Kiat Menjaga kolam koi outdoor Tetap Bersih

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Sejauh ini jarang hobiis yang berani membangun kolam koi tanpa naungan. Kontak langsung sinar matahari sudah memancing alga tumbuh subur. Di satu sisi kehadiran alga merupakan sumber pakan, tapi di pihak lain munculnya ganggang bersel tunggal sangat menganggu.

“Rata-rata kolam koi outdoor pasti diberi naungan,” ujar Budi Wijaya, kolektor di Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Pakem seperti itu memang tidak salah. “Tanpa naungan, air hujan dan debu mudah masuk. Padahal 70% kehadiran mereka menimbulkan penyakit,” ujar Winarso Tanuwijaya pemilik Golden Koi di Jakarta.

Bacaan Lainnya

Kolam tanpa naungan sebetulnya memberi banyak manfaat. Sinar surya yang bebas menembus kolam membuat warna koi semakin cerah. Keuntungan lain, ada pergerakan udara bebas di atas kolam. Ini mempergaruhi kadar oksigen dalam air. “Kolam di bawah naungan memerlukan high blow untuk menyediakan oksigen di dalam air. Kalau kolam terbuka cukup dengan pancuran saja,” papar Budi

Kapasitas Filter kolam koi Minimal 30%

Agar kolam koi dapat dibuat tanpa naungan perlu penanganan serius. Kualitas air harus benar-benar terjaga dengan bantuan filter. “Minimal kapasitas filter 30% dari kapasitas kolam. Chamber (ruang filter, red) pun harus lebih banyak Setidaknya berjumlah 7-8 dengan media bagus,” ujar Wiwi panggilan akrab Winarso.

Menurut Budi Wijaya kapasitas filter sebaiknya 50% dari kapasitas kolam untuk menghindari efek air hujan. Alumnus Arkansas State University jurusan desain interior itu memakai 8 chamber filterisasi. Enam chamber di antaranya berukuran 2 m x 0,5 m x 2 m. Yang lain berupa trikle dan tabung trikle. Filterisasi itu berguna untuk menjaga kualitas air di kolam tanpa naungan berukuran 7 mx 5 m x 2 m berkapasitas 75 ton.

Chamber pertama berfungsi mengendapkan kotoran sebelum memasuki chamber kedua yang akan menyaring kotoran terlewat dengan sistem vortex. Air tersaring kemudian masuk ke dalam filter mekanis yang dilengkapi sikat-sikat berjarak 10 cm. Air masuk kembali ke dalam chamber yang berisi sikat tetapi memiliki susunan lebih rapat sebelum diendapkan sesaat di chamber berikutnya yang berisi bioball.

Untuk memastikan air benar-benar bersih, Budi membuat 2 saluran terpisah. Satu saluran menuju trikle dan saluran lain menuju tabung trikle. Trikle adalah kotak alumunium berukuran 1 m x 2 m x 0,5 m yang terdiri dari 4 tingkat. Air dari chamber bioball akan dipompa dan dijatuhkan pada kotak trikle teratas. Air akan tumpah melewati ruang trikle yang berisi bioball dan filter mat. “Di sini air akan bebas dari amonia dan memiliki kadar oksigen terlarut tinggi,” ujar kelahiran Jakarta 29 tahun silam itu.

Air yang lain dipompa masuk ke tabung trikle yang berisi bioball. Tabung setinggi 2,5 m berdiameter 30 cm itu akan menguraikan amonia di air menjadi nitrat sebelum masuk ke dalam kolam. Tabung trikle dilengkapi dengan katup backwash. Fungsinya membuang sisa-sisa air yang mengandung gas rawa alias H2S.

filter air
Tabung trikle dapat membuang gas rawa di air

Pemberian obat-obatan

Meski memiliki keunggulan, kolam koi tanpa naungan tak lepas dari ancaman. Kendala utama adalah air hujan. Air hujan memang dipercaya membawa bibit penyakit terutama yang berasal dari kucuran genting. Kehadiran air hujan juga membuat pH air berubah drastis. Akibatnya sering terjadi p H crash yang menyebabkan kematian massal. Sebab itu disarankan posisi kolam jauh dari kemungkinan terkena kucuran langsung air hujan.

Seandainya pun air mengucur ke kolam, jumlahnya tidak boleh lebih dari 10% dari total volume kolam. “Bila sampai 50% bisa membahayakan ikan,” ujar Budi. Kolam-kolam berukuran tanggung seperti berkapasitas kurang dari 1 ton sangat riskan. Maklum guyuran air hujan selama 1-2 jam sudah membuat air kolam tergantikan. Kondisi seperti ini akan membuat komposisi zat dan mineral di air turut berubah.

Menurut Budi kolam koi minimalis tanpa naungan minimal memiliki kedalaman 1,5 m dengan luas 3 x 4 m. Dengan model seperti itu kolam dapat menampung air hujan dalam rentang lebih lama. Selain itu ia mampu mengurangi perubahan suhu yang drastis akibat terpaan langsung sinar matahari.

Obat-obatan pun mutlak dipakai. “Di kolam terbuka koi rentan diserang kutu jarum, jamur, dan argulus,” papar Wiwi. Tindakan pencegahan dilakukan dengan memberi Dinilin dosis 1 ml per 1 ton air setiap 3 bulan. Pemakaian obat mazote yang umum dipakai di mat pond seperti di Jepang tidak disarankan. Musababnya dengan kolam terbatas dan suhu udara panas seperti di Jakarta, pemakaian obat pengusir kutu dan jamur itu malah merusak susunan syaraf koi hingga ikan pun menjadi bengkok.

Pos terkait