Langkah Dan Pencegahan Busuk Daun Tanaman Kentang

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
Busuk Daun

Busuk daun momok pekebun kentang pada musim hujan. Daun yang semula hijau tiba-tiba melepuh seperti tersiram air panas. Daun pun berangsur menguning dan layu. Tak lama kemudian serangannya meluas ke seluruh bagian tanaman, bahkan umbi pun busuk. Jika demikian, bayangan kegagalan panen menghantui.

Phytophthora infestans, cendawan biang keladi kerugian itu. Penyebarannya melalui umbi terinfeksi yang tertinggal di lahan, spora yang tertiup angin, atau terbawa air hujan. Jika kelembapan mendekati 100% dan temperatur di atas 13°C kotak spora mudah terbawa angin. Cipratan air hujan media penyebaran lain. Serangan terjadi bila temperatur rendah, siang 16-24°C dan malam hari 12°C.

Hingga kini ditemukan 15 ras Phytophthora infestans yang terus bermutasi. Varietas kentang tak ada yang resisten pada semua jenis cendawan itu. Perawatan dan pemeliharaan tanaman dengan saksama satu-satunya cara efektif untuk mengatasi serangan. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:

1. Pilih bibit
Pilih bibit yang sesuai dengan permintaan pasar dan resisten phytophthora. Masalahnya hingga kini belum tersedia bibit yang memenuhi kriteria. Dulu atlantik, kennebec, dan granola cukup resisten. Namun, setelah penanaman bertahun-tahun, mereka pun mulai rentan Phythophthora. Hindari menanam ruset burbank dan katela karena sangat rentan terhadap semua ras cendawan busuk daun.

Tanamlah bibit pada umur yang tepat. Bibit yang terlalu muda, dengan satu tunas kemungkinan pertumbuhan kurang seragam. Akibatnya menyulitkan pemeliharaan. Bila terlalu tua dengan banyak tunas, tumbuh kurang subur, dan peka serangan. Bibit dengan 2 atau 3 tunas lebih tepat.

2. Pilih lokasi
Hindari menamam kentang di areal blight pocket. Beberapa lokasi yang tergolong areal itu antara lain:

  • Dekat dengan pepohonan. Sebab, angin yang terhalang pepohonan mengakibatkan embun lambat kering dan daun lembap.
  • Dekat tiang penyiram yang berdrainase buruk, selokan, atau kolam.
  • Lereng terjal, tanah berteras sempit, areal tumpangsari dengan tanaman keras, sehingga penyemprotan kurang leluasa.
  • Lokasi yang banyak gulma sehingga lahan rimbun dan kelembapan tinggi.

Selain itu, lakukan rotasi dengan tanaman lain di luar famili Solanaceae selama 8 bulan. Tujuannya agar umbi terinfeksi yang tertinggal di lahan tumbuh dan mudah dicabut.
Kentang yang tak lolos sortir saat panen sebaiknya tak dibiarkan tertimbun di lahan. Pendam di lokasi yang jauh dari areal pertanaman atau jadikan pakan ternak.

3. Atur jarak tanam
Jarak tanam terlalu rapat mengakibatkan kelembapan tinggi. Untuk itu, perlebar jarak tanam hingga 10-20% dibanding musim kemarau. Dengan cara itu kelembapan tinggi dapat dihindari.

Jarak antarblok penanaman sebaiknya tak terlalu berdekatan. Tujuannya agar cipratan air hujan yang mengandung spora tidak mengenai blok di sebelah. Sebab, penyebaran lewat cipratan air jauh lebih berbahaya dibanding angin.

4. Pemupukan
Pemberian pupuk pada musim hujan berbeda dengan musim kemarau. Berikan nitrogen secara split 2/3 pada waktu tanam, dan 1/3 ketika pembumbuhan. Sesuaikan pemupukan dengan kondisi tanah. Misal untuk tanah andosol bertekstur lempung berpasir dan bahan organik tinggi, komposisi 1:2:1 sampai 1:2:2. Pemberian kalium dosis tinggi dapat meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit. Sebaliknya, kebanyakan nitrogen mengakibatkan pertumbuhan vegetatif berlebihaan, mudah rebah, dan rentan penyakit.

5. Pemeliharaan tanaman
Jaga sanitasi lahan dengan mencabut tanaman yang tumbuh dari umbi yang tertinggal di lahan. Jika ditemukan bercak pada daun, segera petik dan buang sejauh mungkin dari lahan. Lakukan pemantauan saksama pada daerah bertipe blight pocket.

6. Peramalan penyakit
Di beberapa negara maju, digunakan metode kombinasi data suhu, kelembapan, curah hujan untuk memperkirakan jenis serangan. Metode ini juga dilengkapi alat penangkap spora. Bahkan, terdapat program mikrokomputer khusus untuk pengendalian serangan yang disebut Potato Crop Management.

7. Penyemprotan:
Ketika kentang mulai tumbuh, semprotkan fungisida 600-800 l/+ha. Volume itu lebih efektif dibanding 1.000- 1.400 1/ha. Sebab, daya tangkap daun hanya 600 liter, selebihnya menetes ke tanah. Gunakan 3 jenis fungisida untuk pengendalian tingkat serangan yang berbeda, kontak, translaminer, dan sistemik kuat.

Fungisida kontak melindungi permukaan tanaman dari spora. Cara itu cocok untuk pencegahan. Namun, jika serangan telanjur menyebar hingga dalam jaringan tanaman petikan daun terserang. Atau gunakan jenis fungisida translaminer atau sistemik kuat untuk penyemprotan. Jenis itu mampu mengeradikasi infeksi.

8.Penanganan pascapanen
Phytophthora infestans tak bertahan lama di luar inang. Untuk itu biarkan semua batang tanaman mati 2-3 minggu sebelum panen agar kulit umbi kuat dan daun bersih dari spora. Cara lain dengan memangkas batang tanaman 2 minggu sebelum panen. Bisa juga dengan menyemprotkan herbisida kontak. Kentang yang tekena hujan sebaiknya diangin-anginkan atau dikipas agar kulitnya kering. Ingat, kelembapan merupakan pemicu pertumbuhan spora. (Ir. Wildan Mustofa, Produsen Kentang di Pangalengan, Bandung)