Khasiat Herbal Ekstrak Meniran Untuk Bermacam Penyakit

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Ketika obat-obatan medis tak B& menyudahi penderitaan itu, Syahrizal BB beralih pada meniran. Lima tanaman segar termasuk akar direbus dalam 4 gelas air dengan api kecil hingga mendidih. Hasil rebusan tersisa 2 gelas itu diminum pagi dan sore. Sepekan berselang batuknya mereda. Darah yang biasanya menyertai batuk juga berkurang. Menurut Purwo Suryanto, herbalis di Pamulang, Tangerang, yang meresepkan meniran, kesembuhannya setelah 2-3 bulan.

Sembuhnya Syahrizal dari derita tuberkulosis setelah mengkonsumsi meniran, bukan kebetulan semata. Itu dapat dibuktikan secara ilmiah seperti yang dilakukan oleh dr Zulkifli Amin PhD FCCP dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Setahun lamanya pada 2000 ahli kekebalan tubuh itu menguji klinis meniran sebagai antituberkulosis. Uji klinis itu melibatkan 60 penderita TBC berusia 15-55 tahun.

Memperkuat Antibodi Tubuh

Para penderita TBC dikelompokkan menjadi 2 bagian, masing-masing 30 pasien. Kedua kelompok itu sama-sama diberi obat-obatan anti-TBC. Namun, hanya kelompok A yang diberi tambahan kapsul ekstrak meniran 50 mg. Frekuensi konsumsi 3 kali masing-masing sebuah kapsul. Selama 2 bulan kesehatan mereka dipantau. Menurut doktor imunologi TBC alumnus Universitas Indonesia itu, pada pekan pertama, efek meniran berbeda nyata.

“Jumlah bakteri tahan asam (BTA, salah satu indikator seseorang terserang TBC, red) pasien yang diberi meniran berkurang nyata pada minggu pertama,” ujar Zulkifli. Menurut Raymond R Tjandrawinata PhD MBA, ahli Biokimia dan Farmakologi Molekular, perbedaan jumlah BTA amat signifikan. “Pada minggu pertama perubahan sputum, bakteri tahan asam, lebih banyak pada pasien yang mendapat meniran. Persentasenya 30%,” ujar Raymond. Itu jelas kabar menggembirakan. “Dengan begitu kemungkinan pasien menulari tetangga atau teman amat kecil,” kata director of Scientific Affairs and Corporate Development

PT Dexa Medica. Perusahaan farmasi itu menguji klinis meniran Phyllanthus niruri untuk membuktikan keampuhannya mengatasi beragam penyakit akibat melemahnya sistem kekebalan tubuh. Hasil uji laboratorium menunjukkan, pasien kelompok A sembuh pada pekan ke-6; kelompok B, pekan ke-14.

Selain tuberkulosis, meniran juga diujikan pada penderita paru obstruktif (asma), hepatitis, herpes, infeksi saluran pernapasan akut, dan keputihan. Semua itu merupakan penyakit akibat sistem kekebalan tubuh yang lemah. Uji klinis dilangsungkan di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, RS dr Soetomo Surabaya, RS dr M Djamil Padang, dan RS dr M Hoesin Palembang.

Terbukti Efektif

Uj i klinis di RS dr Soetomo membuktikan anggota famili Euphorbiaceae itu tokcer mengatasi hepatitis B. Pasien hepatitis kronis diberi sebuah kapsul meniran 3 kali per hari selama sebulan. Menurut Dr Suprapto Ma’at Apt dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, proliferasi limfosit T dan limfosit B meningkat. Sekresi TNF-a dan IFN-y meningkat. Peningkatan keduanya, indikasi kesembuhan hepatitis.

Itu selaras dengan hasil riset Haowie seperti dikutip Journal Laboratory Clinic Medicine. Meniran terbukti menghambat kinerja polimerisasi DNA oleh virus hepatitis B dan mengikat antigen virus itu. Pada uji praklinis meniran tidak beracun bagi tikus dan memperkecil virus setelah diberi meniran selama 3-6 pekan. Setelah 45 pekan virus hepatitis hilang. Uji klinis terhadap 4 penyakit lain-asma, herpes, infeksi saluran pernapasan akut, dan keputihan membuktikan meniran ampuh mengatasinya.

Oleh kalangan kedokteran dan herbalis, meniran dikenal sebagai imunomodulator atau imuno stimulan alias penguat sistem kekebalan tubuh. “Fungsinya memang meningkatkan sistem kekebalan tubuh,” ujar Wahyu Suprapto, herbalis di Kotamadya Batu, Jawa Timur. Ketika kekebalan tubuh meningkat, bibit-bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh dapat dilemahkan.

Menurut Suprapto Maat salah satu fungsi sistem imun adalah pertahanan. Intinya menangkal bahan berbahaya agar tubuh tidak sakit. Jika sel-sel imun diganggu, orang rentan sakit. Fungsi lain sebagai penjaga keseimbangan komponen tubuh dengan membersihkan sel-sel yang mati. Fungsi ketiga, sistem imun meronda ke seluruh bagian tubuh. Jika ditemukan sel tubuh yang mutasi memicu kanker sistem imun akan membinasakannya.

Kaya senyawa

Disebut meniran lantaran di bawah pelepah daun terdapat bulatan kecil berwarna putih. Bentuk itu mirip menir yang dalam bahasa Jawa berarti pecahan beras berukuran kecil. Tak hanya di Indonesia, di berbagai negara pun tanaman asal Amazon itu secara turun-temurun dimanfaatkan sebagai obat beragam penyakit (baca boks: Untuk Apa Meniran di Mancanegara).

Apa yang menyebabkan meniran ampuh meningkatkan sistem imun? Kerabat jarak pagar itu kaya senyawa aktif. Chanca piedra-bahasa Spanyol, berarti penghancur batu-mengandung alkaloid, astragalin, asam karboksilat, brevifolin, dan korilagin. Beberapa senyawa aktif lainnya berupa asam elagat, elagitanin, galokatekin, geranin, hipolilantin, nirantin, niruretin, nirurin, nirurisid, fillantin, dan fillantenol.

Belum diketahui jenis senyawa yang berperan dalam meningkatkan sistem imun. Raymond R Tjandrawinata menduga senyawa-senyawa aktif itu bersinergi membentengi tubuh. Agar fungsi itu tercapai Dexa Medica hanya memanfaatkan meniran hasil budidaya secara organik, bukan memetik di alam. Tanaman itu dibudidayakan di Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur, berketinggian 300-an m dpi.

Meniran-meniran itulah yang diolah menjadi obat untuk memperkuat sistem imun. Ibarat benteng kokoh, tubuh yang sehat mampu menangkal serbuan beragam penyakit dan sebaliknya. Mengkonsumsi meniran salah satu kiat mencegah serangan penyakit.

 

Amazonia

Antipembengkakan, kolik, sembelit, diabetes, menambah nafsu makan, disentri, memperlancar pencernaan, demam, flu, penghancur batu ginjal, gonore, kembung, gatal, hepatitis, batu ginjal, malaria, sakit perut, tumor, diuretik, vaginitis, cacingan, dan memperlancar menstruasi.

Amerika Serikat

Gangguan fungsi empedu, bronkitis, diabetes, demam, masalah kelenjar empedu, batu empedu, encok, hepatitis, hipertensi, batu ginjal, penyakit hati, sembelit, kelebihan asam urat, gangguan saluran kencing, dan antivirus.

Bahamas

Infeksi bakteri, batuk, sembelit, demam, flu, hipoglikemik, pencahar, penawar racun, penguat hati, pelindung hati, kejang, sakit perut, diuretik, infeksi virus, dan merangsang nafsu makan.

-• Brazil

Sakit sendi, albuminuria, arthritis, infeksi bakteri, menstimulasi empedu, masalah saluran kencing, batu di saluran kencing, pembersih darah, kanker, radang selaput hati dan ginjal, diabetes, menstimulasi pencernaan, demam, stimulasi kelenjar empedu, batu empedu, maag, masalah pencernaan, asam urat akut, hepatitis, hipertensi, hiperglikemi, penyakit kuning, sakit ginjal, kolik ginjal, memperkuat hati, gagal hati, malaria, kegemukan, kelebihan asam urat, masalah saluran kencing, infeksi virus, dan pembengkakan.

Haiti

Pembengkakan, kolik, masalah pencernaan, demam, flu, kesulitan pencernaan, kembung, malaria, urat kejang, sakit perut, dan masalah saluran kencing.

India

Kurang darah, asma, bronkitis, masalah persendian, batuk, diabetes, diare, memperlancar pencernaan, disentri, demam, gangguan fungsi mata, gangguan fungsi kelamin, sifilis, hepatitis, penyakit kuning, kekurangan produksi susu, melancarkan menstruasi, kurap, kudis, gangguan tenggorokan, TBC, tumor pada badan, sulit kencing, infeksi saluran kelamin, kerusakan pada vagina, dan kutil.
Malaysia
Sengatan tawon, sembelit, penyakit kulit, diare, gatal, memperlancar menstruasi, gangguan fungsi ginjal, sifilis, diuretik, dan asam urat akut.

Peru

Batu empedu, hepatitis, sakit ginjal, batu ginjal, infeksi saluran kencing, cacingan, dan menstimulasi menstruasi.
-• Negara-negara lainnya

Gangguan fungsi empedu, memar, sembelit, batuk, diabetes, diare, disentri, gangguan pencernaan, penyakit mata, demam, batu empedu, sifilis, gatal, penyakit kuning, sakit ginjal, batu ginjal, malaria, masalah menstruasi, rakitis, sakit perut, TBC, gangguan saluran kencing, vaginitis, dan penyakit-penyakit kelamin. ***