Panen Gandum di Tosari

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Impor gandum dari Australia, Kanada, dan Amerika Serikat kelak bisa jadi berkurang. Kecamatan Tosari, Pasuruan menjadi titik awalnya. “Dengan gandum tropis diharapkan kita dapat mengurangi impor dan meningkatkan sumber pangan lokal,” papar Dr Ir M. Jafar Hafsah, direktur Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, saat panen gandum perdana di Tosari pada lahan 7 ha.

Pasuruan memang menjadi salah satu lokasi uji tanam gandum di Indonesia. Ada 14 jenis gandum yang ditanam terdiri dari 12 galur dan 2 varietas (DWR-162 dan TSR Nias). “Produktivitas tertinggi DWR-162 dan TSR Nias, 4 ton/ha,” tutur Ihwan, Kasubdin Pertanian Pasuruan. Dengan produktivitas setinggi itu dan potensi lahan 1 juta ha, berarti kebutuhan gandum sebanyak 4 juta ton/tahun bisa terpenuhi.

Gandum bukan tanaman baru untuk Tosari. Saat krisis pangan pada 1960-an beberapa pekebun mencoba menanam gandum. Sayangnya tanaman asli Amerika itu kurang mendapat dukungan pemerintah dan swasta sehingga areal penanaman gandum tidak berkembang.

Potong siklus hama

Panen gandum
Panen gandum perdana di Kecamatan Tosari – ilustrasi

Sekarang penanaman kembali dilakukan. Selain bertujuan menambah pendapatan pekebun juga memotong siklus hama tanaman kentang yang banyak diusahakan. hal itu yang dilakukan di desa Ngadiwono Kecamatan Tosari.

“Dari dulu lahan ini selalu saya tanami kentang. Lama kelamaan tanah menjadi kurang subur, sehingga terkena fusarium dan Phytopthora infestans. Namun, setelah diselang gandum, produktivitas kentang meningkat 15-20% dan serangan fusarium berkurang,” tutur Yuli Sungkowo petani gandum pertama di Tosari.

Keuntungan yang diperoleh dari gandum memang tidak sebesar kentang. Namun dibanding padi masih lebih tinggi. Biaya produksi relatif rendah, hanya Rp2,8-juta/ha sudah termasuk tenaga kerja dan sewa lahan. Jika produksi gandum 3,5 ton/ha dan harga jual Rpl.500/kg petani memperoleh keuntungan Rp2,4-juta/ha/5 bulan.

Penanaman gandum terbaik antara Maret-April, sebab gandum tidak tahan air Ketika itu huian turun 2-3 kali/musim. Tanah yang cocok adalah pasir berdebu. Tanah cukup diratakan. Jarak antarbaris 30 cm, dengan panjang disesuaikan lahan. Pemupukan lengkap dengan NPK dilakukan sekali pada saat penyiangan pertama umur 21 hari setelah penanaman.

Terus dikembangkan

Selain di Tosari pengembangan gandum juga dilakukan di 6 provinsi (Sumut, Sumbar, Jateng, Jatim, NTB, dan NTT). “Dulu gandum tidak bisa ditanam di dataran rendah. Ternyata kini di Boyolali pada ketinggian 350 m dpi varietas DWR 162 dapat tumbuh baik,” tutur Ir. Rudiyanto, MA, dosen Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi.

Di Salatiga pekebun menumpang-sarikan gandum dengan kubis. “Dengan begitu ada peluang menanam gandum di dataran rendah seluas lebih 1 juta ha,” papar Bistok Hasiholan Simanjuntak, dosen Fakultas Pertanian Universitas Kristen Satya Wacana.

Untuk mendukung pengembangan gandum di Indonesia PT Bogasari mendatangkan sepuluh alat penepungan dari India. Perusahaan itu juga mem-berikan pelatihan-pelatihan pengolahan terigu dan mengirim ke Agricultural Research Institute, India. Langkah itu ditempuh lantaran menurut Jusuf Sutanto, manajer Pengembangan PT Bogasari Flour Mills, kelak pola makan rakyat Indonesia berubah ke arah tepung-tepungan.