Analisis Pemasaran Beras Dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Petani

Pemasaran Beras | Agricultural Socio-Economics | Mitra Usaha Tani

Mochamad Muslich Mustadjab, Budi Setiawan, Cahyaningsih Pamungkas

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan usahatani petani padi, efisiensi pemasaran beras dilihat dari struktur pasar, perilaku pasar dan penampilan pasar, dan faktor-faktor yang mempengaruhi marjin pemasaran, harga di tingkat produsen dan konsumen. Penelitian dilaksanakan di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Data primer terdiri atas 51 petani responden dan 24 lembaga pemasaran, yang meliputi penebas, pedagang pengumpul, pedagang besar, pedagang pengecer, dan pedagang kabupaten. Analisis data meliputi; pendapatan petani, pangsa pasar, konsentrasi rasio (CR4), elastisitas transmisi harga, integrasi pasar, distribusi marjin dan share, serta faktor yang mempengaruhi marjin, harga ditingkat petani dan konsumen (regresi berganda). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pemasaran beras dan gabah di Kabupaten Pati, khususnya di Desa Kayen sangat berpengaruh terhadap tingkat pendapatan petani padi.

Kata Kunci: efisiensi pemasaran, pendapatan petani

Full Text:

PDF

Refbacks

There are currently no refbacks.

 

Copyright (c)

 

PENDAHULUAN

Beras merupakan bahan makanan pokok yang dikonsumsi oleh hampir seluruh penduduk Indonesia. Hasil proyeksi permintaan beras 2001-2004 memperlihatkan bahwa total konsumsi beras pada tahun 2001 sebesar 32.771.246 ton dan pada tahun 2004 sebesar 33.669.384 ton,

yang berarti kebutuhan beras meningkat sekitar 0,19%. Peningkatan kebutuhan akan beras ini harus diimbangi dengan peningkatan produksi beras. Beberapa tahun terakhir ini upaya peningkatan produksi pangan khususnya beras mulai menunjukkan hasil.

Hal ini ditunjukkan oleh hasil proyeksi produksi dan ketersediaan beras 2001-2004 dimana pada tahun 2001 produksi beras sebesar 50.096.486 ton dan ketersediaannya untuk konsumsi sebesar 30.283.326 ton, meningkat sebesar 51.614.460 ton (produksi) dan sebesar 31.200.941 (ketersediaan) pada tahun 2004. Bahkan pada tahun 2005 ini direncanakan Indonesia akan mengekspor 1 juta ton beras yang merupakan surplus produksi 2004 ke Afrika Selatan (Gatra, 2005).

Peningkatan produksi beras ini juga terjadi di salah satu propinsi di Indonesia yaitu propinsi Jawa Tengah. Hal ini dilihat di Kompas (19 April 2005) yang menyebutkan bahwa untuk pertama kalinya propinsi Jawa Tengah mengekspor ke luar negeri dalam jumlah besar, yang mana Perum Bulog Devisi Regional Jawa Tengah menyiapkan 12.500 ton untuk dikirim ke Afrika Selatan. Ekspor ini merupakan hasil surplus yang berasal dari 3 sub divisi regional (subdrive) yaitu subdrive Semarang sejumlah 2.500 ton, subdrive Pati sejumlah 5.200 ton dan subdrive Kedu sebanyak 4.800 ton. Bahkan sebelum ekspor ini, Propinsi Jawa Tengah telah megantarpulaukan beras produksi rata-rata mencapai 6.000 ton tiap bulan.

 

Surplus beras di Jawa Tengah tersebut tidak terlepas dari sumbangan Kabupaten Pati. Seperti yang telah disebutkan sebelumya subdrive Pati turut andil dalam ekspor beras oleh Bulog Devisi Regional Jawa Tengah sebanayk 5.200 ton beras bahkan jumlah tersebut adalah tertinggi diantara kedua subdrive lainnya. Di Kabupaten Pati komoditas beras merupakan komoditas andalan dimana sebagian besar penduduk Pati umumnya dan petani pada khususnya mengusahakan tanaman padi. Sebagian besar lahan persawahan atau areal pertanaman yang terdapat di Pati digunakan sebagai lahan tanam padi dimana luas tanamnya adalah 97.045 hektar dengan produktivitas 45,05 dan produksinya 401.676 ton (BPS Pati, 2003).

 

Mengingat betapa pentingnya sistem pemasaran yang efisien bagi komoditas pertanian khususnya beras yang berpengaruh pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, maka perlu dilakukan penelitian mengenai pemasaran beras.

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Menganalisis pendapatan usahatani petani padi pada berbagai cara penjualan produk yang dilakukan petani, 2) Menganalisis efisiensi pemasaran beras di Kabupaten Pati dilihat dari struktur pasar, perilaku pasar dan penampilan pasar, 3) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi marjin pemasaran beras yang ada di Kabupaten Pati, dan 4) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat harga yang diterima produsen dan tingkat harga yang dibayarkan konsumen

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di wilayah Kabupaten Pati. Lokasi tersebut ditentukan dengan sengaja (purposive), dengan pertimbangan bahwa kabupetan Pati adalah wilayah yang mempunyai produktivitas beras.gabah yang cukup tinggi, sehingga sesuai dengan penelitian yang dulakukan. Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan Agustus 2005. Penelitian mengambil satu kecamatan, yaitu kecamatan Kayen, dengan pertimbangan kecamatan Kayen merupakan sentra produksi padi di kabupaten Pati. Dari kecamatan tersebut kemudian dipilih satu desa, yaitu desa Kayen dengan alasan desa tersebut memiliki produktivitas padi yang cukup tinggi.

 

Jenis data yang digunakan dalam analisis adalah data kualitatif dan kuantitatif yang bersumber dari data primer dan sekunder. Penentuan responden petani dilakukan secara acak sedarhana (simple random sampling) berdasarkan penguasaan luas lahan.

 

Sedangkan responden lembaga pemasaran ditentukan dengan non probability sampling dengan prosedur pengambilan contohnya menggunakan snawball sampling, yaitu pertama bertanya pada petani kepada siapa menjual produknya, kemudian diikuti aliran produk tersebut dengan pedekatan lembaga pemasaran, yang akhirnya didapatkan 24 responden lembaga pemasaran, terdiri dari 7 penebas, 5 pedagang pengumpul, 4 pedagang besar, 3 pedagang pengecer, dan 5 pedagang kabupaten.

 

Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari:

1.Analisis Pendapatan Usahatani Padi

Analisis pendapatan usahatani padi dilakukan dalam tiga langkah, yaitu analisis biaya usahatani padi, analisis penerimaan usahatani padi, dan analisis pendapatan/keuntungan petani padi.

2.Analisis Struktur Pasar

Sedangkan struktur pasar dianalisis dengan mengunakan analisis pangsa pasar, konsentrasi rasio, dan elastisitas transmisi harga. Pangsa pasar di tingkat petani dan pedagang dapat dirumuskan sebagai berikut:

Pangsa pasar = (Luas lahan petani ke-i atau kapasitas produk yang diserap pedagang ke-i )/(Total luas lahan petani atau total kapasitas yang diserap pedagang) Selanjutanya dilakukan analisis CR4 dengan rumus: CR4 = S1 + S2 + S3+ S4

Dimana: CR4 = Concentration Ratio for The Biggest Four, S = Pangsa pasar petani/pedagang Bila nilai CR4 lebih dari 40% menunjukkan bahwa struktur pasar cenderung oligopoli/oligopsoni.

Struktur pasar juga dapat dianalisis melalui analisis elastisitas transmisi harga digunakan model:

Ln Pf = Ln α + β Ln Pr

Dimana, Pf = harga di tingkat produsen (Rp/Kg), Pr = harga di tingkat konsumen (Rp/Kg), α = intersep, β = koefisien elastisitas transmisi harga.

3.Analisis Perilaku Pasar

Perilaku pasar diuji dengan integarasi pasar vertikal yang digunakan untuk melihat apakah informasi harga ditingkat petani dan pedagang sudah sempurna atau belum dan dengan integrasi pasar horisontal yang dilihat dari koefisien korelasi (r) untuk mengetahui apakah ada integrasi pasar atau tidak. Analisis integrasi pasar menggunakan model:

Pr = a + b Pf

Dengan rumus koefisien korelasi (r) sebagai berikut:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.