Panasea di Sekeping Auricularia

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
Panasea di Sekeping Auricularia

Pernah menonton Beauty and The Beast? Film kartun itu mengisahkan pangeran buruk rupa yang berhati baik. Penampilan luar tidak selalu mencerminkan “dalamnya”. Begitu pula dengan jamur kuping. Sosok fisik yang tak sedap dipandang ternyata menyimpan banyak khasiat.

Sudah beribu-ribu tahun orang Cina percaya, jamur kuping berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Di antaranya tekanan darah tinggi, penyumbatan pembuluh darah, pendarahan mata, reumatik kaki, dan sakit pinggang.

Bacaan Lainnya

Auricularia sp. itu juga digunakan untuk mengatasi lemah pada bayi setelah lahir, tubuh kaku, tetanus, disentri, enteritis, dan gangguan pencernaan. Itulah sebabnya jamur kerap ditemukan di dalam bahan ramuan obat tradisional cina 1.

Pengobatan Tradisional China

Panasea di Sekeping Auricularia

Cina memang terkenal dengan ramuan tradisional. Ramuan itu diwariskan turun-temurun dari nenek moyang. Khasiatnya ditemukan berdasarkan pengalaman trial and error lebih dari 2.000 tahun.

Mereka percaya tubuh manusia mempunyai yin dan yang. Yin mencerminkan substansi dan struktur organ tubuh, sementara yang menggambarkan fungsi dari organ itu. Jika keduanya tidak seimbang, maka timbullah penyakit. Ramuan berfungsi sebagai penyeimbang antara keduanya.

Dari berbagai khasiat jamur kuping, baru beberapa yang dapat dibuktikan secara ilmiah. Dr Dale Hammerschmidt, peneliti dari Minnesota Medical School, Amerika, menyatakan jamur kuping yang disajikan dalam menu makanan sehari-hari dapat melancarkan peredaran darah dan mencegah penyumbatan pembuluh darah.

Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan Journal of Nutritional Science & Vitaminology pada 1998, ditemukan beberapa macam polisakarida (karbohidrat rantai panjang) di dalam jamur kuping. Pada tahun yang sama publikasi Bioscience, Biotechnology & Biochemistry mengungkap, polisakarida dalam jamur kuping dapat menurunkan konsentrasi glukosa dalam darah dan urine, serta insulin secara signifikan pada tikus diabetes genetik 2.

Pada 1996 jurnal Nutrition Research melaporkan, dalam waktu 4 minggu, secara signifikan jamur kuping menurunkan konsentrasi LDL (Low Density Lipoprotein) kolesterol dalam darah sebanyak 27% tanpa mempengaruhi konsentrasi HDL (High Density Lipoprotein) kolesterol. Konsentrasi LDL kolesterol yang tinggi dapat membentuk plak dalam saluran darah. HDL kolesterol berfungsi untuk menghancurkan plak yang menyumbat pembuluh darah.

Khasiat Herbal Pada Lendir Jamur Kuping

Panasea di Sekeping Auricularia

Jamur kuping kerap hadir bersama daging dan sayuran di dalam menu makanan cina. Baik berupa tumis, sup,goreng, dan panggang. Bukan hanya karena rasanya yang khas, tetapi orang cina percaya ia berkhasiat untuk memperbaiki pemapasan, sirkulasi darah, serta menjaga kesehatan. Ia bagai panasea alias obat segala penyakit.

Anggapan itu memang terbukti. Beberapa penelitian menunjukkan si hitam dapat menghambat penggumpalan di pembuluh darah. Ini adalah awal teijadinya penyakit penyumbatan pembuluh darah, stroke, dan serangan jantung. Tak heran jika konsumsi jamur kuping sering dihubungkan dengan umur panjang dan kesehatan prima.

Selain itu orang Cina menggunakan anggota famili Auriculariaceae itu sebagai pengental masakan. Hingga kini mereka percaya bahwa lendir jamur kuping dapat menetralkan racun dalam makanan. Oleh karena itu mereka banyak memasukkan jamur sebagai campuran bahan makanan lain.

Auricularia sp. itu memproduksi berbagai polisakarida berupa lendir dalam sistem ekskresi. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan Critical Reviews in Immunology pada 1999, faedah polisakarida sebagai perangsang sistem kekebalan tubuh. Dalam beberapa kasus, lendir jamur kuping menghambat pertumbuhan sel kanker. Juga mempunyai efek antitumor, antivirial, antibakteri, antiparasit, dan menurunkan kolesterol .

Menurut Dr Hardinsyah, jamur kuping kaya mineral dan vitamin. Kalium, seng, vitamin B, vitamin E, dan karotenoid adalah beberapa zat gizi yang banyak terdapat di dalamnya. Kalium dapat membantu menjaga tekanan darah, sedangkan seng menjaga imunitas. Vitamin B menjaga fungsi syaraf, vitamin E dan karotenoid berfungsi sebagai antioksidan. Jenis asam aminonya pun lebih lengkap dibanding sayuran lain.

“Konsumsi jamur kuping lebih ditujukan untuk pencegahan daripada pengobatan penyakit,” tutur ahli gizi dari Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, IPB itu. Namun, yang lebih penting konsumsi makanan harus variatif. “Jamur kuping harus dilengkapi dengan konsumsi bahan pangan lain agar tercapai gizi seimbang,” ujarnya.

  1. Davidmoore.org.uk. 2021. 4.7: Traditional Chinese Medicinal Auricularia. [online] Available at: <http://www.davidmoore.org.uk/Sec04_07.htm> [Accessed 22 March 2021].
  2. R.U., Priya & Geetha, D & S., Darshan. (2016). Biology and Cultivation of Black Ear Mushroom – Auricularia spp. 5. 10252-10254.

Pos terkait