Lomba Merpati Balap: Hercules Terkuat di Serpong

Lomba Merpati Balap Di Serpong

Hercules memang pantas menyandang gelar juara pertama. Penampilannya memukau sejak diterbangkan pada babak I hingga final pada lomba merpati balap serpong. Maklum, mental bertandingnya sudah teruji di berbagai kontes.
Di kontes sama setahun silam, temakan Matronda itu pun dikukuhkan sebagai yang terbaik. Gaya terbangnya acap mengecoh lawan. Pengalaman selama dipegang, kalau di babak I tampil bagus, pasti juara.
Penampilan Barhonda sebenarnya juga bagus. Bahkan, sprinter andalan Handoyo, hobiis asal Jakarta, itu sudah diprediksi bakal juara. Pukulannya maut, kalau lawan tidak waspada bakal kocar-kacir.
Prediksi salah satu personel tim Makita itu beralasan. Temakan Itang asal Tasikmalaya, Jawa Barat, itu telah mengantongi juara I di lomba merpati balap kelas perang bintang sebanyak 2 kali di ajang adu cepat pada Jumat dan Sabtu. Kekalahan Barhonda karena kelelahan. Kondisi fisiknya turun setelah 3 hari bertempur .

Gelar merpati balap juara Tercepat

Gagal meraih gelar tercepat tak hanya dialami Barhonda. Jarum 76 milik Acin pun gagal mengukir prestasi setelah dijegal Hercules di babak semifinal. Paket Hemat andalan tim Makita asal Jakarta pun tak mampu menandingi keperkasaan Hercules. Ia hams bertekuk lutut di babak perempat final.
Kekalahan itu memang harus diterima tim Makita. Mental bertanding belum cukup teruji. Umurnya baru 7 bulan sehingga butuh latihan lebih serius . Paket Hemat menduduki urutan ke-7 disusul Brutal yang juga milik tim Makita. Gembol dan Tasmania, andalan lain gagal sejak putaran awal.
Mawar, jagoan Sofyan Permana dari Jakarta, tak mampu berbuat banyak. Andalan tim berbaju kuning itu pupus setelah dikalahkan Barhonda di babak semifinal. Padahal, untuk melaju ke babak itu Mawar hams berjuang mengungguli Sapuangin milik Ching Sen asal Bandung, Jawa Barat.
Tim Sri Bintang dari Lampung yang mengharapkan Sri Gunting, jagoannya akan “menggunting” lawan ternyata hanya bertahan di babak ke-6. Anak Putra Manja dan Adik Ramadhan itu gagal melaju ke babak semifinal setelah dijegal Barhonda. Kedua merpati itu berpeluang meraih juara.

Lomba Merpati Balap Tahunan

Menang di lomba merpati balap memang harapan setiap peserta. Namun, tidak semua burung yang diikutkan meraih juara. Itu pula yang dialami Asen dari Tim Batubara, Medan. Empat jagoan yang dibawanya tak satu pun yang meraih gelar juara. Gledek, Peterpan, Anak Medan, dan Gempar sudah kalah di babak awal. Petir Muda, andalan lain, urung mengikuti lomba lantaran kondisi kesehatannya menurun.
Julianto Nugroho, hobiis dari Bogor, pun gagal memboyong piala. Greyhoun, andalannya tidak meraih satu pun gelar juara selama 3 hari berlomba. Meski kecewa lantaran jagoannya kalah, peserta lain yang datang puas mengikuti jalannya lomba.

Pemanasan Sebelum Event Utama

Kontes lomba merpati balap lokal besar di lapangan Gading Serpong, Tangerang, pada medio Maret pertengahan tahun itu berlangsung meriah. Tercatat 190 peserta datang dari berbagai daerah, seperti Tasikmalaya, Bandung, Pekalongan, Solo, dan Lampung.
Minimnya peserta telah diprediksi panitia lantaran hajat itu agenda lomba perdana di Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI) pada tahun depan. “Mereka hanya sekadar ajang pemanasan burung menjelang lomba nasional di Bandung, Jawa Barat, akhir April nanti,” kata Ching Sen, ketua bidang lomba PPMBSI.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.