Manfaat Susu Kefir Bagi Kesehatan Tubuh

Kefir | Kesehatan | Mitra Usaha Tani

Luka itu muncul dari sekumpulan gelembung mungil mirip jerawat yang menimbulkan gatal. Desi mengira kondisi itu hanya gatal-gatal biasa karena gigitan serangga. “Ketika gatal menyerang kadang juga disertai sensasi panas,” ujarnya. Acap kali ibu satu anak itu tidak sanggup menahan dan menggaruk bagian yang gatal. Akibatnya kulit berubah menjadi ruam-ruam merah, melepuh, dan bernanah.

Apa itu kefir?

Kefir, diucapkan kee-feer, adalah minuman susu fermentasi yang dihasilkan dari susu sapi, kambing, atau domba. Kefir air identik dengan kefir susu, namun dibuat dengan air, bukan susu.

Kefir adalah minuman susu yang telah difermentasi menggunakan biji kefir. Minum kefir memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Kata kefir berasal dari kata Turki “keyif”, yang berarti “perasaan yang baik”. Minuman ini mengandung bakteri hidup dan ragi dan terbuat dari susu dan biji-bijian kefir. Kefir diperkirakan berasal berabad-abad yang lalu di Pegunungan Kaukasus Eropa Timur, dekat Turki saat ini, menurut sejarawan. Kata kefir berasal dari kata Turki “keif”, yang berarti “merasa menyenangkan”.

Probiotik Dalam Kefir

Ketika gatal itu menyerang, Desi Anggraeni biasanya menaburkan bedak antigatal. Namun, upaya itu takmenyelesaikan masalah. Warga Kotamadya Batu, Provinsi Jawa Timur, itu lantas bergegas ke dokter terdekat. Dokter mendiagnosis Desi positif dermatitis atau eksem yakni penyakit kulit yang menyebabkan peradangan sehingga membentuk lepuhan berisi cairan bila pecah.

“Penyebabnya alergi makanan olahan laut seperti udang,” tutur Desi. Oleh sebab itu dokter menyarankan agar Desi berhenti mengonsumsi hidangan laut. Dokter lantas meresepkan obat berupa 3 jenis tablet. Desi mengonsumsi ketiga obat itu 3 kali sehari. Selain itu ia juga rutin mengoleskan salep 3 kali sehari. “Yang saya ingat salah satu tablet itu adalah antibiotik,” kata Desi.

Selang sepekan, ruam merah dan kulit yang melepuh berangsur hilang. Wanita berusia 29 tahun itu pun bisa kembali menggunakan pakaian apa saja yang diinginkan. “Saya mematuhi perintah dokter untuk tidak tergiur menyantap sajian laut,” ujarnya. Sayang, kerinduan menikmati lezatnya hidangan laut kerap datang menggoda. Pada awal 2014, Desi tergiur menyantap udang goreng.

“Saat menyantap udang, saya sudah waswas,” ujarnya. Benar saja sejam kemudian mulai muncul rasa gatal. Kali ini pada betis kiri. Keesokan hari terlihat ruam kemerahan dan melepuh menutupi nyaris seluruh permukaan kulit. Desi sadar betul cara terbaik untuk mencegah dermatitis agar tidak kambuh adalah mengikuti saran dokter untuk menghindari makanan laut.

Alergi Kefir

Namun, apa lacur hasrat itu sudah tak terbendung. Dokterdan herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banteng, dr Prapti Utami, mengatakan bahwa kondisi Desi merupakan bentuk reaksi tubuh terhadap alergi.

“Setiap orang memiliki respon berbeda dalam menanggapi hadirnya alergen, Bisa berupa asma, bersin, pilek, hidung tersumbat, atau gatal-gatal,” ujar dokter alumnus Universitas Diponegoro itu.

Alergen adalah zat yang memicu timbulnya alergi. Dermatitis karena alergi bisa disebabkan oleh beragam faktor antara lain makanan, udara, kontak dengan bahan tertentu misalnya karet, dan zat kimia seperti deterjen dan sabun mandi.

Dampak gatal di kulit merupakan pertanda sistem imun di tubuh menolak alergen. Dokter akan meresepkan salep atau krim untuk mengurangi peradangan. Bila daerah eksem luka dan bernanah maka diberikan antibiotik untuk membunuh bakteri.

Kefir Berkhasiat Untuk Membantu Menyembuhkan Penyakit Kulit Seperti Dermatitis

Kefir berkhasiat membantu menyembuhkan penyakit kulit seperti dermatitis

Manfaat Susu Kefir Bagi Tubuh

Dalam kondisi gatal, Desi enggan ke dokter. Ketika itulah seorang sahabat menyarankan untuk mengonsumsi kefir. “Saya masih asing mendengar nama kefir apalagi tentang manfaat kefir bagi pengobatan alergi saya, kawan saya menjelaskan bahwa kefir adalah fermentasi susu kambing,” katanya.

Karena berharap sembuh, ia memenuhi saran teman untuk mengonsumsi minuman yang mengandung lebih dari 10 bakteri baik antara lain Lactobacillus kefir, Acetobacter aceti, dan Streptococcus thermophilus.

Desi minum 30-50 ml susu kefir setiap pagi, siang, dan malam hari. Selain itu, ia juga mengompres luka menggunakan handuk yang sudah dicelupkan ke dalam kefir.

“manfaat kefir dan efek penyembuhannya memang tidak secepat obat kimia, tetapi saya lebih memilih kefir sebab lebih alami,” ujarnya, la baru merasakan khasiat kefir setelah 6 bulan. “Frekuensi gatal berkurang dan luka lambat laun mengering,” katanya. Kulit pun sedikit demi sedikit mulus kembali.

Prapti Utami menuturkan kefir merupakan minuman probiotik yang berguna sebagai penyeimbang tubuh. “Bakteri yang terkandung di dalamnya membantu sel-sel dalam tubuh agar bekerja optimal sehingga mampu meregenerasi sel yang rusak,” katanya, la mengatakan kefir juga mengandung multivitamin dan protein sehingga membentuk antibodi. Dampaknya, daya tahan tubuh terhadap alergen meningkat.

Mengobati Penyakit Kulit

Namun, kecepatan penyembuhan itu bergantung pada kondisi tubuh pasien. Asupan nutrisi yang baik dan tercukupi mampu mempercepat proses kesembuhan pasien.

Prapti menuturkan selain kefir, herbal lain yang mampu membantu menyembuhkan penyakit kulit adalah mimba Azadirachta indica. Mimba mengandung anticendawan, antibakteri, dan antiparasit sehingga baik digunakan untuk mengobati infeksi kulit oleh bakteri atau cendawan.

la menganjurkan pasien dermatitis untuk mengonsumsi ekstrak daun mimba berupa kapsul. Dosisnya 1 kapsul 3 kali sehari. Dokter alumnus Universitas Diponegoro itu juga meresepkan daun mimba kering untuk mandi.

Menurut peneliti mikrobiologi susu dari Balai Besar Pascapanen Pertanian, Sri Usmiati SPt MSi, khasiat kefir terhadap kesehatan kulit lantaran globula lemak yang akan masuk ke kulit lebih kecil sehingga kulit menjadi lebih halus.

Perbedaan Kefir dan Yogurt

Kefir memiliki gula sedikit lebih sedikit daripada yogurt, tetapi ini bervariasi tergantung pada jenisnya. Kefir memiliki lebih banyak kandungan probiotik daripada yogurt, yang merupakan perbedaan nutrisi paling signifikan di antara keduanya. Sementara yogurt memiliki beberapa probiotik, kefir memiliki konsentrasi yang lebih tinggi. Kefir adalah pilihan terbaik jika Anda ingin meningkatkan pencernaan atau kesehatan usus Anda.

Meskipun keduanya adalah makanan fermentasi yang diproduksi dengan susu asli, yogurt dibuat dengan bakteri yang dikultur, dan kefir dibuat dengan biji kefir, yang mengandung semua yang diperlukan untuk memfermentasi susu. (Biji kefir tidak dibudidayakan di ladang.)

Disebut demikian karena menyerupai sebutir beras.) Yoghurt buatan sendiri memerlukan pemanasan susu dan bakteri, sedangkan kefir buatan sendiri disiapkan seluruhnya dengan biji-bijian kefir. Akhirnya, kefir mengalami banyak tahap fermentasi, sedangkan yogurt hanya mengalami satu tahap, dan kefir berfermentasi lebih lama daripada yogurt. Perbedaan ini berdampak pada lebih dari sekedar tekstur; mereka juga berdampak pada nilai gizi setiap hidangan susu fermentasi.

Document Last Updated on 11 Maret 2022