MAKAN SEHAT DAN KENYANG DI WARUNG ORGANIK

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
ramuan pak oles

You are what you eat ungkapan ini menggambarkan bahwa makanan gang kita makan sangat menentukan diri kita.Makan sering hanya dianggap sebagai obat kenyang, tanpa memperhatikan segi kesehatan. Padahal, makan seharusnya tidak hanya asal kenyang tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi kesehatan, memberikan gizi yang baik dan menyehatkan badan. Atas dasar inilah Pak Oles mendirikan Warung Organik, yang menyajikan makanan organik, sehat dan aman bagi tubuh.

Bukan Pak Oles bila kehabisan ide. Seakan tiada habisnya ide mengalir, kali ini Pak Oles mengajak untuk hidup sehat melalui makanan. Warung Organik yang didirikannya, sebenarnya sangat kontras dengan masyarakat Bali yang lebih suka makan daging ketimbang sayur. Walau melawan arus, Pak Oles tetap mendirikan Warung Organik yang lebih banyak menyajikan sayur ketimbang daging, karena kebutuhan serat terpenuhi dari sayur-sayuran dan buah-buahan.

Pak Oles yakin, pelan-pelan masyarakat akan terbiasa dengan pola makan hidup sehat ini. “Segala sesuatu itu perlu waktu, tidak langsung jadi. Tetapi sekarang sudah banyak masyarakat Bali yang berkunjung ke Warung Organik. Artinya, mereka suka dengan hidangan Warung Organik kendati lebih banyak menggunakan sayur dan buah ketimbang daging,” ujar ayah tiga anak.

Didukung suasana nyaman dan asri, dengan dekorasi etnik khas Bali, hidangan yang disajikan di Warung Organik tidak kalah dengan hotel berbintang, baik rasa maupun cara penyajiannya. “Saya sengaja merekrut para ahli di bidang makanan, mereka pernah bekerja di perhotelan, sehingga tahu betul bagaimana menyajikan hidangan untuk para tamu. Sebab, makanan di sebuah restoran tidak bisa lepas dari rasa dan penyajian,” tutur Pak Oles yang nama aslinya Gede Ngurah Wididana.

Service menjadi hal utama di restoran yang sengaja menggunakan nama yang familiar, dan khas Indonesia. “Warung identik sebagai tempat orang untuk berkumpul sambil menikmati hidangan, inilah yang saya inginkan, orang berkumpul di Warung Organik, sambil mengobrol, berdiskusi dalam suasana kekeluargaan dan menikmati hidangan yang lezat,” jelas pendiri Institut Pengembangan Sumber Daya Alam ini (IPSA).

Ramai Dikunjungi Wisatawan Mancanegara

Kendati memperhatikan rasa dan penyajian, Pak Oles lebih mengutamakan kebersihan dan kesehatan sayur yang dihidangkan. Sayur-sayur dan buah-buahan tersebut dipasok dari petani organik binaan IPSA, yang telah beralih ke pertanian organik dan tidak menggunakan pupuk kimia maupun pestisida dalam pengelolaan pertaniannya. Dengan demikian, selain memberikan sayur dan buah yang sehat kepada para konsumen,

Pak Oles juga memberikan pendapatan kepada para petani binaan IPSA tersebut karena menampung hasil pertaniannya. Di saat I hotel sedang sepi akibat peristiwa bom yang dilanjutkan dengn wabah SARS, permintaan sayur dan buah dari Warung Organik sangat melegakan petani.

IPSA banyak membina petani untuk mengelola pertanian organik, melalui bimbingan, pelatihan dan kunjungan hingga akhirnya mampu untuk bertani tanpa menggunakan pupuk kimia.

“Apa sih yang tidak bisa ditanam di Bali? Hampir semua tanaman bisa di tanam di Bali, tetapi tanahnya lama kelamaan kurang subur akibat pemakaian pupuk kimia yang berlebihan.

Oleh karenanya, kita harus berusaha mengembalikan struktur tanah agar tetap subur dan memberikan hasil yang maksimal, serta hasil panennya menyehatkan badan karena tidak mengangdung bahan kimia. Itulah tujuan utama pembinaan para petani tersebut,” papar Pak Oles.

Tak hanya ramai dikunjungi masyarakat sekitar, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali pun sering makan di Warung Organik ini. Beberapa pengunjung dari Jerman, Amerika, Jepang, Denmark, Korea ini mengaku menyukai tempat maupun hidangan yang disajikan Warung Organik yang terletak di Jl. Letda Kajeng 21 D, Yang batu, Denpasar, Bali ini.

Bila anda berkunjung ke Bali, jangan lupa untuk mengunjungi Warung Organik, agar anda tetap sehat dan kenyang selama di Bali.

Bagaimana dengan harga? Jangan khawatir, biar pun tempat dan rasa sekelas dengan hotel berbintang, harga tetap merakyat!