Inilah Cara Paprika Cebol di Tanam

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Lantaran sosok yang “cebol”, budidaya paprika pax berbeda dengan umumnya. Nutrisi misalnya diberikan lebih sedikit, 400 cc per hari. Pekebun pun harus cermat memilih cabang produksi. Dengan teknologi yang cocok, produktivitas bisa mencapai 2,5-3 kg per tanaman.

Dengan jarak antarruas 8-10 cm, tinggi pax optimal 2 m. Itulah sebabnya, ia bisa hemat nutrisi dan pestisida. Dengan tajuk lebih rapat, pestisida yang disemprotkan efektif menembus ke bagian tanaman.

Kondisi itu jauh berbeda dengan paprika bersosok “normal”. Umumnya paprika ini memiliki tinggi produktif yang dipertahankan sekitar 3 m atau lebih. Hal itu membuat nutrisi yang diberikan lebih banyak. Penampilan tanaman yang tinggi juga menyulitkan pekebun melakukan perawatan. Akibatnya cracking atau pecah buah banyak dijumpai. Buah yang dihasilkan jadi tidak lolos seleksi.

Lampu 5 watt

paprika mini
Mudah dipetik dan hemat nutrisi

Sayangnya, di balik kelebihan pax terdapat kendala yang membuat pekebun terpeleset. ’’Benih pax butuh kelembapan 60%. Jika tidak terpenuhi, ia tidak tumbuh, melainkan mati,” ucap Ir. Johaan Maats, BSc, pekebun pax di Parongpong, Bandung. Kondisi itu diperburuk akibat cuaca yang mudah berubah.“Kelembapan rendah atau terlalu tinggi ngga bagus buat pax,” ucap direktur PT Sumber Tani Mukti Internasional itu.

Untuk menyiasati ia membikin lemari khusus untuk penyemaian berukuran 1 x2x 1,5 m. Setiap sisi ditutup kawat ram berlapiskan plastik. Di dalam lemari ditambahkan pula lampu 5 watt.

Siang hari saat kelembapan dalam lemari sekitar 30%, benih cukup disemprot air biasa 2-3 kali dengan spray. Yang penting media tetap basah. Namun, di kala kelembapan mencapai 70-80% di malam hari, lampu 5 watt dipakai sebagai pemanas. Dengan cara itu, akar yang mulai tumbuh tidak kekeringan di siang hari dan tidak membusuk lantaran kelebihan air di waktu malam.

Perlakuan itu terus dipertahankan selama 2-3 minggu sampai bibit mengeluarkan 2 helai daun. Ia kemudian dipindah ke polibag diameter 15 cm yang juga berisi arang sekam. Setiap polibag diisi 2 bibit pax. Bibit dibiarkan tumbuh selama 3-4 minggu sampai mencapai tinggi sekitar 10 cm atau memiliki 4 helai daun. Selama itu, bibit disemprot air 2-3 kali sehari.

Pupuk khusus

paprika
Setiap tangkai disisakan 8 daun

Setelah bibit berumur 2 bulan, bersama polibag ia “tanam” dalam siap yang ditata di atas batako. Siap produksi Joro itu berupa plastik lonjong, panjang 1 m, dan berkapasitas sampai 10 liter. Kedua sisi siap perlu dilubangi agar porous sehingga air tidak mengenang.

Media siap yang dipakai berupa arang sekam. Penambahan bahan lain seperti pupuk kandang justru merusak komposisi nutrisi pax. Unsur hara diperoleh dengan menggunakan nutrisi khusus paprika, Joro AB mix.

Asupan nutrisi itu diberikan selama 8 bulan melalui emiter yang masing-masing berjarak 30 cm dari pipa PE. Pipa itu terhubung dengan tangki nutrisi kapasitas 1.000 liter di luar greenhouse.

Setiap tanaman membutuhkan 400 cc nutrisi per hari. Ia diberi secara bertahap, 3 kali saat penghujan, dan 8 kali pada kemarau. Namun, seringkah aliran nutrisi diberi berlebih dari 400 cc agar media siap tetap lembap. “Yang utama tidak terlalu basah. Pagi sekitar 10%, siang 30-40%, dan sisanya sore. Kepekatannya dipertahankan sekitar 2,3,” jelas alumnus Sekolah Pertanian Larenstein, Belanda itu.

Sejak berumur 3 bulan, seminggu sekali ruas ke-2 dari cabang sekunder diwiwil. Ia hanya disisakan 3 helai daun lantaran setiap cabang hanya dipertahankan 1 buah. Jika tidak diwiwil, pax akan melebar ke samping seperti cabai. Buah pun akan muncul menjauhi batang utama. Akibatnya cabang sekunder patah.

Hama thrips tetap ancaman utama pax. Untuk mengatasinya ia perlu disemprot Agrimec berdosis 0,25g/l dan Confidor 0,1 cc/1. Pemberian dilalaikan berselang-seling setiap 2 kali per minggu. Namun, jika populasi thrips meningkat, disemprot 3 kali per minggu.