Jambu Citra & cincalo Unggulan Indonesia Diekspor Thailand

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Thailand kembali menunjukkan keperkasaannya di dunia buah tropis. Jambu air citra dan cincalo yang dibanggakan Indonesia, sejak 1997 telah menjadi andalan ekspor mereka. Padahal di Indonesia, jambu citra baru dirilis sebagai buah unggul pada 1 Desember tahun itu. Sampai saat ini belum terdengar ada investor kita yang tertarik mengembangkannya dalam skala komersial.

Berbeda dengan di Indonesia, di Negeri Gajah Putih jambu cincalo dan citra memang telah dikembangkan secara komersial. Mula-mula Wichien Waronsari yang membawa dan mengembangkan bibit jambu cincalo ke Thailand pada November 1995 . Pada 1996 giliran Khunlong Thongsamsi memasukkan dan mengembangkan citra di Provinsi Rajburi.

Memang semula Wichien Waronsari membanggakan jambu manalagi alias cincalo sebagai citra. Namun, hasil panen jambu air milik Khunlong pada 1997 membuktikan, jambu air milik Wichien berciri sama dengan cincalo dan jambu milik Khunlong berciri sama dengan citra. Akhirnya keduanya sepakat menetapkan kedua jambu tersebut sebagai unggulan baru. Nama populer di kalangan eksportir pun sampai saat ini disebut ‘manalagi” untuk cincalo dan “citra”.

Varietas Yang Cepat beradaptasi

Citra milik Khunlong berkualitas prima. Ukurannya besar dan manis. Bahkan lebih besar dan lebih manis dibanding citra di Indonesia. Warnanya pun lebih merah. Tak heran jika pasar lokal dan ekspor menyambut positif. Memang untuk urusan jambu air, Khunlong telah berpengalaman. Sebelumnya selama 10 tahun ia pun sukses mengebunkan dan mengekspor jambu petch-nampheung, jambu air lokal yang juga menjadi andalan ekspor mereka.

Semula Khunlong hanya membawa 50 batang bibit citra saja sebagai pucuk batang atas. Bibit-bibit ini kemudian diperbanyak secara side grafting (sambung sisi»dengan batang bawah dari jenis petch-samphran miliknya. Kini ia memiliki lebih dari 2.000 pohon hasil sambung pucuk.

Hasil perbanyakannya dikebunkan dalam jarak tanam 3,5m x 3,5m dan 4,5m x 4,5m. Menurut Khunlong. budidaya citra Jambu air petch-sampran, andalan ekspor Thailand dengan mutu bulan November-Desember

lebih mudah daripada petch-samphran Bahkan, “Tanamannya cepat beradaptasi dan lebih tahan terhadap serangan hama penyakit,” lanjut ketua asosiasi eksportir Provinsi Rajburi ini menuturkan pengalamannya.

Karena itu hanya dalam 18 bulan Khunlong sudah memperoleh panen perdananya. Pada Februari 1999 jambu citranya telah dijual dengan harga 80Baht-100 Baht per kg franco kebun. Lebih mahal dibandingkan jenis unggul lain yang “hanya” berkisar 60Baht-80Baht per kg franco kebun. Tak hanya itu, sekitar 2% hasil sambung puncuknya pun memunculkan clone baru. Bobot buahnya lebih besar, lebih panjang dan ramping mirip lonceng. Karena itu Khunlong pun sangat optimis jambu Citra produksinya menjadi andalan ekspor yang menjanjikan. Optimisme Khunlong bukan tanpa alasan. Pengalaman Berpuluh tahun sebagai eksportir mangga dan kelapa pan zanwangi meyakinkannya. Hasil temuannya ini pulalah yang mengantarkannya menjadi petani hortikultura teladan nasional tahun 1999.

Sejak 1997

Di Thailand citra dan cincalo telah sukses dikebunkan dalam skala komersial sejak 1997. Bahkan kini di Provinsi Damnoensaduek dan Rajburi bisa dijumpai sentra produksi dan sentra bibit bersertifikat. Panen kedua jambu itu berlangsung selama 7 bulan, dari Desember sampai Juni. Kelemahan kedua jambu ini di Indonesia berupa buah mudah pecah dan agak kesat rasanya, di sana bisa diatasi. Mereka melakukan pengaturan air, pemupukan, dan pemanenan yang tepat.

Selain citra dan cincalo, Thailand juga masih mengandalkan 7 jenis jambu air lainnya untuk dilempar ke pasar ekspor (lihat tabel 1). Enam jenis asli Thailand, dan satu lagi dari Malaysia. Jambu-jambu air ini diekspor ke Hongkong, Taiwan, Singapura, Eropa, Amerika, dan Jepang. Di negara-negara tersebut harga jualnya memang bisa 2-3 kali lipat harga lokal. Bahkan khusus di pasar Hongkong, pada akhir tahun nilainya sampai 20 kali lipat. Thai-Hong Co. Ltd., eksportir terbesar, mengekspor jambu air paling banyak Maret – Mei tiap tahun. Padahal jambu air bisa dipanen sepanjang tahun sesuai jadwal panen di sentra-sentra produksinya.

Pada Maret hingga Mei, Thai-Hong mengekspor 1.000- 1.500 karton per hari. Paling sedikit perusahaan ini mengekspor 300-400 karton per hari. Tiap karton berisi 50-55 buah, dengan bobot total sekitar 9kg per karton. Untuk bisa diekspor, buah harus mulus, bersih, warna bagus, seragam, dan manis rasanya. Masing-masing buah dibungkus kertas putih lalu dimasukkan karton yang telah diberi alas cacahan kertas koran. Untuk menghindari gesekan antarbuah, di sela-sela buah juga diberi cacahan kertas koran.

Sentra produksi jambu air andalan ekspor Thailand tersebar di 5 provinsi. Mulai dari Rajburi, Kanchanaburi, Petchburi, Nakornpathom, sampai Samutsakhorn. Total luas lahan sampai 1998 sudah mencapai lebih dari 4.700 ha.

 

Karakteristik Jambu Air Andalan Ekspor Thailand
JenisAsalBentukWarnaDiamerPanjangBobotKepadatanKadar KemanisanJumlah Biji
ThunklaoThailandPanjangHijau muda5,728,2798,326,57,6Tidak ada-1
Petch-  nampheungThailandPanjangMerah, pangkal pink5,438,72110,206,710,0Tidak ada
Petch-samphranThailandLoncengHijau, garis pink6,657,29121,006,210,4Tidak ada-3
Petch-sairungThailandLoncengHijau  semburat pink6,047,18120,106,011,03-Jan
Petch-chindaThailandPanjangHijau muda cuping pink6,007,69102,308,38,2Tidak ada-5
Petch-banpaewThailandLoncengHijau muda6,00-7,006,50-7,50120-1308,49,0-10,0Tidak ada
Manalagi  (cincalo)IndonesiaLoncengMerah6,008,82110-1208,49,0-10,0Tidak ada
CitraIndonesiaPanjangMerah tua6,00-6,509,00120-13010,212,0-13,0Tidak ada
Number OneMalaysiaLoncengHijau, garis pink6,218,01112,126,510,8Tidak ada