BerandaAgrobisnisPengawetan Sayur Menggunakan Ozon

Pengawetan Sayur Menggunakan Ozon

Apa penyebab perbedaan sifat fisik tomat itu? Tomat Lycopersicum esculentum yang bertahan lama itu bermandikan ozon sebelum dibungkus. Dengan siraman air berozon selama 15 menit, tomat menjadi lebih awet. Air berozon berperan membunuh bakteri dan menguraikan kotoran atau zat penyebab pembusukan. Teknologi pengawetan sayuran dengan ozon ditemukan oleh Dr Anto Tri Sugiarto, M.Eng, periset Pusat Penelitian Kalibrasi Instrumentasi Metrologi, LIPI. Ia mulai meneliti mesin ozon sejak 1998.

Metode kerja mesin berbahan besi antikarat itu adalah advanced oxidation processes alias proses oksidasi lanjutan. Itu mengkombinasi teknologi plasma, radiasi sinar ultraviolet, dan oksidator seperti ozon dan H,O,. Tujuannya memproduksi oksidator yang lebih kuat berupa hidroksil radikal. Saking kuatnya, oksidator itu mampu mengoksidasi kandungan polutan dan mikroorganisme dalam air.

Teknologi plasma yang digunakan I dalam mesin itu merupakan bentuk I zat keempat selain zat padat, cair, dan gas. Penemu gas yang terionisasi itu ilmuwan Amerika, F Irving Langmuir (1881-1957) pada 1928. Plasma ibarat petir yang sambarannya mematikan, tak terkecuali yang berwujud ozon. Makhluk kecil seperti bakteri hancur dibuatnya. Selain mampu membunuh mikroorganisme, ozon juga bisa menghilangkan bau.

Dengan kemampuan itu, plasma diaplikasikan untuk mengolah limbah padat, sterilisasi, dan mengawetkan makanan. Wujud aplikasi teknologi plasma itu salah satunya mesin air berozon yang dirancang Anto.

Generator Ozon Bermesin mungil

Selesai menghasilkan mesin pengolah limbah, Anto tertarik membuat mesin penghasil air berozon untuk mengawetkan makanan. Konsep dasarnya sama, teknologi plasma. Pada 2006, mesin reaktor air berozon yang kompak bernama O-Water berhasil dibuat. “Hanya kadar ozonnya lebih kecil,” kata alumnus Nihon University, Jepang itu. Kapasitas mesin menghasilkan air berozon sekitar 5 liter per menit.

Mesin berdimensi 8 cm x 25 cm x 25 cm itu berisi reaktor kecil sepanjang 5 cm dan diameter 1 cm. Di bagian depan terdapat lubang kipas pendingin yang ditutup rangka, tombol fuse untuk mencegah kerusakan bila terjadi korsleting, tombol untuk mengaktifkan dan mematikan mesin, serta tombol pengatur kadar ozon. Ada pula lampu indikator ozon berwarna kuning. Lampu itu menyala bila ozon terbentuk.

Di bagian belakang mesin berdaya 40 watt itu terdapat kabel stop kontak. Saluran air masuk terdapat di samping kiri mesin. Sedangkan di samping kanan ada saluran keluar air yang mengandung ozon. Mesin mampu menghasilkan air berkadar ozon hingga 2,5 ppm. Penggunaan kadar ozon, “Tergantung jenis bakteri atau mikroorganisme yang ingin dimusnahkan,” ujar Anto. Contoh, untuk mengawetkan sayuran seperti tomat, Anto menyarankan kadar ozon 0,1—2 ppm.

Kemampuan ozon bertahan dalam air selama 30 menit sehingga air berozon bisa digunakan mencuci berulang-ulang. Syaratnya cuma satu, “Asalkan tidak terkena matahari,” tutur Anto. Menurut pria kelahiran 35 tahun silam itu, penggunaan ozon berkadar rendah aman bagi kesehatan. Ozon bertahan di udara selama 2 jam. Setelah itu, ozon berubah kembali menjadi oksigen.

Pengoperasian mesin sederhana. Saluran di samping kiri dihubungkan dengan kran air. Saluran di bagian kanan dihubungkan dengan nozel penyemprot. Ketika mesin dinyalakan, lampu indikator menyala yang menunjukkan ozon terbentuk. “Kapasitasnya 5 liter air per menit,” kata Anto. Air yang dilewatkan pada mesin itu kemudian keluar dan mengandung ozon. Ketika itulah, air berozon mampu mengawetkan bahan makanan.

mesin ozon pertanian
mesin ozon

Air Mengandung Ozon dapat Membersihkan Pestisida yang tersisa

Anto meriset mesin air berozon ketika menuntut ilmu di negeri Sakura. Untuk membuktikan keampuhan ozon, bersama 2 rekannya, Yumi j Sato dan Prof Masayuki . Sato dari Departemen Biologi dan Kimia, Gunma University, Jepang, Anto meriset pemanfaatan ozon pada tauge. Media pengawetan berupa es yang mengandung 2 ppm ozon.

Caranya, air biasa diberi es berozon kemudian gunakan untuk mencuci tauge. Hasilnya dibandingkan dengan tauge yang hanya dicuci dengan air kran biasa. Setelah 10 hari, keampuhan ozon menekan waktu pembusukan tauge terbukti. Tauge yang dicuci air berozon masih tampak segar; yang dicuci air biasa, busuk kecokelatan. Padahal, keduanya diletakkan di tempat yang sama dalam wadah terbuka.

Peneliti yang bertugas di LIPI sejak 2003 itu juga mengklaim air berozon yang dihasilkan reaktor mampu meluruhkan pestisida. “Hasil riset menunjukkan 71,54% pestisida pada tomat luruh,” kata pria kelahiran Yogyakarta itu.

Tomat yang diteliti dari 5 matarantai pemasaran: petani, pengumpul, grosir, pasar tradisional, dan pasar swalayan. Konsentrasi larutan ozon yang dipakai: 1 mg/1, 1,5 mg/1, 2mg/l, dan kontrol (tanpa larutan ozon). Hasil penelitian menunjukkan, kualitas fisik, kimia, dan organoleptik tomat yang dibasuh dengan air berozon lebih baik daripada tomat kontrol. Yang lebih menggembirakan, pencucian dengan larutan ozon mampu menurunkan residu pestisida dan logam berat.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments