Migrasi Sayuran Mediteran ke Buyan

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
daun Basil

Sepiring salad tersaji di atas meja di sebuah restoran di Bali. Yang istimewa di permukaan atas terdapat pucuk-pucuk tanaman berdaun melancip. Aroma khas, tajam lagi menyegarkan. Itulah rosemary Rosemarinus officinalis, sayuran rempah asal Mediteran yang dikembangkan Marco de Leonardis.

Sejak 1993 Marco de Leonardis serius mengembangkan beragam sayuran rempah. Sebagian besar berasal Mediteran. Lokasi penanaman persis di tepian Danau Buyan, Banjar Sarikauh, Kabupaten Buleleng, berketinggian 1.100 m dpi. Ia tertarik menanamnya lantaran saat itu sayuran yang umumnya beraroma tajam itu masih diimpor.

Pria asal Italia itu mengendus peluang bisnis. Harap maklum, sebagai daerah tujuan wisata Bali ibarat magnet bagi pelancong. Hotel dan restoran di Pulau Dewata akhirnya melanggani beragam komoditas hasil produksi Marco. Selain harga relatif murah, kesegaran sayuran lebih terjaga. Sebab, jarak lokasi budidaya dari Denpasar hanya sekitar 70 km.

Aroma tajam Yang Khas

Yang istimewa komoditas yang diproduksi ayah Luca Sebastian itu organik. Alumnus sebuah universitas di Florence, Italia, itu paham betul akan bahaya residu pestisida. Kini sayuran produksi Marco mengisi pasaran di Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Balikpapan, Sumbawa, dan beberapa kota di Sulawesi. Selama ini pasokan mengandalkan lahan 3 ha.

Pemilik PT Raw Nature itu membudidayakan sayuran rempah di atas guludan berukuran 7 m x 1 m. Ketika Mitra Usaha Tani ke sana, aroma sayuran begitu menyengat. Apalagi saat angin berembus dari bukit Wanagiri yang berdiri di sisi danau, bau khas itu sangat kentara. Berikut beberapa sayuran rempah yang dikembangkan suami dari Filipa.

  • Basil

    Marco mengoleksi beberapa jenis basil seperti holy basil, basil italia, dan basil thailand. Sosok mereka hampir mirip kemangi dan semuanya beraoma kuat. Daun holy basil berwarna keunguan. Yang khas pada basil italia adalah ukuran daun yang lebih besar ketimbang basil thailand.

    Sayuran daun itu diperbanyak dengan biji. Panen perdana pada umur 2 bulan. Sepekan berselang dapat dituai kembali hingga tanaman berumur 4-5 bulan. Tanaman harus dicabut dan benih kembali ditebarkan di bedengan. Daun basil acap digunakan sebagai campuran sup. Aroma tajam mirip cengkeh amat menggugah selera. Banyak masakan italia yang menyertakan sayuran daun itu seperti pizza, salad, atau spagheti.

  • Chives
    chives
    Chives, kerabat bawang merah

    Sosok mirip kerabatnya, bawang merah. Warna daun hijau tua; bunga, merah marun. Anggota famili Liliaceae itu ternyata pantas sebagai elemen taman. Ia berfungsi sebagai border atau pengarah jalan lantaran bersosok indah. Allium schoenoprasum itu diperbanyak dengan umbi lapis. Bagian atas umbi dipotong lalu ditanam di bedengan.

    Pemetikan perdana 1,5 bulan usai tanam. Panen berikutnya setiap 2 pekan hingga 3-4 tahun. Sebab, yang diambil hanya daun. Setelah daun dipotong, bakal bertunas lagi. Harga Rp48.000 per kg.

  • Florence fennel
    fennel
    Florence fennel

    Daunnya mirip fennel biasa yang tumbuh tanpa bulb. Keduanya memang saling menggantikan. Potongan daun segar lazim sebagai bahan salad. Kadang-kadang direbus selama setengah jam sebelum dilahap. Florence fennel populer sebagai finocchio. Dari tanaman berdaun lancip itu menghasilkan minyak adas yang wangi. Tanah berpasir dan drainase yang baik sangat dibutuhkan fennel untuk pertumbuhan bulb.

  • Frenc taragon

    Jika lada dijuluki raja rempah, taragon mendapat sebutan raja sayuran rempah. Aroma daun yang berbentuk lanset itu menyengat. Ahli kuliner Perancis acap memanfaatkannya sebagai bumbu saat mengolah ayam atau ikan. Boleh jadi aroma tajam taragon mampu mengusir amis ikan.

    Marco memperbanyak dengan setek dari tanaman lama. Potongan cabang ditanam di polibag selama 2 pekan. Setelah tumbuh akar kemudian dipindahtanamkan ke lahan. Panen perdana sebulan kemudian. Sementara panen berikutnya setiap 2 pekan. Umur produksi 5-6 bulan. Harga per kilo mencapai Rp48.000.

  • Nasturtium

    “Rasanya sangat manis dan lembut,” ujar Marco sembari menyodorkan sekuntum bunga nasturtium berwarna jingga. Ketika dikunyah, benar yang dikatakan Marco. Pantas harganya sayuran bunga itu mencapai Rp 140.000 per kg. Ia lazim dimanfaatkan sebagai bahan salad. Aroma bunga tak setajam daun muda yang juga dapat dikonsumsi.

    Dikenal 2 jenis nasturtium. Yang merambat dan semimerambat seperti terdapat di kebun Marco. Tanah berpasir cocok untuk lokasi budidaya tanaman bernama ilmiah Trapaeolum minus. Selain bunga dan daun, bijinya lezat untuk asinan.

  • Oregano

    Harga per kilo Rp56.000. Diperbanyak dengan setek. Panen perdana ketika tanaman berumur 1 bulan.Pemetikan selanjutnya setiap 2 pekan. Umur produksi 5 bulan dan harus diremajakan. Caranya dengan mengambil batang untuk disetek dan ditancapkan di polibag selama 2 bulan.

  • Rosemary

    Daun dan bunga yang beraroma kuat kerap digunakan sebagai campuran salad. Harga Rp96.000 per kg. Perbanyakan dengan biji setelah tanaman berbunga. Panen perdana 1 bulan setelah tanam. Setahun berselang tanaman harus diremajakan. Caranya pangkas seluruh ranting, lalu siram setiap hari. Dari bekas batang bakal muncul tunas baru yang akan dituai sebulan mendatang. Perlakuan itu ditoleransi 2-3 kali, setelah itu tanaman harus dibongkar total.

  • Sage
    sage
    Dua bulan usai tanam panen sage

    Bentuk daun lanset berwarna kehijauan. Bunga ungu cerah berselang-seling saling bertumpuk. Daun beraroma tajam lantaran kaya kandungan lemak
    volatil. Asam lemak itulah yang menghasilkan aroma khas. Harga daun per kilo Rp48.000.

Perbanyakan dengan biji yang dihasilkan setelah tanaman berumur 6 bulan. Cara lain dengan setek batang. Sayangnya, cara itu relatif sulit lantaran acapkali tanaman busuk. Panen perdana 2,5 bulan usai tanam. Umur produksi 6 bulan, tapi bisa diremajakan lagi