Keunggulan Dan Kelebihan Kelengkeng Jenis Edaw

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Pernah membaca kisah dr Jeckyl dan Mr Hyde? Dr Jeckyl terkenal sebagai seorang dokter baik hati. Pada malam hari ia berubah menjadi Mr Hyde yang jahat karena minum ramuan temuannya sendiri. Dua nama dengan dua sifat berbeda dipakai untuk satu orang yang sama.

Kelengkeng edaw

Kisah fiktif populer itu agak mirip dengan itoh, varietas lengkeng yang kini banyak diburu orang. Ciri-ciri itoh diduga sama dengan Kelengkeng edaw yang banyak ditanam di Thailand. “Itulah itoh,” kata Baharuddin, penangkar senior di Kalimantan Barat saat ditanya kemiripan itoh dengan Kelengkeng edaw (baca ido, red), “Hanya logat yang beda,” lanjutnya.

Bacaan Lainnya

Itoh dipercaya sebagai varietas terbaik saat ini dibandingkan pingpong dan diamond river. Buktinya, di tempat Baharuddin, diamond river hanya dibandrol Rp 50.000/bibit setinggi 50-60 cm. Sementara itoh, dengan ukuran sama, Rp 300.000/batang.

Nama itoh mulai populer ketika Mitra Usaha Tani merilis pernyataan Stevenson Chia dari TG Nursery di Kuching. Ia menyatakan, itoh varietas terbaru yang lebih baik daripada diamond river dan pingpong. Itu hasil silangan penangkar di Kuching

Untuk melacak pernyataan itu, pada Mei Mitra Usaha Tani berkunjung ke Thailand. Di Amphur Klaeng, Rayong, tepatnya di kebun Kiattisak seluas 160 ha, terlihat deretan lengkeng berbuah lebat. Saking sarat buah, cabang-cabang terpaksa ditopang bambu agar tidak patah. Yang menarik, bentuk daunnya ternyata menjuntai ke bawah dan bergelombang. Itu ciri utama itoh, sebagaimana dilihat oleh Mitra Usaha Tani dan dinyatakan oleh Stevenson Chia di Kuching. Sayang, buahnya tak dapat dibandingkan lantaran saat ke Kuching pohon induknya tidak berbuah. Sedangkan di Indonesia belum ditemukan varietas itoh yang sudah berbuah.

Keunggulan Kelengkeng edaw

Mitra Usaha Tani mencatat, minimal ada 8 varietas lengkeng yang ditanam di Thailand, tapi yang diunggulkan hanya 3: si chompu, biew kiew, dan Kelengkeng edaw. Yang paling banyak ditanam ialah Kelengkeng edaw. Menurut Sainarong Rasananda, ahli lengkeng Thailand dalam milisnya di RFN (rare fruit news online), ada beberapa penyebab Kelengkeng edaw mendominasi kebun di Thailand.

Kebanyakan varietas lengkeng Thailand berbuah 2 kali setahun. Namun, Kelengkeng edaw berbuah hampir sepanjang tahun. Itu tercermin dari nama yang disandangnya. E berarti awalan; daw, cahaya. Dalam dialek lokal Thailand, cahaya mengandung arti mudah berbuah. Itu yang membuatnya lebih menguntungkan untuk dikebunkan. Masa panennya pun mendahului varietas lain.

Bentuk buah Kelengkeng edaw besar, rasa manisnya masih bisa diterima konsumen, dan bagus sekali untuk dikalengkan atau dikeringkan. Berdasarkan hasil penelitian, kulit buah Kelengkeng edaw paling tebal. Itu berarti daya tahan lama. Ia juga tidak mudah rusak selama perjalanan. Selain itu, bunga Kelengkeng edaw paling lebat. Sosok pohonnya juga paling kokoh. Ia mudah tumbuh dan gampang dirawat. Hampir tidak ada hama dan penyakit yang menyerang Kelengkeng edaw.

Kelengkeng edaw di pasar swalayan

Menurut Sainarong Rasananda, Kelengkeng edaw termasuk kelompok lengkeng subtropis. Semula ia banyak ditanam di Chiangmai, kemudian “turun” ke dataran rendah seperti Samut Songkhram dan Rayong. Di dataran rendah, pembungaannya dibantu dengan penyiraman 1-2% kalium klorida. Artinya, 10-20 gram KC1 dimasukkan ke dalam 1 liter air dan disiramkan ke tanah di bawah tajuk.

Di Indonesia belum ditemukan Kelengkeng edaw yang berbuah. Namun, buah itoh alias Kelengkeng edaw sebenarnya sudah akrab di sini. Sebab, hampir pasti lengkeng bangkok yang banyak dijajakan di kaki lima, pasar tradisional, dan pasar swalayan varietas Kelengkeng edaw.

Lengkeng bangkok yang ada di sini bukan varietas si chompu. Salah satu unggulan Thailand itu warna daging buahnya pink dengan biji kecil. Di sini belum pernah ditemukan lengkeng berdaging pink. Biew kiew k daging buahnya putih. Kulitnya cokelat mirip Kelengkeng edaw. Namun, produktivitasnya rendah, sehingga jarang ditanam pekebun di Thailand. Sementara berdasarkan catatan Departemen Pertanian Thailand, 3/4 lengkeng yang ditanam di Thailand adalah Kelengkeng edaw. Hasil panennya kebanyakan diekspor. Nah, kalau sekarang mencicipi itoh produksi dalam negeri masih sebatas impian, belilah Kelengkeng edaw yang banyak dijual di pasar swalayan.

Pos terkait