Cara Mengobati Penyakit Ikan Arwana Swim bladder

Ikan Arwana Yang Terserang Penyakit Ikan Arwana Swimbladder

Pun bila harga itu diturunkan menjadi Rp 1-juta per ekor, tetap tak ada yang berminat. “Ikan yang telah cacat seperti itu berisiko,” ujar Mahmud dari PT Munjul prima Utama, eksportir arwana. Risiko paling ringan perut ikan menggelambir setelah ia sembuh. Selain itu tulang punggung tidak lurus sempurna seperti kondisi sebelumnya. Malahan, seringkah sang malaikat maut segera menjemput sang ikan.

Pengalaman serupa acap kali dialami oleh para hobiis baru karena minimnya pengalaman. Biasanya penyakit ikan arwana yang dikenal dengan istillah swimbladder datang ketika salah penanganan memberi pakan. Faktor penyebab swim bladder antara lain buruknya kualitas air, ikan stres, dan pemeliharaan yang tidak disiplin. penyebab swim bladder itu tak pandang bulu, arwana segala umur dari berbagai jenis dapat terserang.

Apa Itu Swim bladder ?

Swim bladder, juga dikenal sebagai air bladder atau gas bladder, swim bladder adalah organ yang berkembang dari kantong keluar saluran pencernaan selama tahap embrio. Pada Banyak spesies ikan, Swim bladder dibagi menjadi dua bagian. Bagian anterior, yang menghadap kepala, ditutupi oleh jaringan tebal yang tidak memungkinkan banyak variasi dalam ukuran. Swim bladder juga melekat erat pada tulang belakang, mencegahnya dari posisi bergeser.

Bagian posterior dari Swim bladder terletak tepat di belakang anterior tetapi lebih dekat ke ekor. Swim bladder posterior memiliki penutup yang sangat tipis yang dapat bervariasi dalam ukuran tergantung pada seberapa banyak gas di dalam Swim bladder. Ruang posterior Swim bladder hanya terhubung ke ruang anterior oleh saluran kecil, dan posisinya dapat bergeser karena berbagai faktor. Antara bagian anterior dan posterior dari Swim bladder, kutub anterior ginjal biasanya ditemukan.

Swim bladder disease

Penyakit Swim bladder terjadi ketika kantung renang (Swim bladder) tidak berfungsi dengan baik sebagai akibat dari berbagai faktor. Penyakit Swim bladder adalah istilah yang menggambarkan sekelompok masalah yang mempengaruhi Swim bladder daripada penyakit tunggal. Penyakit Swim bladder paling sering terlihat pada ikan mas dan cupang, tetapi dapat mempengaruhi semua spesies ikan termasuk ikan arwana. Gangguan ini biasanya dapat diobati, dan ikan dapat pulih sepenuhnya.

Penyakit Ikan Arwana Muncul Akibat Kualitas Pakan Yang buruk

Swimbladder Arwana

Selain berenang nungging, tulang ekor turun

Menurut Mahmud, pakan berupa udang, jangkrik, dan kecoak memperparah penyakit ikan arwana. Musababnya, pakan-pakan itu memiliki anggota tubuh yang tajam sehingga dapat melukai usus ikan. Dampaknya infeksi, sehingga berenang nungging. “Untuk itu kita mesti telaten membuang kepala udang, mulut kecoak, dan kaki jangkrik saat memberi makan,” ujar Mahmud.

Heri Djohan, pemerhati arwana di bilangan Utankayu, Jakarta Timur, menduga virus penyakit ikan arwana penyebab swimbladder terbawa oleh
pakan. Itulah sebabnya pakan segar perlu disterilkan dengan cara merendamnya dengan air bercampur garam sebelum diberikan. Upaya itu dapat menghilangkan kutu atau lendir yang kerap menjadi sumber penyakit.

Bila enggan membersihkan pakan, virus akan menular. Itulah yang menyebabkan perut menciut, nafsu makan menurun, dan gelembung keseimbangan di dalam rongga perut tertekan. Akibatnya ikan tak lagi berenang lurus.

Gejala awal yang mudah diamati, feses berlendir sehingga tak langsung jatuh. Selain itu di dalam kotoran terdapat bintik-bintik putih sebagai tanda penyakit nungging mulai menyerang. Aquarium yang kotor menjadi penyebab ikan arwana nungging

Menurut Drs Hambali Supriyadi, MSc dari Laboratorium Riset Kesehatan Ikan, Pasarminggu, Jakarta Selatan, penyebab utama swimbladder adalah bakteri Streptococcus sp. dan Aerosomonas sp. Mereka berasal dari pakan hidup yang kurang sehat. Kedua penyakit ikan arwana ini juga dapat menyerang hingga ke cairan otak yang menyebabkan renang ikan berputar-putar. Untuk menghindarinya, pilih pakan yang benar-benar sehat dan hindari stres pada ikan.

Pengobatan Penyakit Ikan Arwana Menggunakan Tetracyclin

Arwana Sehat

Renang lurus, tanda Ikan sehat

Mahmud dan Heri sepakat menjaga kualitas air dan disiplin dalam pemeliharaan mutlak diperlukan untuk menjegal penyakit ikan arwana. Bila penyakit keburu menyerang, segera lakukan tindakan penyembuhan.

Pindahkan ikan ke bak berukuran 2 m x 4 m berkedalaman 1,5 m, berisi air yang bersirkulasi baik. Bak itu bagai ruang gawat darurat. Dalam sebulan ikan kembali sehat. Dapat pula digunakan tangki air berdinding gelap sebagai bak. Bagian atas ditutup sehingga kegelapan menyelimuti ikan berkepala sendok itu. Kedua hal efektif diterapkan jika penyakit belum terlalu parah.

Obat swim bladder untuk ikan arwana yang terserang penyakit

Apabila penyakit ikan arwana telah memasuki tahap kronis, pilih pengobatan kimia. Gunakan Intervet 13 atau antibiotik Tetracyclin dan Enrofloxacin untuk mengobati luka dalam. Caranya larutkan dalam air atau disuntikkan pada pakan kering. Dosis 1 g/100 liter untuk dilarutkan. Untuk penyuntikkan, larutkan 1 kapsul dalam 10 ml air. Lalu suntikkan 2 ml pada tiap pakan kering, seperti udang kering.

Antibiotik Enrofloxacin dapat disuntikkan langsung di tubuh ikan dengan dosis 0,1 cc per kg bobot ikan. Agar efektif, kuras air terlebih dahulu sebanyak 20%. Untuk mengurangi kebiasaan nungging, air akuarium dapat disisakan hingga beberapa cm saja dari lebar tubuh ikan. Sebulan setelah perlakuan ikan kembali berenang lurus dan cantik.

Document Last Updated on 15 Februari 2022