Penanganan Baglog Agar Jamur Tumbuh Maksimal

Setelah tahap penempatan log permanen selesai, terakhir dilakukan tahap raising. Pada tingkatan ini, lingkungan harus diatur sedemikian rupa agar optimal untuk pertumbuhan jamur. Tahap raising dilakukan sebelum jamur kecil berbentuk kancing (bud) tumbuh. Supaya sukses, …

Setelah tahap penempatan log permanen selesai, terakhir dilakukan tahap raising. Pada tingkatan ini, lingkungan harus diatur sedemikian rupa agar optimal untuk pertumbuhan jamur.

Tahap raising dilakukan sebelum jamur kecil berbentuk kancing (bud) tumbuh. Supaya sukses, lingkungan memegang peranan penting.

Salah satunya, mengatur suhu agar berkisar antara 18°C sampai 20°C dan kelembapan sekitar 90% sampai 95%. Jika pas, log terlihat cocok dan jamur akan tumbuh baik.

Untuk tahapan ini, kayu disusun dalam pola khusus. Melihat bentuknya, sebaiknya digunakan pelindung. Alat tersebut bisa diletakkan di rumah tanam untuk penyusunan dalam rak, atau di bawah pepohonan yang rindang. Bila vegetasi kurang dibuat tudung dari dedaunan, atap, atau rumbia.

Proses Perendaman Kayu Untuk Merangsang Pertumbuhan jamur

Untuk merangsang pertumbuhan jamur dilakukan perendaman kayu hingga muncul bintik kancing kecil (bud). Maksud perlakuan tersebut yaitu memberikan shock therapy (terapi kejutan).

Lebih rinci, kayu direndam dalam bak khusus selama 1 sampai 3 hari. Namun, cara ini tak berlaku kala musim hujan tiba. Jika curah hujan relatif banyak, kayu itu cukup dihujankan saja. Atau dapat juga, menyiram rumah tanam dengan sprinkel.

Jamur muncul 6 sampai 8 bulan setelah seeding. Sesudah perendaman akan muncul tubuh buah. Namun terkadang hal tersebut tak kunjung tiba. Untuk merangsangnya, bisa dicoba cara lain yaitu menggunakan cahaya yang diatur secara berkala.

Waktunya sekitar 7 sampai 10 jam/hari. Sedangkan cahaya yang diinginkan berkisar 50 footcandle. Keunggulan perlakuan cahaya adalah tubuh buah terangsang tumbuh lebih cepat.

Pada penanaman di alam, jamur tumbuh lambat. Waktu yang ideal untuk menanam, 1 sampai 2 minggu pada musim panas (musim semi). Sedangkan pada musim hujan (musim dingin), 1 sampai 7 hari jamur dapat tumbuh dan berkembang.

Penanganan Pada Masa panen

Ketika panen tiba, pokok kayu (log) harus dijaga agar jamur yang siap dipanen tidak rusak. Pasalnya beberapa jenis serangga atau binatang kecil di hutan juga sangat menyukai aroma shiitake.

Dengan penjagaan yang ketat, teliti dan baik, pokok kayu ini akan hidup dan bisa menghasilkan jamur yang baik. Minimal selama 3 tahun penanaman.

Secara kasar diperhitungkan dari 45,4kg bobot pokok kayu,dihasilkan 4,6kg sampai 13,5kg jamur segar selama 4 sampai 5 tahun produksi.

Namun menurut pengalaman, masa produktif penanaman kayu gelondongan hanya mencapai 3 sampai 4 tahun saja. Tahun berikutnya mulai mengalami penurunan produksi.

Setelah panen, kayu gelondongan ini mengalami masa istirahat selama 40 hari. Sesudah panen, kayu tetap dipelihara dan disiram agar bisa tumbuh kembali.

Dalam setahun umumnya kayu gelondongan bisa dipanen 3 kali. Jadi sampai tahun ke-4, panen dilakukan sekitar 12 kali.

Document Last Updated on 8 November 2021

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.