Analisis Sikap Konsumen Teh Botol Sosro Berdasarkan Atribut-Atribut Produk

Teh Botol Sosro | Agricultural Socio-Economics | Mitra Usaha Tani

Keterangan:

AB = sikap total individu terhadap Teh Botol Sosro

b = kekuatan keyakinan konsumen bahwa Teh Botol Sosro memiliki atribut ke-i

e = evaluasi kepercayaan individu mengenai atribut ke-i

n = jumlah kriteria atribut yang relevan

Langkah awal dapat dilakukan dengan menggunakan model sikap tersebut yaitu
dengan menentukan atribut obyek sikap, pada penelitian ini yang menjadi obyek adalah Teh
Botol Sosro. Kemudian dapat dilanjutkan dengan menganalisis dimensi evaluatif yang
berhubungan dengan setiap atribut (e ), dimana atribut ini menyatakan rasa suka konsumen
terhadap suatu kondisi atribut. Mengenai suatu kepercayaan (b ), itu menyangkut
kemungkinan bahwa produk Teh Botol Sosro memiliki atribut tertentu.

Berdasarkan uraian diatas, untuk memperoleh skor sikap yang perlu diinterpretasi agar
mempunyai arti maka dapat digunakan rumus skala interval seperti berikut:

(m n I

SkalaInterval =     

b

Keterangan:

m = skor tertinggi yang mungkin terjadi

n = skor terendah yang mungkin terjadi

b = jumlah skala penilaian yang digunakan

HASIL DAN PEMBAHASAN

KarakteristikResponden Berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia

Tabel

. Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No

Jenis Kelamin

Jumlah (orang)

Persentase (%)

1

Laki-laki

25

41,67

2

Perempuan

35

58,33

Total (orang)

60

100,00

.

Tabel diatas menjelaskan bahwa responden perempuan lebih banyak dibandingkan
dengan laki-laki, yaitu responden perempuan 35 orang (58,33%) dan laki-laki 25 orang
(41,67%), hal ini dikarenakan lebih banyaknya mahasiswa perempuan dibandingkan
mahasiswa laki-laki. Berdasarkan data tersebut dapat juga dilihat bahwa perempuan lebih suka
mengkonsumsi Teh Botol Sosro karena mahasiswa perempuan lebih suka minuman teh yang
praktis dan menyegarkan, berbeda dengan mahasiswa laki-laki yang tidak terlalu berfikir
sampai ke arah itu. Dari jumlah responden, antara perempuan dan laki-laki tidak jauh beda.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Teh Botol Sosro disukai semua jenis kelamin.

Pembagian responden menurut usia, hal ini dilakukan untuk mengetahui pada usia
berapa yang paling banyak mengkonsumsi Teh Botol Sosro. Berikut ini data responden
berdasarkan usia:

Tabel 2.

Data Responden Berdasarkan Usia

No

Usia (tahun)

Jumlah (orang)

Persentase (%)

1

≤ 20

6

10,00

2

21-22

30

50,00

3

23-24

18

30,00

4

≥ 25

6

10,00

Total (orang)

60

100,00

.

Berdasarkan data dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa yang paling banyak
mengkonsumsi Teh Botol Sosro adalah pada usia 21-22 tahun yaitu 30 orang (50%), bisa
dikatakan setengah dari jumlah seluruh responden. Kemudian dilanjutkan dengan usia 23-24
tahun yaitu 18 orang (30%). Pada usia ≤ 20 tahun dan usia ≥ 25 tahun mempunyai jumlah
yang sama yaitu 6 orang (10%). Hal ini dapat disebabkan, pada usia 21-22 tahun adalah usia
dimana mahasiswa sedang aktif berada dikampus. Jika dihubungkan dengan kegiatan
konsumsinya terhadap Teh Botol Sosro maka usia yang menjadi peringkat satu ini lebih
menyukai Teh Botol Sosro, sehingga mereka mengkonsumsi Teh Botol Sosro hampir di setiap
mereka melakukan kegiatan makan.

Perbandingan antara responden berdasarkan jenis kelamin dan usia, dapat dilihat pada
tabel di bawah ini:

Tabel 3. Data Responden Berdasarkan Jenis

elamin dan Usia

No

Usia
(tahun)

Laki-laki
(orang)

Perempuan
(orang)

Jumlah
(orang)

1

≤ 20

5

1

6

2

21-22

12

18

30

3

23-24

5

13

18

4

≥ 25

3

3

6

Total (orang)

25

35

60

.

Tabel diatas memperlihatkan bahwa pada usia ≤ 20 tahun, responden laki-laki lebih
banyak dari pada perempuan, yaitu laki-laki 5 orang dan perempuan 1 orang. Pada usia 21-22
tahun adalah sebaliknya bahwa responden perempuanlah yang lebih banyak daripada
responden laki-laki yaitu perempuan 18 orang dan laki-laki 12 orang. Pada usia 23-24 tahun
sama seperti usia 21-22 tahun, responden perempuan lebih banyak daripada responden laki-
laki yaitu perempuan 13 orang dan laki-laki 5 orang. Sedangkan pada usia ≥ 25 tahun jumlah
responden perempuan sama dengan responden laki-laki yaitu sama-sama 3 orang. Jika
dihubungkan dengan kegiatan mengkonsumsi Teh Botol Sosro, maka disimpulkan bahwa usia
berapapun yang tercantum pada tabel data, konsumen perempuan yang paling banyak
mengkonsumsi Teh Botol Sosro, kecuali pada usia ≤ 20 tahun.

KarakteristikResponden Berdasarkan Program Studi dan Angkatan

Pembagian program studi dilakukan karena untuk mengetahui bahwa pada jurusan
Sosial Ekonomi Pertanian, mahasiswa program studi manakah yang lebih suka mengkonsumsi
Teh Botol Sosro. Berikut data responden berdasarkan Program Studi:

Tabel 4.

Data Responden Berdasar

kan Program Studi

No

Program Studi

Jumlah (orang)

Persentase (%)

1

Agribisnis

36

60,00

2

PKP

24

40,00

Total (orang)

60

100,00

.

Tabel data di atas menunjukkan bahwa mahasiswa Agribisnis lebih banyak
dibandingkan mahasiswa PKP yaitu 36 orang (60%) untuk mahasiswa Agribisnis dan 24 orang
(40%) untuk mahasiswa PKP, hal ini dikarenakan adanya kemudahan yang dapat dijangkau
pada mahasiswa Agribisnis daripada mahasiswa PKP. Jika dihubungkan dari kegiatan
konsumsinya, dapat dilihat bahwa mahasiswa Agribisnis lebih banyak yang mengkonsumsi
Teh Botol Sosro.

Pembagian responden menurut angkatan dilakukan untuk melihat mahasiswa angkatan
berapa yang paling suka mengkonsumsi Teh Botol Sosro. Berikut data responden
berdasarakan angkatan:

Tabel 5. Data Responden Berdasarkan Angkatan:

No

Angkatan
(tahun)

Jumlah
(orang)

Persentase
(%)

Berdasarkan data di atas, diperoleh
data bahwa mahasiswa angkatan 2003-2004
sebanyak 18 orang (30%); mahasiswa
angkatan 2004-2005 sebanyak 17 orang
(28,33%); dan mahasiswa angkatan 2005-
2006 sebanyak 25 orang (41,67%). Dari hasil
tersebut dapat dilihat bahwa mahasiswa
angkatan 2005-2006 adalah jumlah yang
terbesar, hal ini dikarenakan mahasiswa

1

2003 –

2004

18

30,00

2

2004 –

2005

17

28,33

3

2005 –

2006

25

41,67

Total (orang)

60

100,00

angkatan 2005-2006 mudah ditemui di kampus lalu diikuti dengan mahasiswa angkatan 2003-
2004, juga masih mudah ditemui di kampus karena pada angkatan ini sedang memprogramkan
skripsi. Untuk mahasiswa angkatan 2004-2005, sedikit mengalami kesulitan karena banyak
dari mereka yang sedang melakukan program KKP. Jika dihubungkan dengan kegiatan
konsumsi terhadap Teh Botol Sosro, dapat dilihat bahwa angkatan 2005-2006 adalah angkatan
yang paling banyak mengkonsumsi Teh Botol Sosro

Perbandingan antara responden berdasarkan program studi dan angkatan, dapat dilihat
pada tabel di bawah ini:

Tabel 6. Data Responden

erdasarkan Program Studi dan Angkatan

N
o

Angkatan (tahun)

Agribisnis (orang)

PKP (orang)

Jumlah (orang)

1

2003 – 2004

11

7

18

2

2004 – 2005

9

8

17

3

2005 – 2006

16

9

25

Total (orang)

36

24

60

.

Pada tabel diatas menunjukkan bahwa responden dari mahasiswa Agribisnis dari
setiap angkatan lebih banyak daripada responden mahasiswa PKP seperti yang telah dijelaskan
di awal. Hal ini dikarenakan mahasiswa Agribisnis lebih mudah dijumpai daripada mahasiswa
PKP. Jika dihubungkan dengan kegiatan mereka mengkonsumsi Teh Botol Sosro, dapat
dikatakan bahwa mahasiswa Agribisnis lebih banyak yang suka terhadap Teh Botol Sosro,

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.