Mata Indah Milik Blackmoor

black demekin goldfish

Blackmoor telah menyihir hobiis-hobiis di negeri jiran. Itu setelah kemenangan telak blackmoor koleksi Harsono di Fancy Goldfish Competition 2004 di Sungeitengah, Singapura. Jenis maskoki peraih grand champion di suatu kontes memang bepeluang menjadi populer. Karena blackmoor yang menyabet gelar bergengsi itu, banyak hobiis menggandrunginya.

Sosoknya elegan dengan tubuh berselimut hitam pekat. Sepintas tubuhnya mirip tossa: bulat disertai sirip punggung, dada, dan perut yang panjang. Kemolekannya menonjol saat berenang. Ekor dikibas-kibaskan mengikuti pergerakan arus air. Itu duduk perkaranya tossa disebut veil tail alias ekor rumbai oleh hobiis mancanegara.

Bacaan Lainnya

Meski demikian blackmoor berbeda dengan tossa. Lihatlah matanya yang mirip lagu Virgiawan Listanto alias Iwan Fals: mata indah bola pingpong… Meskipun tak sebesar bola pingpong, mata blackmoor memang khas: mencuat di kedua sisi kepala. Besarnya seukuran buah duku siap panen.

Dipercaya sebagai binatang Penolak bala

Mata yang indah

Menurut YB Hariantono, hobiis maskoki di Bintaro, Tangerang, blackmoor ideal bermata jernih dan simetris. Jernih berarti matanya bersih, tanpa bercak putih pertanda serangan katarak. Harap mafhum, mata belo itu memang rentan terserang penyakit. Biasanya setelah bepergian jauh, mata lebih peka.

Yang dimaksud simetris, posisi mata kiri dan kanan mesti sejajar. Kadang-kadang ditemukan posisi salah satu mata turun sehingga tampak kurang elok. “Keindahan blackmoor di matanya,” ujar kelahiran Malang 27 Oktober 1966 itu. Dengan begitu mata jelas titik tolak kemolekan blackmoor sehingga keberadaannya harus dijaga.

Membersihkan akuarium dan mempertahakan kebersihan air beberapa tip untuk menjaga kesehatan mata. Di samping itu hindari pencampuran blackmoor dengan tossa. Mata blackmoor yang menonjol menjadi daya tarik bagi tossa ganjen. Dalam sekejap, mata si hitam manis itu terluka diserang tossa.

Tumbal penolak ilmu hitam

Selain mata, parameter blackmoor sempurna diukur oleh warna tubuh. Warna sekujur tubuh harus hitam solid, dari mulut hingga ujung ekor. Tak boleh ada noktah sekecil apa pun di seluruh tubuh. “Kalau terdapat kuning, misalnya di dada, blackmoor cenderung berubah warna,” ujar Hariantono.

Hitam pekat lantaran kelebihan hormon melanin di tubuh blackmoor. Ikan itu mulai tampak menghitam saat berumur 3 bulan. Bila warna pudar atau berubah dipastikan harga anjlok. Bahkan ia diapkir. Pada prinsipnya semuajenis maskoki juga memproduksi hormon melanin, hanya jumlahnya relatif sedikit.

Agar warna tetap stabil, Harsono mempertahankan tingkat keasaman air 7,5. “Tidak boleh di bawah 7. Sebab, konsentrasi amonia bisa lebih tinggi,” ujar hobiis yang memelihara 200 maskoki itu. Soal warna hitam blackmoor terdapat 2 kubu yang berseberangan. Sebagian orang mengatakan, warna hitam tak menarik. Itulah sebabnya di mata hobiis seperti itu, blackmoor hanya sebagai pelengkap.

Bagi hobiis lain, hitamnya blackmoor bercitra eksklusif lantaran langka. Sampai-sampai hobiis-hobiis di Cina percaya, blackmoor penolak bala. Mereka lazimnya memelihara 8 maskoki sebagai simbol hoki. Itu disempurnakan oleh kehadiran seekor blackmoor sehingga total jumlahnya 9 ekor. Konon bila terjadi kesialan atau guna-guna, blackmoor itulah yang bakal mati duluan. Kasihan jadi tumbal.

Blackmoor Bukan black demekin

Blackmoor Bukanlah Demekin

Tampang blackmoor sangat mirip dengan black demekin. Itulah sebabnya, banyak orang menganggap mereka sama saja. Blackmoor ya black demekin dan sebaliknya. Namun, sejatinya mereka serupa tapi tak sama. Memang tak mudah untuk membedakannya. “Pundak black demekin mirip ryukin. Hanya lebih tegak, kalau ryukin kan seperti unta,” ujar Bahardiman, juri kontes maskoki sekaligus penangkar di Bandung.

Blackmoor lebih dulu lahir di Cina. Kemudian Jepang mengembangkan black demekin, kira-kira 600 tahun berselang. Saat ini variasi blackmoor terdiri atas 2 tipe, berekor panjang dan pendek. Persilangan sesama tipe, menghasilkan tipe yang sama. Namun, persilangan antartipe kemungkinan menghasilkan blackmoor berekor panjang. “Genetika ekor panjang lebih dominan,” kata Bahardiman.

Hingga saat ini belum ada yang menyilangkan antartipe. Bahardiman hanya mengacu pada jenis ryukin yang beberapa kali ia pijahkan. Ekor pendek mengesankan ikan tampak kokoh dan sebaliknya. Itulah sebabnya, lebih banyak hobiis yang memburu blackmoor berekor pendek untuk dikonteskan.

Hampir dijegal

Di kontes-kontes mancanegara, blackmoor dimasukkan ke dalam kelas dragon eye. Di sana ia dicampur dengan jenis lain yang sama-sama bermata besar, contohnya teleskop. Namun, di Indonesia blackmoor dikelompokkan ke kelas Open alias gado-gado. Artinya, di luar 6 kelas utama yang biasa dibuka bagi jenis-jenis maskoki lain seperti ranchu, ryukin, dan oranda.

Itu lantaran blackmoor langka. Jarang hobiis yang memajang si hitam dalam akuariumnya. Contoh saat kontes Fishlook Goldfish Contest di Plaza Gajah Mada, hanya seekor blackmoor yang berpartisipasi di kelas Terbuka. Saat kontes Aquavaganza 2003 di Jakarta, ia hampir terjegal.

Sebagian panitia adu molek memutuskan, juara pertama kelas terbuka dilarang memperebutkan gelar grand champion. Ide itu mencontoh sistem penjurian di kontes lou han. Untung keputusan itu batal. Dan blackmoor milik Harsono Harjadi pun merebut grand champion, mewakili 5 rekannya, sesama kerabat berkulit hitam legam. Setelah menang kontes, ikan berkulit hitam itu diburu hobiis.

Pos terkait