Analisis Sikap Konsumen Teh Botol Sosro Berdasarkan Atribut-Atribut Produk

Teh Botol Sosro | Agricultural Socio-Economics | Mitra Usaha Tani

diperoleh 6 atribut yang benar-benar dipertimbangkan konsumen untuk mengkonsumsi Teh
Botol Sosro; 3) Berdasarkan keyakinan dan evalusai oleh responden maka diperoleh hasil
sikap mahasiswa S1 Fakultas Pertanian Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas
Brawijaya lebih banyak yang netral terhadap Teh Botol Sosro.

Kata Kunci; Sikap konsumen, atribut produk

PENDAHULUAN

Pada era globalisasi sekarang ini, banyak produk baru yang bermunculan di Indonesia.
Sebagai salah satu negara yang sedang berkembang yang memiliki penduduk cukup besar dan
bersifat konsumtif, Indonesia merupakan Negara dengan pasar yang potensial bagi pemasaran
berbagai jenis produk. Berkembangnya berbagai jenis produk di pasaran membuat para
produsen saling berlomba untuk memberikan yang terbaik kepada konsumen. Khususnya
untuk produk langsung konsumsi, banyak produk dengan berbagai merek yang beredar di
pasaran.

Produk langsung konsumsi terdiri dari produk makanan dan produk minuman. Kedua
produk ini merupakan produk yang paling banyak dicari karena berhubungan dengan
kebutuhan konsumen. Khususnya untuk produk minuman, banyak ditemui berbagai produk
minuman dengan berbagai jenis dan merek. Sebagai contoh produk minuman teh, yang semula
produk teh dijual dalam bentuk daun teh kering dan diseduh, sekarang berkembang menjadi
produk teh yang siap minum. Bentuknya juga beragam, mulai dari bentuk serbuk sampai
bentuk cair. Kemasan yang ditampilkan ikut berkembang, jika semula konsumsi teh dalam
kemasan kotak, sekarang sudah ada teh dalam kemasan botol. Produk minuman teh dalam
kemasan botol yang paling dikenal oleh masyarakat adalah Teh Botol Sosro. Hal ini
dikarenakan Teh Botol Sosro merupakan pelopor teh dalam kemasan botol. Munculnya
produk Teh Botol Sosro yang dikemas dalam kemasan botol dapat memudahkan konsumen
untuk mengkonsumsi teh karena konsumen tidak perlu repot untuk menyeduh teh terlebih
dahulu jika ingin menikmati segarnya air teh. Salah satu konsumen Teh Botol Sosro adalah
mahasiswa, hal ini ditunjukkan dengan seringnya menemui mahasiswa yang sedang
mengkonsumsi Teh Botol Sosro di daerah kampus. Mahasiswa cenderung menginginkan
sesuatu yang praktis karena aktivitas dan kesibukannya yang beragam. Agar mendapatkan
tingkat kepuasan tertentu maka mahasiswa lebih memilih teh dalam kemasan botol. Di dalam
mengkonsumsi suatu produk, mahasiswa mengevaluasi apa yang telah dikonsumsinya, mereka
lebih selektif untuk menentukan produk mana yang sesuai dengan keinginannya, juga
dipengaruhi oleh adanya fasilitas dalam memperoleh informasi tentang suatu produk yang
akan dikonsumsi. Sehingga mahasiswa dianggap dapat memilih berbagai produk teh dalam
kemasan botol yang ada di pasaran sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.

Di dalam penelitian ini akan dilihat atribut-atribut apa saja yang membuat konsumen
tetap memilih Teh Botol Sosro sebagai minuman favoritnya. Atribut-atribut tersebut adalah
variabel merek, dengan atribut: image, selera, gaya hidup; variabel mutu produk, dengan
atribut: ketersediaan produk, nama baik perusahaan; variabel sifat produk, dengan atribut: rasa,
volume, manfaat, harga; variabel kemasan, atributnya: tampilan, gambar, warna, kemasan
yang aman; dan variabel label, atributnya: simbol produsen, informasi produk. Dari semua
atribut tersebut difokuskan pada produk Teh Botol Sosro.

.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang dengan
mengambil obyek penelitian dari mahasiswa program S1 Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian.
Penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive). Pemilihan lokasi pada kampus Fakultas
Pertanian Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian karena menurut pengamatan dan survei sementara
dari toko dan kantin dekat lokasi, bahwa produk Teh Botol Sosro paling banyak dicari oleh
konsumen. Pemilihan mahasiswa sebagai responden dikarenakan mobilitas mahasiswa
terhadap informasi yang tinggi dan berpengaruh pada kegiatan konsumsinya. Penelitian
dilaksanakan pada bulan Agustus 2007.

Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Accidental Sampling yang merupakan
teknik pengambilan sampling secara Non Probability dan yang menjadi sampel disini adalah
mahasiswa program S1 Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian yang mau bekerjasama. Sedangkan
sebagai populasinya adalah seluruh mahasiswa program S1 Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang yang pernah mengkonsumsi Teh Botol
Sosro.

Metode pengumpulan data pada penilitian ini ada dua sumber data, yaitu data primer
dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan mengadakan wawancara kepada responden
yang mengkonsumsi Teh Botol Sosro, dengan menggunakan kuisioner. Sedangkan data
sekunder diperoleh dari instansi yang berhubungan dengan data penelitian juga literature yang
berupa pengumpulan bahan informasi baik melalui buku dan internet.

Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif bertujuan untuk mengetahui atau menggambarkan karakteristik
setiap variabel dalam sampel. Karakteristik demografis dapat dilihat dari jenis kelamin, umur,
program studi, angkatan, frekuensi pembelian dalam satu minggu, dan pendapatan (uang saku
satu bulan).

Uji Cochran

Pengukuran dalam perilaku konsumen model multiatribut, maka persoalan pertama
muncul adalah atribut apa saja yang dianggap sah untuk suatu obyek perilaku konsumen. Di
sini kita dapat menyusun berbagai daftar atribut yang sekiranya menurut kita diperlukan untuk
mengukur suatu perilaku konsumen. Tetapi masalahnya apakah atribut-atribut tersebut telah
jelas keabsahannya. Menurut Simamora (2004) dalam Asmara (2009), kalau obyek itu
merupakan merek atau kategori produk, ada dua pengertian yang bisa diberikan. Pertama,
atribut sebagai karakteristik yang membedakan merek atau produk dari yang lain. Kedua,
faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam mengambil keputusan tentang pembelian
suatu merek ataupun kategori produk, yang melekat pada produk atau menjadi bagian produk
itu sendiri. Pada penelitian ini, definisi yang kedua yang dipakai.

Mencari Q hitung dengan rumus sebagai berikut:

Q hit =

(k 1) k C j ( C1)

k j

n

k Σ Rj

j

n

ΣRi

Keterangan: k

Ri

i

= jumlah atribut yang diuji

= jumlah YA pada semua atribut untuk satu responden

C  = jumlah YA pada satu atribut untuk semua responden

n  = jumlah sampel yang diuji berdasarkan strata sosial

Hipotesis yang mau diuji:

Ho : Semua atribut yang diuji memiliki jawaban YA yang sama

Ha : Semua atribut yang diuji memiliki proporsi jawaban YA yang berbeda

Penentuan Q tabel dengan α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = k – 1

Kriteria uji:

Tolak Ho dan terima Ha, jika Q hit > Q tab

Terima Ho dan tolak Ha, jika Q hit < Q tab

Uji Validitas dan Reliabilitas

Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin
diukur. Tujuannya untuk menguji item-item dari pertanyaan yang diberikan melalui kuisioner
dengan jawaban yang diterima (skor total). Apabila diketahui r hitung lebih besar dari 0,05
(taraf signifikan 5%) berarti itu valid. Pengujian apakah suatu item itu memiliki korelasi yang
signifikan dapat diperoleh dengan rumus koefisien korelasi product moment pearson sebagai
berikut:

r _  n(∑xy)~(∑x)(∑y)

Xa ^ n‘x2(∑x)2>>y1(∑y)2J

Keterangan:

r = korelasi product moment pearso

n = banyaknya sampel

x = skor satuan item

y = skor total keseluruhan item

Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana alat pengukur dapat
dipercaya atau dapat diandalkan. Instrumen dapat dikatakan andal bila memiliki koefisien
keandalan reliabilitas sebesar ≥ 0,05 dan sebaliknya bila ≤ 0,05 maka tidak dapat dikatakan
andal. Untuk menguji reliabilitas dapat menggunakan uji alpha cronbach, dengan rumus
sebagai berikut:

Vb2
at

r11

Keterangan:

r11

= reliabilitas instrument

.

k

= banyaknya butir persamaan

.

ab2

= jumlah varians butir

.

at2

= varians total

.

Analisis Sikap Fishbein

Theory of Reasonedd Action oleh Fishbein merupakan metode yang biasa dilakukan
untuk mengukur sikap terhadap atribut tertentu yang didasarkan pada peringkat kepercayaan
dan perasaan.. Dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

n

AB = be

i=1

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.