat Prakoso Heryono, penangkar buah di Demak, kepincut. Makanya saat berkunjung ke pameran pertanian di Universitas Kasetsart, Bangkok, 2,5 tahun silam, ia langsung memboyong 10 bibit. Untuk itu Prakoso rela mengeluarkan Rp60-ribu sampai Rp70-ribu per bibit asal setek setinggi 20 sampai 30 cm. Kini 100 tanaman setinggi 2 m tumbuh subur di kebun koleksinya di Kendal, Jawa Tengah.

Dua bangkok epal dibeli ketika melawat ke Malaysia. Namun, sampai sekarang tanaman itu belum diperbanyak. Padahal, keduanya sudah belajar berbuah.

“Kualitas buahnya bagus. Rasa tidak berubah karena saya buat lingkungannya semirip mungkin dengan negara asal,” tutur Prakoso.

Sebelum bibit ditanam di lubang sedalam 70 cm, dibenamkan 20 kg pupuk kandang. Pupuk organik itu diberikan agar ukuran buah besar dan lebih manis. Lubang dibiarkan dulu selama 1 sampai 2 hari. Setelah bibit ditancapkan, 1 sendok makan SP36 ditaburkan di sekeliling tanaman. Selanjutnya setiap 10 hari ditabur pupuk buatan dengan kandungan N dan P tinggi untuk merangsang pertumbuhan daun. Menjelang berbuah pupuk diganti dengan yang kandungan P dan K-nya tinggi. Pupuk kandang diberikan setiap 3 bulan sekali, dosis 10 kg disebarkan di sekitar tajuk tanaman.

Panen sedikit

Lantaran bertajuk lebar, jarak tanam dibuat lebih besar agar cabang tidak saling bersinggungan. Idealnya ia ditanam dengan jarak 7 m x 7 m. Cabang pendek dan banyak, sifat khas tanaman farang. Percabangan muncul pada ketinggian 70 cm dari tanah. Dalam 1 tanaman bisa muncul 10 sampai 15 cabang. Uniknya cabang berbentuk segi empat dan kecil seukuran telunjuk, tapi mampu menopang buah berukuran besar. Supaya tanaman tidak roboh sebaiknya ia diberi penyangga.

Saat berbuah pekebun harus melakukan penjarangan karena dalam 1 cabang muncul 2 sampai 3 buah. Pertahankan 1 sampai 2 buah berpenampilan mulus agar ukuran buah maksimal dan cabang tidak patah karena keberatan. Ketika buah seukuran kelereng, bungkus dengan plastik transparan untuk menghindari serangan lalat buah.

Produkstivitas farang relatif rendah. Menurut ayah 2 anak itu, panen pertama hanya 6 sampai 8 buah, berukuran 500 sampai 700 g per buah. Panen kedua mencapai 15 sampai 20 buah; ukuran rata-rata 900 g per buah. Panen berikutnya pekebun bisa memetik 25 sampai 30 buah. Jumlah panen terus meningkat hingga tanaman berumur di atas 10 tahun.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments