Benih Tanaman Dan Kedaulatan Pangan

Food Sovereignty | Artikel | Mitra Usaha Tani

Pangan adalah salah satu komoditas paling penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, kedaulatan pangan sangat penting bagi sebuah negara. Kedaulatan pangan berarti negara memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam jumlah yang cukup untuk seluruh penduduknya. Kedaulatan pangan juga berarti bahwa negara memiliki kemampuan untuk mengatur produksi, distribusi, dan konsumsi pangan secara efektif.

Pangan adalah sumber energi dan nutrisi yang diperlukan untuk menopang kehidupan manusia. Oleh karena itu, kedaulatan pangan sangat penting bagi sebuah negara. Kedaulatan pangan berarti negara memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam jumlah yang cukup untuk seluruh penduduknya. Kedaulatan pangan juga berarti bahwa negara memiliki kemampuan untuk mengatur produksi, distribusi, dan konsumsi pangan secara efektif.

Pangan merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan kesejahteraan sosial dan ekonomi suatu negara. Jika suatu negara dapat menjamin ketersediaan pangan dalam jumlah yang cukup, maka negara tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan penduduknya. Sebaliknya, jika suatu negara mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan, maka negara tersebut akan mengalami masalah sosial dan ekonomi.

Untuk menjamin kedaulatan pangan, sebuah negara harus memiliki kemampuan untuk mengatur produksi, distribusi, dan konsumsi pangan. Produksi pangan harus dapat diatur dengan baik agar dapat memenuhi kebutuhan pangan dalam jumlah yang cukup. Distribusi pangan juga harus diatur dengan baik agar pangan dapat tersedia di seluruh wilayah negara. Konsumsi pangan juga harus diatur agar pangan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

Kedaulatan pangan sangat penting bagi sebuah negara. Kedaulatan pangan berarti negara memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam jumlah yang cukup untuk seluruh penduduknya. Kedaulatan pangan juga berarti bahwa negara memiliki kemampuan untuk mengatur produksi, distribusi, dan konsumsi pangan secara efektif.

Masyarakat kasepuhan di Jawa Barat, Badui di Banten, Sedulur Sikep di Jawa Tengah, dan masyarakat tradisional lain memiliki pandangan luhur terhadap alam. Mereka memandang pertanian adalah budaya tanaman pangan sebagaimana yang seharusnya (agriculture), tidak sebatas upaya manusia memproduksi pangan dan pakan yang sering kali direduksi sekadar komoditas perdagangan. Pertanian budaya menghormati tanah sebagai ibu, langit sebagai ayah, dan benih sebagai anak.

Ibu adalah makhluk yang harus dihargai, diperlakukan dengan sopan dan dikelola dengan arif. Pemberian pupuk kimia berlebihan, penggunaan racun hama yang masif, pengolahan tanah tanpa mempedulikan kaidah konservasi merusak ibu. Akibatnya ibu semakin kesulitan memberikan peran dan andilnya bagi pemenuhan kebutuhan makhluk hidup di dalamnya dan manusia yang menghuni di atasnya.

Benih Tanaman Berkualitas Unggul

Tanaman pangan adalah sebutan untuk seluruh tanaman yang ditanam untuk dijadikan makanan. Sebagian besar tanaman pangan ditanam untuk dijadikan bahan pangan utama seperti beras, jagung, dan gandum, sedangkan sebagian lainnya dijadikan bahan pangan selingan seperti sayuran dan buah-buahan.

Tanaman pangan biasanya ditanam di daerah dengan iklim yang cocok, seperti di dataran rendah yang lembap, di daerah pegunungan yang sejuk, atau di daerah pantai yang beriklim tropis. Tanaman pangan juga ditanam secara monokultur atau polikultur. Monokultur adalah metode penanaman dimana hanya satu jenis tanaman ditanam dalam areal yang sama, sedangkan polikultur adalah metode penanaman dimana beberapa jenis tanaman ditanam secara bersamaan dalam areal yang sama.

Pada zaman dahulu, masyarakat Indonesia hidup dengan mengandalkan hasil pertanian sebagai penghasil pangan utama. Oleh karena itu, mereka mengenal berbagai jenis tanaman pangan dan mampu menanamnya dengan baik. Namun, seiring berjalannya waktu, masyarakat Indonesia mulai bergantung pada impor pangan dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pangan harian.

Hal ini tentu saja sangat membahayakan, apalagi jika negara-negara pengekspor pangan tersebut mendadak mengalami masalah, seperti bencana alam atau perang. Oleh karena itu, penting untuk mengembalikan kegiatan penanaman pangan di Indonesia, sehingga kita tidak lagi bergantung pada impor pangan dari luar negeri.

Contoh tanaman pangan

Tanaman pangan adalah salah satu komponen yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Tanaman pangan memberikan manusia dengan nutrisi yang diperlukan untuk menopang hidup mereka. Tanaman pangan juga memainkan peran penting dalam ekosistem karena mereka menyediakan makanan bagi berbagai hewan dan menjaga keseimbangan alam.

Tanaman pangan terdiri dari berbagai jenis. Contoh tanaman pangan yang paling umum adalah tanaman sorgum, jagung, gandum, padi, dan jenis-jenis kacang-kacangan. Jagung adalah tanaman pangan yang sangat umum di Indonesia.

Jagung digunakan untuk membuat berbagai macam makanan, seperti nasi jagung, mie jagung, dan bakso jagung. Gandum adalah tanaman pangan yang juga sangat umum di Indonesia. Gandum digunakan untuk membuat berbagai macam makanan, seperti roti, kue, dan pasta.

Padi adalah tanaman pangan yang sangat penting di Indonesia. Padi digunakan untuk membuat nasi, mie, dan berbagai macam kue. Kacang-kacangan adalah jenis tanaman pangan yang juga umum di Indonesia. Kacang-kacangan digunakan untuk membuat berbagai macam makanan, seperti kue kacang, nasi kacang, dan bakso kacang.

Tanaman pangan serealia

Serealia adalah kelompok tanaman yang termasuk dalam golongan gramineae atau rumput-rumputan. Serealia berasal dari daerah tropika dan subtropika. Pada umumnya, serealia tumbuh di daerah dengan iklim sedang hingga panas dan curah hujan sedang.

Serealia digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu serealia utama dan serealia sekunder. Serealia utama adalah serealia yang mempunyai nilai gizi tinggi dan sering dikonsumsi sebagai bahan pangan. Sedangkan serealia sekunder adalah serealia yang mempunyai nilai gizi rendah dan sering dikonsumsi sebagai bahan pakan ternak.

Serealia utama yang biasa dikonsumsi sebagai bahan pangan di Indonesia antara lain beras, jagung, gandum, dan sorghum. Beras merupakan serealia utama yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia. Jagung dan gandum menduduki peringkat kedua dan ketiga dalam hal pangsa pasar serealia di Indonesia.

Serealia utama yang biasa dikonsumsi sebagai bahan pakan ternak di Indonesia antara lain kacang hijau, kacang tanah, dan kedelai. Kacang hijau dan kacang tanah menduduki peringkat pertama dan kedelai menduduki peringkat ketiga dalam hal pangsa pasar serealia sekunder di Indonesia.

Sedangkan Kedaulatan pangan adalah sebuah konsep yang menekankan hak asasi manusia untuk mendapatkan akses yang layak terhadap makanan yang bergizi dan aman. Kedaulatan pangan juga berarti bahwa setiap negara berkewajiban untuk memastikan ketersediaan pangan bagi penduduknya.

Kedaulatan pangan juga merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kemampuan suatu negara untuk menjamin ketersediaan pangan bagi penduduknya. Kedaulatan pangan juga dapat diartikan sebagai kemampuan suatu negara untuk mengendalikan seluruh aspek yang terkait dengan pangan, mulai dari produksi hingga distribusi.Konsep ini dikembangkan oleh organisasi-organisasi internasional seperti PBB, FAO, dan WTO.

Pangan merupakan salah satu komoditas yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, kedaulatan pangan menjadi sebuah isu yang cukup sensitif dan penting untuk dibahas.

Beberapa faktor yang dapat mengancam kedaulatan pangan suatu negara antara lain:

  1. Fluktuasi harga komoditas pangan
    Harga komoditas pangan yang tidak stabil dapat menyebabkan kesulitan bagi negara untuk menjamin ketersediaan pangan bagi penduduknya. Harga yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kelaparan, sedangkan harga yang terlalu rendah dapat menyebabkan kerugian bagi petani dan produsen pangan.
  2. Impor pangan
    Suatu negara yang tergantung pada impor pangan cenderung rentan terhadap ancaman kedaulatan pangan. Hal ini dikarenakan negara tersebut tidak dapat menjamin ketersediaan pangan bagi penduduknya jika terjadi gangguan atau masalah pada impor pangan.
  3. Kondisi iklim
    Kondisi iklim yang tidak menentu dapat menyebabkan gangguan pada produksi pangan. Hal ini dapat menyebabkan ketersediaan pangan menjadi tidak mencukupi bagi penduduk suatu negara.
  4. Krisis politik
    Krisis politik dapat menyebabkan gangguan pada sektor pangan, seperti pada produksi, distribusi, hingga konsumsi pangan. Krisis politik dapat menyebabkan perang, kerusuhan, atau bencana lain yang dapat berdampak negatif pada sektor pangan.
  5. Kekhawatiran tentang masa depan
    Faktor-faktor di atas dapat menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan kedaulatan pangan suatu negara. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran akan isu ini, serta melakukan upaya-upaya yang diperlukan untuk meningkatkan kedaulatan pangan suatu negara.

Demikian juga benih. Sebagai anak, benih harus ditimang, ditinggikan, dimuliakan, dan dididik sehingga menjadi benih yang baik yang berkembang menjadi induk sehat. Jika demikian benih menurunkan keturunan yang baik. Benih juga perlu dikonservasi dan disimpan dengan baik sehingga kehidupan dan keragaman mereka terjaga.

Namun, kearifan luhur itu semakin terkikis. Saat ini benih hanya dipandang sebagai alat produksi, meski tetap menduduki tempat paling utama budidaya pertanian. Benih menentukan 60% keberhasilan atau kegagalan usaha tani. Karena potensinya yang besar, banyak pihak berupaya menguasai benih.

Berbagai aturan di tingkat nasional maupun internasional dibuat sebagian besar bertujuan melindungi industri perbenihan. Semakin lama benih menjadi barang eksklusif yang semakin menjauh dari harkat sebenarnya sebagai pelayanan kehidupan.

Benih dan varietas tanaman dari dahulu hingga sekarang karya masyarakat lokal dan petani kecil. Sejak 1960-an petani kecil di seluruh dunia menghasilkan sekitar 2,1-juta varietas tanaman. Karya itu jauh lebih tinggi dibanding gabungan karya peneliti di berbagai institusi publik maupun swasta, baik nasional maupun internasional.

Para pemulia tanaman dari lembaga publik saat ini menghasilkan kira-kira 8.000 varietas tanaman baru, terutama gandum, padi, kedelai, dan jagung. Sementara pemulia tanaman yang bekerja di berbagai industri benih menghasilkan 80.000 varietas tanaman, sebanyak 59% di antaranya jenis bunga.

Petani kecil juga sebagai penjaga utama keragaman benih, spesies dan varietas tanaman. Mereka melakukan pemuliaan dan memelihara keragaman hingga 7.000 spesies tanaman di seluruh dunia. Sebaliknya industri benih dan sistem pertanian modern hanya mampu memelihara 120-150 spesies tanaman.

Revolusi Hijau Dan Sistim Pertanian Monokultur

Revolusi hijau dan sistem pertanian monokultur menjadi penyebab utama penurunan keanekaragaman hayati pertanian. Sebelumnya, manusia tergantung pada 10.000 spesies tanaman pangan dan pertanian. Saat ini hanya 120 spesies dengan 12 spesies sebagai spesies utama menyumbang 90% pangan manusia.

Upaya menjaga keanekaragaman hayati pertanian dan keanekaragaman benih melalui lembaga formal di luar petani kecil menghadapi kendala besar. Saat ini terdapat sekitar 1.300 bank gen pertanian yang mengoleksi sekitar 3-juta benih di seluruh dunia.

Hampir semua benih itu berasal dari masyarakat lokal dan petani kecil. Banyak dari bank benih itu saat ini mengalami kesulitan besar karena terjadinya penurunan pendanaan di seluruh dunia. Penerima manfaat terbesar dari keberadaan bank gen yang didanai masyarakat itu perusahaan benih raksasa.

Perusahaan benih multinasional itu saat ini telah mengakses ratusan ribu benih dari bank benih pertanian internasional. Perusahaan itu juga mendapatkan langsung benih dari petani kecil di seluruh dunia yang telah memelihara dan mengembangkannya selama puluhan tahun.

Benih itu kemudian dikembangkan lebih lanjut menjadi benih unggul, benih hibrida maupun benih transgenik. Upaya internasional terus dijalankan sehingga keluar berbagai kesepakatan internasional yang kemudian diturunkan menjadi peraturan nasional. Agenda utamanya, melindungi kepemilikan benih oleh perusahaan benih raksasa. Ironisnya semua benih itu awalnya dari masyarakat lokal dan petani kecil yang tersimpan di bank benih internasional dengan pendanaan publik.

Monopoli Pasar Benih tanaman pangan

Selain penguasaan benih, penguasaan pasar benih menjadi tujuan utama lain. Dalam waktu kurang dari 40 tahun, pangsa pasar benih yang mulanya tersebar merata di ratusan ribu perusahaan benih kecil dan petani, saat ini mengerucut ke puluhan perusahaan benih. Sebanyak 67% pasar benih dikuasai 10 perusahaan benih multinasional di seluruh dunia.

Perusahaan benih multinasional juga masuk dan menguasai sebagian besar pasar benih (terutama hortikultura) di Indonesia. Sebesar 78% pasar benih hortikultura di Indonesia saat ini dikuasai perusahaan asing. Bila hal itu terus berlanjut, berdampak pada masa depan pangan dan pertanian di Indonesia, sekaligus mengubur kedaulatan pangan.
Kedaulatan Pangan Dalam Usaha Pertanian Tanaman Pangan

Kunci utama Kedaulatan Benih Tanaman Pangan

Kunci utama mewujudkan kedaulatan pangan, mengembalikan kedaulatan petani terhadap benih tanaman. Petani kecil sebagai penjaga, penimang, pengasuh dan pendidik benih yang digambarkan di awal tulisan ini sebagai anak. Petani kecil juga yang memelihara dan tetap mengonservasi 7.000 spesies tanaman pangan dan pertanian di tengah himpitan praktek budidaya pertanian modern yang menisbikan keanekaragaman.

Upaya mewujudkan kedaulatan petani atas benih perlu diawali dari meninjau ulang undang-undang dan semua peraturan turunan di bawahnya. Sebab, peraturan itu berpotensi mengriminalkan petani pemulia tanaman dan petani penangkar benih dalam menataniagakan hasil karya mereka.

Seperti kasus puluhan petani pemulia dan penangkar jagung di Kediri, Jawa Timur, pada 2005-2010 ditangkap polisi dan sebagian mendapat hukuman penjara untuk berbagai alasan tidak masuk akal. Upaya mereka memilah, menyeleksi, mengembangkan induk, memproduksi jagung hibrida dan menataniagakan akhirnya berujungke persoalan pidana.

Di persidangan, dakwaan primer berupa tuduhan mencuri benih induk perusahaan dan melanggar paten tidak terbukti. Beberapa dari mereka dituduh melanggar UU No 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman pada beberapa pasal. Musababnya, “melakukan budidaya tanaman tanpa izin” dan “mengedarkan benih yang belum dilepas oleh pemerintah dan belum disertifikasi”.

Kendala Undang Undang Dan Peraturan

Upaya mewujudkan kedaulatan petani atas benih tidak boleh lagi dibelenggu undang-undang dan berbagai produk turunan di bawahnya. Petani kecil perlu dilindungi dan dilibatkan aktif dalam proses pemuliaan tanaman, penangkaran benih, dan upaya komersialisasi benih karya mereka.

Contoh karya petani kecil yang fenomenal, jagung hibrida karya petani Jawa Timur dengan potensi hasil 12 ton per ha; kedelai varietas grobogan dengan potensi hasil 4 ton per ha; dan padi IF8 (IF=lndonesian Farmer) yang saat ini ditanam di berbagai tempat di 14 kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Produktivitas IF8 10,4-13,76 ton gabah kering panen per ha. Itu belum terhitung karya petani kecil lain yang kemudian dimiliki dan didaftarkan sebagai varietas milik perusahaan benih.

Gerakan petani pemulia tanaman dan petani penangkar benih perlu menjadi gerakan masif yang kuat dan didukung sepenuhnya oleh pemerintah, lembaga penelitian, dan perguruan tinggi. Melalui hal itu keanekaragaman hayati pertanian di Indonesia terselamatkan, karya-karya besar di bidang perbenihan akan tercipta dan upaya menuju kedaulatan pangan Indonesia bukan isapan jempol semata

Pentingnya Kedaulatan Pangan

Pangan adalah salah satu hal paling penting dalam kehidupan manusia. Tanpanya, manusia tidak akan bisa bertahan hidup. Oleh karena itu, kedaulatan pangan adalah hal yang sangat penting.

Kedaulatan pangan adalah kewenangan suatu negara untuk mengatur dan mengurus segala hal yang berhubungan dengan pangan. Hal ini termasuk seperti produksi pangan, distribusi pangan, dan pemenuhan gizi masyarakat.

Negara yang memiliki kedaulatan pangan akan lebih mudah untuk mengatur dan mengurus segala hal yang berhubungan dengan pangan. Hal ini akan membuat negara tersebut lebih mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya. Selain itu, kedaulatan pangan juga akan membuat negara tersebut lebih mampu untuk melindungi masyarakatnya dari ancaman kelaparan.

Kedaulatan pangan juga akan membuat sebuah negara lebih kuat dan mandiri. Negara yang kuat dan mandiri akan lebih mampu untuk menangani segala masalah yang ada. Selain itu, negara yang kuat dan mandiri juga akan lebih mampu untuk melindungi masyarakatnya.

Oleh karena itu, kedaulatan pangan sangat penting bagi sebuah negara. Hal ini akan membuat sebuah negara lebih kuat dan mandiri. Selain itu, kedaulatan pangan juga akan membuat sebuah negara lebih mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.