Filter biologi jernihkan kolam koi

Tersumbatnya media masalah klasik penggunaan filter sistem saring (mekanis). Hal itu tidak perlu terjadi bila menggunakan filter biologi dengan kombinasi sistem pemusaran air (vortex). Untuk menjernihkan kolam bervolume besar, dibutuhkan sirkulasi air yang besar. Proses …

Tersumbatnya media masalah klasik penggunaan filter sistem saring (mekanis). Hal itu tidak perlu terjadi bila menggunakan filter biologi dengan kombinasi sistem pemusaran air (vortex).

Untuk menjernihkan kolam bervolume besar, dibutuhkan sirkulasi air yang besar. Proses ini sangat sukar diterapkan pada filter mekanis, apalagi dengan model tertutup.

Material tersaring akan segera memampatkan media. Akibatnya filter tidak jalan. “Ini bisa menjadi masalah,” tutur Dani Hutomo Lianto pemilik Mawar 21 Koi Centre di Surabaya. Filter vortex bekerja mengendapkan partikel, kemudian menyempurnakan hasil filtrasi dengan mekanisme biologis.

Pusaran arus

Dalam unit filter biologi sistem vortex, air dari dasar kolam mula-mula masuk pada tabung pertama. Atas prinsip dorongan melingkar tercipta satu pusaran air. Padatan di dalam badan air akan terkonsentrasi pada satu titik di bagian bawah (mengendap).

Prinsip arus putar juga bekerja pada 3 bagian selanjutnya. Namun, bagian ini dilengkapi media tumbuh bakteri berupa spons. Di dalam rongga spons itulah bakteri dipelihara untuk menjalankan fungsi penjernihan.

Untuk menuju ke tabung berikut, air harus melewati mulut pipa yang berada di permukaan tabung. Jadi hanya air dengan sedikit kandungan partikel yang diproses selanjutnya.

Karena datangnya air dari bawah, otomatis penumpukan kotoran berada di media biologi bagian bawah. Oleh karenanya pembersihan lebih praktis melalui arus balik (back wash). Pembersihan filter biologi vortex tidak memerlukan perombakan media. Perawatannya sederhana, “Back wash hanya dilakukan 2,5 bulan secara bergiliran pada setiap bagian,” papar Dani.

Konstruksi filter

Untuk membuat Filter kolam koi vortex dibutuhkan 4 silinder (tabung) kerucut. Konstruksinya dari drum bekas, dikombinasi dengan kerucut beton. Cara lain keseluruhan badan tabung dibentuk dengan konstruksi beton. Diameter masing-masing tabung filter 100cm dengan kedalaman 125cm.

Setiap silinder dihubungkan dengan pipa PVC L berdiameter 5inci. Untuk menopang satu unit filter vortex, dibangun pondasi beton berukuran panjang 400cm, lebar 115cm, dan tebal 15cm.

Air dari dasar kolam dialirkan ke filter melalui pipa PVC berdiameter 4inci, mula-mula masuk ke tabung pertama. Agar sirkulasi air seimbang dibutuhkan pompa berkekuatan 100 liter/menit. Satu unit filter ini mampu menjernihkan air kolam dengan volume 30ton.

Ruang pengendapan

Tabung pertama hanya berfungsi sebagai ruang pengendapan, sehingga tidak diberi media apapun. Tabung ke 2, 3 dan 4, semuanya dilengkapi media hidup koloni bakteri.

Berbagai bahan dapat dipakai untuk media bakteri. Prinsipnya media merupakan materi yang mempunyai permukaan banyak (luas). Memakai spons lebih praktis karena mudah penataannya.

Tidak seperti filter mekanis, pemasangan lembaran spons secara vertikal tidak horizontal. Ketebalan spons 5cm, panjangnya 25cm, dan lebarnya mengikuti lebar penampang tabung. Di antara lembaran spons dipasang plastik gelombang.

Untuk mendukung proses mikrobiologinya, masing-masing tabung diberi aerasi kuat. Untuk mengeluarkan kotoran yang mengendap, bukalah setiap hari kran pengeluran pada masing-masing tabung selama beberapa detik.

Document Last Updated on 17 November 2021

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.