Kriteria Memilih Virgin coconut oil Bermutu

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Tiga saudara Kleting Abang, Kleting Ijo, dan Kleting Biru-datang melamar Ande-Ande Lumut. Sayang, untuk mencapai lokasi pertapaan pria tampan itu, mereka menyerahkan keperawanan kepada Yuyu Kangkang. Yuyu berjasa menyeberangkan mereka melalui sebuah sungai. Itulah sebabnya tak satu pun diterima Ande-Ande Lumut. Hanya Kleting Kuning yang datang kemudian tetap perawan sehingga diterima Ande-Ande Lumut sebagai pendamping hidup.

Konsumen minyak perawan alias virgin coconut oil (VCO) adalah Ande-Ande Lumut yang mesti menyeleksi ratusan merek VCO di pasaran. Saat ini lebih dari 200-an merek VCO beredar hingga kadang konsumen bingung menentukan pilihan. Lihatlah Era Taurina yang terus bertanya kepada teman-teman dan kerabat yang mengkonsumsi minyak dara: VCO mana yang baik? ’’Saya semakin bingung karena yang satu bilang, ’Ini baik’, yang lain juga bilang ’Ini baik’ Saya harus pilih mana?” kata Era.

Padahal kadar gula darah suaminya, Irsan Soelaiman, cukup tinggi mencapai 300 mg/dl; ambang batas 205 mg/dl. Ia enggan gegabah memilih VCO. Sebab, harapan kesembuhan suami tercinta pun disandarkan pada VCO. Beberapa pekan setelah melakukan survei kecil-kecilan, Era menjatuhkan pilihan pada sebuah merek. Orang-orang seperti Era Taurina yang bingung menentukan pilihan, tentu amat banyak.

minyak perawan
menentukan pilihan VCO Terbaik

Proses Pengolahan

Di tengah membanjirnya produk VCO, mereka bingung menentukan pilihan. Merek apa yang mesti diambil? Menurut Andi Nur Alam Syah STP MT, periset Balai Penelitian Pascapanen Pertanian, proses pengolahan VCO layak diketahui calon konsumen. Sebab, teknologi juga mempengaruhi mutu VCO yang dihasilkan. VCO yang diperoleh melalui proses enzimatis dan pancingan, berpeluang meningkatnya free fatty acid atau asam lemak bebas.

Asam lemak bebas melonjak lantaran terjadi fermentasi. ’’Enzim memecah asam lemak menjadi asam lemak bebas,” ujar master Teknik Kimia alumnus Institut Teknologi Bandung. Semakin lama inkubasi, semakin tinggi penambahan asam lemak bebas. Dengan proses enzimatis, VCO dihasilkan selama 5-8 jam. Bila fermentasi lebih dari itu bakal memicu penambahan asam lemak bebas. Padahal asam lemak bebas bersifat karsinogenik atau merangsang tumbuhnya sel kanker.

Oleh karena itu produsen yang memproduksi VCO dengan teknologi enzimatis dan pancingan mesti ekstradisiplin. ’’Penambahan waktu produksi satu jam saja, menyebabkan penambahan free fatty acid amat signifikan,” kata Andi. Adanya asam lemak bebas dideteksi dengan indra penciuman. ’’Seperti bau alkohol, asam,” ujar Andi. Rasanya agak masam. Filipina yang mengadopsi teknik enzimatis untuk menghasilkan minyak perawan memanfaatkan sistem reaktor sehingga menekan penambahan asam lemak bebas.

Dengan reaktor, temperatur dan kelembapan dijaga sehingga enzim hanya bekerja untuk menggumpalkan protein. Ia tak dibiarkan memecah asam lemak menjadi asam lemak bebas. Pengolahan dengan enzimatis dan pancingan lazimnya ditambahkan air. Padahal keberadaan air menyebabkan reaksi hidrolisis terus berlangsung.

Menurut Dr Joko Sulistyo, peneliti LIPI, enzimatis justru memiliki beberapa keunggulan. VCO yang dihasilkan melalui teknologi enzimatis, mampu membuang bahan terlarut yang tak diperlukan atau membahayakan tubuh. Contoh, cendawan Aspergilus flavus penyebab aflatoksin dan mikroba lain dapat dihilangkan oleh enzim. ’’Keunggulan itu yang tak pernah ditemukan pada proses nonenzimatis,” ujar doktor Enzimologi alumnus University ofTsukuba Jepang.

Teknologi pengolahan lain adalah pres dan pemanasan (minimal). Keduanya mengubah warna VCO menjadi kekuningan. Sebagaimana klaim Asian Pasific Coconut Community, itu tetap minyak perawan. Pemanasan minimal, 50-60°C, tak mengubah kandungan senyawa aktif dalam VCO lantaran tahan panas. Asam laurat, misalnya, rusak pada pemanasan di atas 306°C.

Laboratorium

Menurut Dr Muhammad AhkamSubroto, peneliti Puslitbang Bioteknologi LIPI, penampilan VCO patut diperhatikan calon konsumen. ’’Yang paling bagus itu memakai kemasan karton, di dalamnya baru ada botolnya. Jadi higienis. Kemudian di situ ada label, izin edar, nama produsen, dan merek,” ujar doktor Bioteknologi alumnus University of New South Wales itu.

Setiap jenis dan warna kemasan mempunyai kelemahan dan kelebihan. Botol berbahan polyethilen, misalnya, relatif tidak toksik ketimbang jenis bahan lain. Pori-porinya yang rapat mencegah masuknya udara (baca: Pilihan Baju Buat sang Perawan, Mitra Usaha Tani Oktober 2005, halaman 24-25). Kemasan botol gelap, bagus, sayang konsumen tidak dapat melihat kejernihannya.

Itulah sebabnya diperlukan kemasan sekunder berupa kardus bila memanfaatkan botol transparan. Dengan begitu VCO terlindung dari sinar matahari. Ingat VCO tidak hanya terdiri dari asam lemak jenuh, tetapi juga asam lemak tak jenuh yang mudah terdegradasi oleh sinar mentari. Jenis kemasan mempengaruhi laju peningkatan kadar air dan kandungan asam lemak bebas dalam VCO.

Menurut Ir Barlina Rindengan MS, periset Balai Penelitian Tanaman Kelapa, pengemasan dalam botol kaca menyebabkan kadar air VCO lebih rendah bila penyimpanan dilakukan selama 4 bulan, yakni 0,072%. Dalam kurun yang sama, kadar air menjadi 0,122% jika dikemas dalam botol plastik. Semakin lama disimpan, kadar asam lemak bebas VCO ternyata menurun. Pada penyimpanan bulan pertama, misalnya, mencapai 0,185% menjadi 0,162% pada bulan ke-2 hingga ke-6.

Sebaiknya calon konsumen mencermati kandungan VCO yang sebagian tertera di label kemasan. Sebagian lain dijelaskan di brosur. Calon konsumen jangan segan-segan meminta brosur. “Yang bagus ada informasi tentang kandungan dan ada penyakit yang bisa diatasi,” ujarnya. Kandungan asam laurat pada label mungkin tanpa didahului oleh uji laboratorium. Produsen menyadur dari buku atau media massa. Menanyakan laboratorium tempat pengujian kandungan VCO sebuah langkah tepat.

Terpaku laurat?

pengemasan dalam botol kaca
Persentase kadar air

Konsumen Indonesia terpaku pada tingginya kadar asam laurat. Memang semakin tinggi kadarnya kian bagus, tetapi yang rendah pun- 40%-bukan berarti jelek. Importir memerlukan asam laurat dan kandungan asam lain yang tinggi karena VCO dibutuhkan untuk industri. Dengan demikian ketika rantai karbon dipisah-pisahkan, rendemen relatif tinggi pula. Kandungan asam laurat ideal di atas 47%.

Orang sehat sejatinya tak membutuhkan asam laurat dari VCO. Sebab, menu sehari-hari mengandung asam-asam lemak termasuk asam laurat. Konsumsi langsung biasanya oleh orang yang sakit. Jika makan dan olahraga yang cukup, sudah membentuk metabolisme yang bagus.

Namun, bila aktivitasnya lebih tinggi dibandingkan energi yang dimiliki, perlu mengkonsumsi VCO.

Banyak produsen mengklaim asam laurat VCO yang diproduksinya mencapai 57%. Setelah diuji tidak sampai, dari hasil tes yang saya lakukan hanya 49-50%. Bahkan dari segi bahan baku, itu tidak mungkin protein yang mengendap akibat penyaringan tak sempurna. Protein merupakan sarana mikroba untuk tumbuh sehingga menyebabkan ketengikan. Endapan lain yang mungkin timbul di dasar botol berwarna cokelat. Itu adalah partikel lemak yang tidak berbahaya.

Cara memunculkan endapan mudah. Masukkan VCO ke lemari es. Biarkan warnanya berubah menjadi cloudly. Setelah itu keluarkan dari lemari es. Beberapa saat kemudian VCO kembali ke bentuk semula, tidak cloudly. Saat itulah di dasar botol dapat dilihat, ada endapan atau tidak? Berwarna putih atau cokelat?

Pengecekan kadar air

Siasat berikutnya adalah mengecek kadar air. Cara paling mudah, kocok-kocok botol VCO beberapa saat. Jika gelembung gelembungnya bertahan lama untuk laik maka kadar airnya rendah.

Tetapi jika kadar airnya tinggi, gelembungnya cepat naik,” ujar kelahiran Blora 2 Januari 1964 itu. Semakin banyak kadar air, makin mudah untuk melepaskan diri ke atas. Uji lain yang relatif gampang adalah dengan mendiamkannya pada suhu rendah, dalam ruangan berpendingin, misalnya. Jika VCO mudah membeku maka kemurniannya lebih bagus. Sebab, di bawah suhu 25°C sang perawan mulai membeku. Namun, bila kadar air tinggi proses pembekuan lebih lama. Air membeku pada suhu 0°C. VCO membeku seperti mentega dan jika dikembalikan ke suhu panas, mencair seperti semula. Perizinan dari institusi terkait seperti Badan Pengawasan Obat dan Makanan atau Departemen Kesehatan menjamin keamanan konsumen.

Sesuaikan membeli VCO dengan keperluan. Misalnya, di rumah hanya Anda yang mengkonsumsi VCO, maka tak perlu membeli minyak perawan bervolume 1 liter. Pilih saja yang bervolume 100-200 ml sehingga lebih cepat habis. Tanggal kadaluwarsa produk sebuah keharusan. Itulah berbagai jurus jitu memilih perawan bermutu. Sekarang keputusan di tangan Anda. Apa pun merek VCO yang Anda pilih, semoga merupakan minyak perawan bermutu.