Langkah Menghasilkan Ranchu Berkualitas Dan Bermutu

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
budidaya ranchu

Selain Jepang, Thailand dikenal piawai menghasilkan ranchu bermutu. Tak heran bila maskoki keluaran negeri Siam itu diminati berbagai negara. Itu buah kerja keras pemulia di sana selama 5 tahun terakhir. Inilah rahasia mereka membidani kelahiran ranchu bermutu.

Dalam keluarga besar maskoki, ranchu memang superstar. Bersosok elegan, penuh gumpalan lemak- begitu sebutan penangkar Jepang-di kedua pipi. Tubuh pendek berbentuk bulat telur. Punggung belakang melengkung tajam tanpa sirip. Di pangkal ekor membentuk sudut tak lebih dari 90°. Panjang tubuh 15- 20 cm. Warna beragam, antara lain merah, merah-putih, putih, kaliko, dan jingga. Wajah pun imut-imut menggemaskan.

Ranchu keturunan lion head asal Cina. Dengan konsep artistik, penangkar Jepang memodifikasi hingga lebih anggun dan fantastik. Itulah sebabnya mereka membuat beberapa kriteria khusus yang berbeda dengan lion head dan memberi nama ranchu. Keindahan ranchu biakan negeri Sakura itu bersifat top view- hanya bisa dinikmati dari atas.

Mirip lion head

lion head
Ikan lion head

Mungkin masih banyak yang mengira ranchu sama dengan lion head karena sekilas keduanya mirip. Namun, kepala ranchu tak sebesar lion head. Beberapa varietas ranchu, misal edonishiki asal Jepang, pertumbuhan kepala relatif kecil. Sebaliknya lion head, kepala seolah hanya berupa gumpalan berukuran begitu besar, hingga kerap mengganggu pemapasan dan penglihatannya. Meski demikian, banyak yang menilai kepala ranchu tak seanggun lion head.

Perbedaan lain, punggung ranchu sangat melengkung mirip kurva, sementara punggung lion head cenderung lebih rata. Kalau pun melengkung hanya membentuk kurva dangkal. Dari berbagai farm di Thailand yang dikunjungi Mitra Usaha Tani, rata-rata masih berskala rumahan. Yang terbesar adalah 24K Goldfish Farm, Bangkok, yang berdiri di atas lahan seluas 3.200 m2. Indukan didatangkan dari Jepang. Tak heran, ranchu produksi Thailand kebanyakan bersifat top view.

Indukan Yang sempurna

Induk yang baik diseleksi dari bentuk kepala, jambul, dan ekor. Jambul kepala memanjang ke depan. Ekor mekar sempurna, tidak patah atau melintir. Cara berenang pun harus baik. Bentuk tubuh memanjang dan seimbang. Sisik lengkap, tidak bertumpuk, dan berjajar rapi. Tubuh tidak terlalu gendut atau kurus, serta tidak mempunyai cacat. Sebaiknya induk berumur minimal 3 tahun agar kualitas telur bagus. Induk betina cenderung mewariskan bentuk kepala dan jantan mewariskan bentuk tubuh.

Beri pakan secukupnya, agar mutu telur dan sperma yang dihasilkan bagus. Pakan sebaiknya mengandung vitamin C, E, protein, dan mineral. Vitamin C berfungsi membentuk kolagen yang membantu perkembangan tubuh. Kekurangan vitamin E menghambat perkembangan burayak. Sebab-yolk alias cadangan pakan di tubuh burayak banyak mengandung air. Perkembangan pun terganggu karena kandungan protein dan lemak sangat rendah.

Pemberian protein berpengaruh pada besar telur. Ikan yang diberi protein nabati menghasilkan telur lebih kecil ketimbang yang mendapat protein hewani. Sementara kekurangan kalsium dan fosfor menyebabkan perkembangan telur lebih lambat.

Net naik-turun

kolam ranchu
Net untuk mencegah perubahan suhu air mendadak

Di Thailand penangkaran ranchu dilakukan di bak-bak kecil berukuran 1 m x 1 m dengan kedalaman minimal 20 cm. Bak-bak dibangun permanen, terbuat dari semen dengan ketebalan 5-10 cm atau fiber. Terdapat bak khusus untuk pemijahan, pemeliharaan telur, dan pembesaran.

Setiap bak mampu menampung 5-8 ekor ranchu dewasa. Bak-bak itu dilengkapi aerator untuk memperlancar pasokan oksigen. Penempatan bak dibuat berderet-deret membentuk lajur. Di atas setiap lajur terdapat saluran air terbuat dari PVC.

Setiap bak dilengkapi pipa pembuangan untuk menyeimbangkan keluar masuk air. Pipa berdiameter 5 cm dipasang tegak di dasar kolam. Jika kelebihan air langsung keluar melalui pipa. Ada juga peternak yang melengkapi dengan tabung untuk menyimpan arang penetral kaporit. Beberapa peternak sederhana menggunakan ember sebagai filter.

Tak semua farm menerapkan cara beternak terbuka. Sebagian malah beratap permanen. Namun, 24K Goldfish Farm, menggunakan net sebagai peneduh. Net dipasang pada tiang-tiang besi setinggi 1,5-2 m. Bila musim panas, net dinaikkan hingga batas tertinggi. Sementara saat musim hujan, net diturunkan hingga tepat di atas bak. Tujuannya mencegah perubahan suhu secara drastis.

Kualitas air

Filter air
Filter Air berisi arang penetral kaporit

Untuk memelihara ranchu dewasa maupun anakan, kedalaman air minimal 25 cm. Kolam terlalu dangkal menyebabkan suhu air meningkat. Padahal, Cassius auratus itu menyukai suhu dingin. Meski demikian sebaiknya ranchu dipelihara di tempat terbuka yang terkena sinar matahari.

Suhu tinggi membuat pemapasan dan metabolisme ikan lebih cepat. Akibatnya, kadar amonia hasil buangan tubuh hewan berdarah dingin itu meningkat. Jika dibiarkan berbahaya lantaran bisa terserap kembali. Sebaliknya, suhu rendah menyebabkan pernapasan dan metabolisme lambat. Perubahan suhu mendadak bisa berakibat kematian. Suhu optimal 15-28°C.

Lantaran relatif bersih dan bebas bibit penyakit, air terbaik adalah air ledeng. Untuk mengatasi kandungan klorin-kaporit-tinggi, air diendapkan lebih dulu selama 2-3 hari. Untuk mempercepat penguapan klorin, tablet sodium tiosulfat bisa digunakan. Dosis 1 tablet per 10 liter air. Setelah pencampuran itu air dibiarkan 30 menit sebelum digunakan. Beberapa peternak memanfaatkan arang untuk menetralisir kadar klorin.

Jumlah oksigen terlarut minimal 5 mg per liter air. Pada siang hari jumlahnya lebih banyak ketimbang malam hari. Kelebihan karbondioksida berbahaya lantaran bisa menyebabkan pH air turun. Tingkat keasaman ideal 6,5-8,5.

Setiap penggantian air, tambahkan garam secukupnya. Sebagai gambaran, untuk kolam 1 m x 1 m cukup sesendok garam. Tujuannya untuk menurunkan kadar amonia dalam air hasil sekresi ikan. Bila kotoran terserap insang berbahaya lantaran menyebabkan hemoglobin tak mampu mengikat oksigen.

Penggantian air cukup 5-6 hari sekali. Keseringan ganti air tidak akan berpengaruh terhadap warna ikan. Itu dilakukan hanya untuk menjaga kualitas air. Setelah 1 bulan, ranchu akan tumbuh cepat. Pada periode ini penggantian air jangan terlalu sering untuk menjaga nafsu makan. Meski air jarang diganti, kotoran harus tetap disedot, kemudian air ditambah lagi. Dengan begitu perkembangan kepala bisa lebih baik. Saat mengganti air, bak harus dibersihkan dengan teliti.

Bila tak ingin sering mengganti air, gunakan filter atau ozonisasi. Ozonisasi mampu menjernihkan air, menghambat perkembangan virus dan bakteri, mengoksidasi logam berat dan racun, serta meningkatkan kadar oksigen terlarut. Jika memanfaatkan filter, alirkan air kotor ke dalam filter mekanik dan kimia untuk menyaring bakteri dan kotoran. Air yang sudah bersih lalu dialirkan kembali ke bak pemeliharaan.

Ranehu yang dirawat di kolam hijau dengan pakan plankton cenderung memiliki tipe kepala berbentuk kotak. Sementara yang dipelihara dengan air murni kepalanya lebih lancip. Parus Boondumnern, seorang hobiis di Bangkok, memanfaatkan ganggang Azolla pinnata untuk mencerahkan warna.

Azolla pinnata
Azolla pinnata dipakai untuk mencerahkan warna

Tahapan Pengawinan Ranchu

Pemijahan ranchu
Bisa dipijahkan dengan stripping

Di Thailand, budidaya ranchu dilakukan sesudah musim hujan, sementara di negara 4 musim pada awal musim dingin. Tanda-tanda induk matang gonad muncul bintik-bintik putih pada sirip renang induk jantan. Sementara pada betina, bagian bawah perut membesar. Gejala itu tampak 4 hari sebelum bertelur. Si jantan berupaya mengejar dan menyundul-nyundul perut betina.

Empat hari sebelum pemijahan jatah pakan dikurangi. Betina tak perlu diberi pakan sama sekali agar telur yang dihasilkan sehat. Itu juga memacu telur yang belum matang sempurna agar keluar. Saat itu pergantian air dikurangi. Suhu dijaga agar tak melebihi 20°C. Jika suhu mencapai 30°C, telur lebih cepat menetas dan anakan yang dihasilkan tidak akan bagus.

Bak yang akan dipakai bcrtdm disiapkan lebih dulu. Bersihkan dengan menambahkan air tawas (10 ppm) ke dalam bak. Biarkan selama 20 menit, lalu dicuci bersih. Selelah itu diisi air biasa hingga ketinggian 20-30 cm. Beberapa peternak menggunakan jaring untuk menutup permukaan bak untuk mencegah masuknya serangga. Tanaman air yang digunakan untuk tempat telur pun dibersihkan agar bebas hama.

Ranchu jantan dan betina yang sudah dipasangkan dimasukkan ke dalam bak peneluran. Agar hasil lebih pasti, 3 ekor jantan disertakan sekaligus. Dengan cara ini peluang telur terbuahi meningkat.

Esok hari, pukul 04.00-09.00, ikan sudah bertelur dan dibuahi. Begitu selesai bertelur, induk segera diangkat dan dipindahkan ke bak pemulihan. Tujuannya memulihkan kondisi dan mencegah agar telur tidak termakan. Telur dikeluarkan berbentuk gumpalan. Yang bagus biasanya dikeluarkan pada gumpalan pertama. Telur pada gumpalan berikutnya cenderung menghasilkan ikan lemah dan tak begitu sehat.

Selain pemijahan alamiah, ada juga peternak yang menggunakan cara stripping. Ikan jantan dan betina diangkat dan dipijat agar telur dan sperma keluar. Secara perlahan keduanya lalu dicampur. “Teknik ini bisa meningkatkan persentase telur yang menetas ketimbang cara alamiah,” tutur Somsak, peternak asal Top Ten Ranchu, Bangkok. Bila dikawinkan secara benar, yang terbuahi bisa mencapai 5.000 telur.

Pada hari bertelur, bak dijaga agar tak terkena sinar matahari langsung. Suhu dipertahankan 20°C agar menetas dalam 4-5 hari. Di daerah tropis, suhu 21-24°C masih bisa ditolerir. Telur diusahakan tidak menggumpal agar penyebaran oksigen merata. Kebutuhan oksigen meningkat seiring perkembangan telur.

Telur juga melepas racun seperti amonia dan karbondioksida. Keduanya bisa menggagalkan bakal burayak itu menetas.
Oleh karena itu pergantian air sangat diperlukan. Jika pemeliharaan dilakukan pada bak dengan air tak mengalir, penggantian sebagian bisa dilakukan 6 jam sekali.

Setelah menetas, aerator tetap dinyalakan (lemah). Pergantian air dilakukan 7-10 hari sekali dengan perbandingan air baru dan lama 7:3. Populasi anakan diatur agar tidak terlalu banyak lantaran pemberian pakan kerap tidak merata. Kualitas pun akan turun. Setelah itu, suhu air perlahan dinaikkan 2-3°C per hari. Namun, tetap dijaga agar tak melebihi 30°C.

Pilih burayak yang berkualitas

burayak yang berkualitas
Burayak umur 7 hari sudah bisa diseleksi

Seleksi burayak dilakukan setelah berumur 10 hari. Namun, ada pula peternak yang menyeleksi saat berumur 1 bulan. Menurut mereka, seleksi terlalu dini sebaiknya dihindari lantaran burayak masih terlalu lemah dan mudah terserang penyakit.

Sebelum seleksi, peternak menyiapkan bak atau kolam berisi air. Penyortiran bisa dilakukan saat pergantian air bak. Burayak dipindahkan ke wadah baru dengan perbandingan air lama dan air baru 1:1. Kedalaman air sekitar 15 cm. Setelah itu burayak diciduk dan dipindahkan ke wadah lebih kecil berwarna putih. Tujuannya agar burayak terlihat jelas.

Untuk mendapatkan burayak berkualitas, seleksi dilakukan sampai 20 kali. Dibutuhkan waktu lama dan tingkat kesabaran tinggi untuk melakukan proses ini. Bila ikan terlihat lemas, cara berenang tidak gesit, tubuh kecil, serta bentuk ekor tidak bagus, segera pisahkan dari kelompok hingga populasi tersisa setengahnya. Penyeleksian sebaiknya pagi hari lantaran suhu udara masih rendah. Sortir pada siang hari dikhawatirkan menyebabkan ikan kehabisan oksigen.

Seleksi saat ikan berumur 1 bulan lebih mudah lantaran ciri fisik cukup jelas terlihat. Kriteria pemilihan antara lain bentuk tubuh, ekor, kepala, punggung, tulang ekor, dan kegesitan saat berenang. Yang diseleksi pertama kali adalah bentuk ekor dan kelengkapannya. Ekor harus mengembang sempurna dan tidak cacat.

Ikan-ikan yang tak lolos seleksi dibuang. Sementara yang lolos tetap di bak dan diberi pakan kutu air. Pakan itu dihentikan ketika ikan cukup besar dan bisa menyantap bloodworm. Anggapan kutu air memacu pertumbuhan tak sepenuhnya benar.Memang, kutu air berkaitan erat dengan perkembangan kepala.

“Namun, saya lebih mementingkan keseimbangan gizi secara keseluruhan.Jadi, tak hanya peduli pada pertumbuhan kepala,” tutur Aos Koban, salah seorang peternak.

Setelah ikan berumur 60-70 hari dengan ukuran 6-7 cm, seleksi kembali dilakukan. Pilih ikan yang berekor mengembang dan bergaris punggung seimbang dengan ekor. Untuk mengetahuinya peternak mengamati dari atas. Cara berenang harus gesit dan seimbang. Ikan berkualitas rendah segera dipisahkan.

Populasi sebaiknya tidak terlalu padat. Tujuannya supaya ikan leluasa bergerak. Nafsu makan pun meningkat sehingga ikan cepat tumbuh besar.
Kepala dan jarak mata semakin lebar. Jika demikian, bentuk semakin sempurna.

Standar kualitas

Seleksi ranchu
Seleksi meliputi bentuk tubuh, ekor dan kepala

Seekor ranchu dinilai berkualitas tinggi bila memenuhi beberapa syarat yang meliputi bentuk tubuh, warna, dan cara berenang. Jika dilihat dari atas, peternak mengamati secara keseluruhan. Kepala, tubuh, dan ekor harus seimbang, tidak ada yang berat sebelah. Bila ditarik garis tengah antara ketiganya membagi 2 bagian sama rata. Setelah itu, pengamatan dilanjutkan lebih teliti.

Ukuran ekor kanan dan kiri harus sama, terbagi 2 tepat di tengah. Mekar sempurna, tidak patah, keriput, melintir, atau sobek. Terdapat sirip di bagian bawahnya. Punggung harus melengkung sempurna tanpa benjolan. Pangkal ekor melengkung dan tidak begitu panjang.

Ranchu sebaiknya tidak kurus juga tidak terlalu gendut, tapi besar dan terkesan kuat. Pangkal ekor terlihat besar dan kokoh. Sirip harus lengkap, teratur rapi dan sejajar. Warna cerah dan tajam. Saat berenang, pangkal ekor terlihat indah dan seimbang.

kualitas ranchu
Cara penang menentukan kualitas ranchu

Pakan Yang Bermutu

Saat menetas, di tubuh burayak masih menempel kantung kuning telur atau yolk sack. Biasanya, burayak diam di pinggir atau dasar kolam. Pakan belum diberikan lantaran kuning telur masih mencukupi kebutuhan tubuhnya.

Setelah 3 hari, burayak berenang-renang di air. Ini pertanda ia sudah mulai mencari pakan. Saat itu diberikan artemia. Pilihan lain berupa rebusan kuning telur yang dimasukkan ke dalam kantung plastik, dibuat berlubang-lubang kecil hingga
air bisa masuk. Sedikit demi sedikit telur akan keluar dan dimakan. Dengan cara ini, kualitas air tak cepat menurun.

Pakan yang baik untuk burayak berumur kurang dari 1 bulan adalah pakan segar seperti cuk. Ia membuat anak ikan sering bergerak. Sehari diberi makan 6 kali (mulai pagi saat matahari terbit). Tunggu sampai habis sekitar 20 menit, baru diberi lagi.

Untuk ikan besar, pakan terbaik adalah cacing sutera, cuk, bloodworm, dan artemia. Pakan-pakan itu selain komposisinya mendekati pakan di alam, juga mampu merangsang nafsu makan. Namun, umumnya lebih mahal ketimbang pakan instan. Volume secukupnya, kira-kira 80% dari kapasitas. Pakan segar lebih baik daripada pelet. Sebab, ikan banyak bergerak untuk mengejar pakan. Frekuensi pemberian 2-3 kali sehari.

Pakan instan mudah didapat, digunakan, dan disimpan. Diperkaya obat-obatan dan vitamin. Biasanya berupa pelet. Lantaran tak bersirip punggung, ranchu cenderung makan dengan membungkuk ke bawah, bukan mengapung ke permukaan. Oleh karena itu lebih cocok diberi pelet kering yang tenggelam. Pelet sebaiknya untuk selingan. Hati-hati lantaran pelet biasanya mengembang setelah ditelan, sehingga perut ikan membesar. Untuk ikan kecil yang warnanya mulai muncul, pemberian terlalu banyak menyebabkan warna pucat sampai dewasa. Setelah masa itu lewat, baru pelet diberi selang-seling.

Siap dipasarkan

pameran ranchu
Ruang pameran ranchu berkualitas di Thai Suwan Inter

Setelah melalui proses seleksi, ranchu siap dipasarkan. Sebagian besar untuk ekspor, sisanya dipasarkan di dalam negeri. Di negeri Gajah Putih itu, ranchu hanya dimiliki kalangan tertentu. 24 K Goldfish Farm mengekspor ranchu ke Jepang senilai Rp 850-juta/bulan. “Induk didatangkan dari Jepang, atau kami hanya membesarkan burayak-burayak yang diimpor dari Jepang,” ungkap Boonrak Chamehoengpichit, si empunya farm. Peternak-peternak di Bangkok banyak yang mencati indukan ke farm milik Narat Suktinthai itu.

Importir terbesar adalah Thai Suwan Inter 2000 Co. Ltd. di Bangkok. Beragam maskoki- termasuk ranchu-berkualitas tinggi diperjualbelikan.Peminat dipersilakan datang dan memilih sendiri ikan yang diinginkan.

Suasana ruang pamer dibuat senyaman mungkin. Setiap bak dilengkapi tong berisi arang penetral kaporit. Penampilan tong pun dibuat sedemikian rupa hingga terlihat artistik. Tak heran, para pengunjung betah berlama-lama di situ.

Gangguan dan penyakit

Sebagai salah satu jenis maskoki, ranchu juga mudah terserang penyakit. Gangguan akibat cara pemeliharaan keliru pun kerap terjadi. Misalnya, akibat perubahan suhu mendadak ikan gampang terserang flu. Karena itu penggantian air harus memperhatikan suhu air.

Pemberian pakan terlalu banyak atau pakan kadaluwarsa menyebabkan perut kembung. Gejalanya, ikan mogok makan, memisahkan diri dari kelompoknya, dan berdiam di permukaan air. Untuk mengatasinya, ikan dipuasakan beberapa hari. Kualitas air dijaga agar tetap bersih, lalu beri pakan yang mudah dicerna.

Gangguan lain jika dasar kolam kasar atau ketinggian air kurang. Dampaknya, luka di tubuh akibat gesekan dengan dasar kolam. Segera obati dengan antibiotik untuk mencegah infeksi yang berbahaya.

Busuk insang dan ekor juga acap terjadi akibat bakteri. Gejalanya, insang berubah warna, lembek, dan sobek. Ikan pun sulit bernapas dan mati. Jika teijadi pada ekor, ujung ekor berubah putih, lalu sobek, dan membusuk. Serangan dipicu air kotor, tanaman air, atau tertular ikan lain. Jika gejala tampak, peternak harus segera mengobati dengan New Green F, Green F Gold, dan Parazan D.

Penyakit yang paling sering ditemukan adalah white spot. Muncul bintik-bintik putih berdiameter 1 mm pada tubuh dan sirip, lalu menyebar ke seluruh tubuh. Nafsu makan menurun, jika dibiarkan akan mati.

Suhu air kurang dari 20°°C atau pemberian pakan tidak cermat bisa menyebabkan alergi. Kulit di sekitar insang membengkak. Bila sudah parah, terbentuk lendir putih di sekitar insang. Biasanya diobati dengan malacite green, methilene blue, atau green F.

Aeromonas sp momok bagi hobiis ranchu. Jika bakteri itu menyerang, sisik ikan berdiri dan kulit memerah. Pakan yang kurang bersih menjadi pemicu. Peternak di Thailand mengobati dengan Parazan, Parazan D, dan Green F Gold. Kadang juga dijumpai sisik membengkak dan merah, lalu lepas dalam 1 minggu dan merambat ke bagian lain. Pada bekas sisik muncul lubang yang lama-kelamaan membesar. Setelah diberi Parazan, suhu air dijaga 28-30°°C.

Perut terlalu gendut atau suhu air sering berubah menyebabkan ikan berenang terbalik di permukaan. Jika gejala terlihat, suhu air dijaga 25°°C.

Hama yang acap menyerang ranchu adalah cacing. Ia menempel di luar tubuh atau tertelan dan hidup dalam tubuh ikan. Parasit ini mengisap darah. Gejalanya, cara renang berubah serta terdapat benda asing berbentuk garis sepanjang 10 mm di sisik atau rongga mulut. Gunakan pinset untuk mengambil cacing. Bila terjadi luka, berikan obat Refresh serta suhu dijaga agar di atas 15°°C. ***