Intensif, Rp15-juta Per/Ha dari Budidaya Kemiri

biji kemiri
Percepat masa dormansi dengan mekanis dan kimiawi

Kemiri Aleurites moluccana memang menguntungkan jika dibudidayakan. Lihat saja Mochtar Sanusi di Soppeng, Sulawesi Selatan. “Setiap tahun kebun kemiri saya menghasilkan Rp 15-juta sampai Rp20-juta,” paparnya kepada Trubus. Padahal, ia hanya memiliki 74 pohon yang ditanam di lahan seluas hampir 5.000 m2.

Ia tak menduga jika kebun yang dibuka 9 tahun lalu itu bisa berproduksi baik. Apalagi sebelum ditanami kemiri lahan itu gersang. “Hanya ditumbuhi semak dan alang-alang,” ucapnya. Namun, dengan perawatan intensif setiap pohon kini mampu menghasilkan 30 sampai 40 kg kering/tahun.

Daerah terlindung

Kemiri tanaman bandel. Ia toleran terhadap berbagai tipe tanah dan iklim. Bahkan di tempat berpasir, di tanah berbatu, atau tebing curam yang miskin unsur hara pun tetap tumbuh baik. Itu lantaran sistem perakaran kuat dan progresif. Ia mampu menyerap air tanah dan unsur hara dalam lingkungan luas. Namun, karena berbatang rapuh, ia harus ditanam di daerah terlindung dari hembusan angin kencang.

Mula-mula lahan dibersihkan dari pohon, semak, alang-alang, dan tunggul tanaman keras yang mengganggu. Setelah itu lahan dibajak atau dicangkul dan digemburkan. Lalu ditata menurut topografinya. Jika tanah berbukit, miring, atau berlereng, pengolahan dilakukan secara kontur, yaitu melintang terhadap lereng dengan sistem teras.

Di lahan datar pembuatan lubang tanam menggunakan pola bujursangkar atau segitiga. Pola tanam segitiga menampung tanaman lebih banyak dibanding bujursangkar dan tetap menjamin tajuk tanaman tidak bersinggungan. Pada lahan miring atau berlereng, pol? uinam mengikuti kontur setelah teras terbentuk.

Lubang tanam 60 cm x 60 cm x 60 cm hingga 80 cm x 80 cm x 80 cm. Pada lahan datar jarak antarlubang 8 mx8 m; miring, 10 m x 10 m. Tambahkan pula pupuk kandang atau kompos matang sebanyak 10t sampai 20 kg per lubang tanam. Beberapa hari sebelum penanaman tambahkan NPK 100 sampai 125 g/lubang.

Dormansi mekanis

bibit kemiri
Kendala penanaman : mendapat bibit seragam

Kemiri biasanya diperbanyak dengan biji. Biji berasal dari pohon induk yang sehat, pertumbuhan normal, berumur minimal 10 tahun, dan berproduksi tinggi. Pilih biji sehat, tidak cacat, pipih, memiliki keping lembaga putih, dan berbobot 80 sampai 90 butir/kg. Syarat lain, biji diambil dari buah matang pohon, tandanya kulit buah cokelat. Daya kecambahnya tinggi, 80 sampai 90%.

Menyemai kemiri kendala besar. Apalagi untuk menghasilkan bibit dengan pertumbuhan seragam. Tebal dan kerasnya tempurung menghambat penyerapan air ke dalam lembaga. Padahal, air dibutuhkan untuk perkembangan embrio.

Embrio pun sulit memecahkan tempurung untuk memunculkan kecambah. Terhambatnya perkembangan embrio dalam waktu lama menimbulkan kerusakan mekanis, fisiologis, atau biologis. Ini terjadi akibat meningkatnya kadar asam absisik (ABA) pada kotiledon biji. Karena itu benih perlu diberi perlakuan pendahuluan untuk memecahkan masa dormansi. Di antaranya secara mekanis, kimiawi, atau pemanasan.

Cara mekanis, memukul atau mengetok biji sampai retak dan dikikir/ diasah. Teknik lain, merendam dalam larutan H2SO4 pekat (96%) selama 15 menit atau KNO, (0,2%) selama 30 menit. Cara lain biji dipanaskan lalu disiram air sesegera mungkin.

Pemanasan biji dilakukan dengan menebar benih merata di atas pasir, ditutup alang-alang setebal 2 cm, lalu dibakar. Bisa pula dengan menjemur benih di bawah terik matahari. Dalam keadaan panas biji disiram air agar tempurung retak.

Atau masukkan biji ke dalam 4 lapis kantong plastik transparan. Ikat ujung kantong lalu letakkan di atas atap rumah. Biarkan dalam kondisi hujan dan panas selama 15 sampai 20 hari sampai seluruh tempurung retak. Perlakuan ini dapat menghasilkan daya kecambah hingga 100%.

Penyiraman harus rutin

lahan kemiri
Kemiri adaptif di berbagai tempat

Setelah tempurung retak, benih disemai di bak pasir atau bedeng semai. Bedeng semai berupa campuran tanah dan pasir dengan perbandingan 1:2 atau tanah dan kompos 1:3. Bagian atas bedengan dilapisi pasir setebal 2,5 sampai 5 cm. Untuk menghindari hama tanah, media semai dicampur insektisida Furadan atau Curatter.

Benamkan benih sedalam 1,5 cm atau 2/3 bagian biji. Posisi biji miring 15°, bagian runcing menghadap ke atas. Tujuannya agar pertumbuhan dan perkembangan akar sempurna. Jarak antarbiji 10 cm x 10 cm atau 20 cm x 20 cm. Setelah itu tutup permukaan bedengan dengan jerami, alang-alang, atau serbuk gergaji untuk menjaga kelembapan. Untuk menghindari kekeringan, siram bedengan setiap hari. Biasanya setelah 15 sampai 30 hari, benih mulai berkecambah.

Setelah mencapai tinggi 5 sampai 10 cm pada umur 2 minggu, bibit dipindahkan ke polibag. Medianya campuran topsoil, kompos atau pupuk kandang, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1, Untuk melengkapi unsur hara, tambahkan 2 sampai 3 kg TSP per m3 media semai. Tempatkan polibag di bawah naungan dan siram setiap hari. Keping biji yang menempel pada batang dibuang untuk menghindari pembusukan. Bibit di polibag dipindahkan ke lahan setelah ber aur 3 sampai 4 bulan dari semai. Pada saat itu tinggi bibit 25 sampai 30 cm, batang mulai berkayu dengan diameter 0,8 sampai 1 cm.

Pemupukan dan penyiangan tanaman gulma

Tanam bibit pada pagi atau sore untuk mengurangi penguapan. Letakkan bibit di tengah lubang tanam. Tanggalkan polibag secara hati-hati agar bola tanah akar tetap utuh. Tutup dengan tanah galian dan padatkan. Penanaman tidak boleh terlalu dalam, cukup sebatas leher akar.

Agar kelembapan perakaran terjaga, tanah di sekitar bibit ditutup mulsa rumput kering atau jerami. Bibit juga diberi peneduh daun kelapa atau alang-alang agar terlindung dari sengatan matahari langsung. Peneduh tetap terpasang hingga tanaman berumur 4 sampai 6 bulan.

Satu bulan setelah tanam, kondisi tanaman dikontrol. Lakukan penyulaman bila ada tanaman yang mati atau tidak tumbuh baik. Siangi gulma dan rumput liar setiap 1 sampai 2 bulan pada tahun pertama dan 6 bulan sekali pada tahun berikut. Penyiangan dilakukan intensif sampai tanaman berumur 3 sampai 4 tahun.

Pemupukan dilakukan 6 bulan atau setahun sekali dengan dosis sesuai rekomendasi (lihat tabel). Agar mudah diserap akar, pemupukan menjelang dan pada akhir musim hujan.

Tanaman cepat berbuah bila dipangkas secara periodik. Pangkas cabang-cabang berdesakan, bersinggungan, atau tumbuh di tempat yang tidak diinginkan. Cabang lemah, rusak, atau sakit, serta tunas air juga perlu dibuang.

Jika terserang hama penggerek batang, penggerek buah, atau kutu putih, semprotkan insektisida setiap 7 sampai 10 hari. Dosis sesuai anjuran. Fungisida disemprotkan bila tanaman terserang cendawan seperti Phythoptora palmivera, Phythium sp, Colletotrichum gloeosporioides, Rigidoporus microporus, atau Ustulina deusta. Interval penyemprotan 5 sampai 7 hari sekali dengan frekuensi 3 kali. Setelah itu melihat kondisi tanaman.

Kemiri berbuah pada umur 3 sampai 4 tahun dan berlangsung sepanjang tahun. Pohon yang tumbuh prima menghasilkan 10 kg biji kupasan pada panen perdana. Hasil panen terus meningkat sejalan bertambahnya umur. Produksi stabil setelah berumur di atas 10 tahun, 35 sampai 50 kg/pohon. Bila dirawat baik masa produktif hingga di atas 50 tahun.

Panen dilakukan terhadap buah dengan kematangan 75 sampai 80%. Ini ditandai kulit buah berwarna cokelat atau kehitaman, tetapi masih menggelantung di pohon. Umur bunga sampai buah siap panen berkisar 6 bulan.

Syarat tumbuh

 Ketinggian  0 – 800 m dpi
 Jenis tanah  

latosol,regosol,andosol, aluvial

 Tekstur tanah  

lempung liat,

lempung berpasir

 Tebal solum  1 m
 Suhu  20-27°C
 Kelembapan  75-80%,
 pH tanah  6,0 sampai 6,5
 Curah hujan  

1.000 sampai 2.500 mm/

tahun

 Hari hujan  80 sampai 110 hari/tahun

 

Last Modified: 3rd Jan 2021