Senna siamea Si penakluk Kaki Gajah

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Anda tentu pernah berkemah di lapangan terbuka. Nyamuk pasti banyak di sana. Jika Anda tidak tahan gigitannya, bakarlah daun johar kering. Serangga pengisap darah itu pasti kabur atau berjatuhan mati. Daun johar Cassia siamea memang banyak digunakan sebagai bahan baku obat antinyamuk. Alkaloid yang terkandung dalam daun dan ranting johar bersifat toksik.

Racun tanaman johar belum diketahui secara pasti. Namun pernah terjadi babi yang diberi pakan ranting muda dan polong buah johar mati keracunan. Para herbalis justru memanfaatkan tanaman johar baik bunga, daun, batang, dan akar dalam pengobatan tradisional. R. Broto Sudibyo di Yogyakarta, misalnya, meresepkan daun johar bersama kulit pohon pule dan kunyit untuk mengatasi penyakit kaki gajah. “Daun johar yang direbus mengeluarkan alkaloid berasa sangat pahit sehingga mematikan cacing penyebabnya,” ungkap Broto.

Tidak berlebihan bila Wilkens di Surakarta pada harian Indische Dagbladen Juni 1917 sebagaimana tertuang dalam Tumbuhan Berguna Indonesia karya K Heyne, menganjurkan penggunaan teh johar untuk malaria. Segenggam daun muda direbus dengan 6 cangkir air hingga tinggal 3 cangkir. Hasil rebusan diminum 3 kali sehari. Bila si penderita agak sehat, pengobatan dikurangi menjadi 2 cangkir. Lalu bila kesehatannya sudah normal, selama beberapa hari cukup minum 1 cangkir/hari.

Penyakit Kaki gajah

serangan kaki gajah
Filariasis limfatik

“Gejala yang timbul pada penyakit kaki gajah berupa demam berulang akibat peradangan kelenjar dan saluran getah bening,” tutur dr Setiawan Dalimarta. Pada stadium lanjut, kaki gajah menyebabkan cacat anggota tubuh, seperti pembengkakan kaki, lengan, payudara dan scrotum (kantung buah zakar) pada laki-laki.

Kaki gajah atau filariasis, timbul akibat cacing filaria masuk pada kelenjar dan saluran genah bening. Sel darah bening tersumbat sehingga aliran dari kaki
ke organ tubuh bagian atas terhenti. Di Indonesia dijumpai 3 jenis filariasis yaitu Filariasis bancofti disebabkan cacing Wuchereria bancroftv, F. malayi, cacing Brugia malayi’, F. timori, cacing Brugia timori. Penyakit ini menular melalui gigitan nyamuk yang sebelumnya mengisap darah penderita. Pengobatan masai menggunakan tablet filarzan (diethylcarbamazine citrate atau DEC).

Daun johar digunakan untuk menyembuhkan kaki gajah lantaran salah satu senyawa yang dikandungnya bersifat antipiretik, yakni meredam panas. Oleh karena itu ia bisa menghilangkan panas berulang sebagai gejala dari penyakit kaki gajah. Alasan digabung dengan kulit pule “Hanya sebagai penguat rasa pahit, sebab, kulit pule juga berasa pahit. Sedangkan kunyit untuk antiseptik, pencegah bakteri,” tutur Broto.

Beragam khasiat tanaman johar

tanaman johar
khasiat tanaman johar

Sebetulnya, “Johar mampu mengobati malaria, kencing manis, serta obat luar untuk gatal-gatal dan kudis,” jelas Setiawan. Sebab, banyak senyawa yang terkandung di daun, akar dan biji johar. Di antaranya dalam daun terdapat barakol, alkaloid, safonin, flavonoida, steroid antrakinon. Di dalam kulit akar terdapat lupeol, betalin, dan diantrakinon. Sedangkan biji mengandung minyak lemak dan sitosterin.

Senyawa-senyawa itu ada yang bersifat antipiretik dan tonik. Ampuh untuk mengobati kudis karena mempunyai sifat antibakteri Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan Proteus vulgaris. Selain itu johar bersifat hepatoprotektif yang melindungi kerusakan hati dari bahan kimia.

Di dalam Medicinal Plants in Thailand disebutkan kayu dan daun muda mengandung anthraquinone glysida yang bersifat tranquilizer (penenang), antipiretik (pereda demam), laksatif (pencahar), dan diuretik (peluruh air seni). Bunganya yang berwarna kuning menyala, selain untuk penenang dan peluruh, juga antihipertensi. Lalu ekstrak daun muda dan bunga dapat menurunkan ketegangan sistem syaraf pusat.

Di Thailand johar dimanfaatkan untuk menurunkan darah tinggi, kencing manis, penurun panas, dan minuman kesehatan. Dosis yang dianjurkan: 2-3 genggam daun muda direbus dalam 1-1,5 gelas air dan sedikit garam. Minum sehari sekali sebelum sarapan. Jadi, tanaman berkayu keras yang tak bisa digergaji dan dipotong itu tidak hanya untuk menghiasi trotoar.