Perbanyakan aglaonema dengan cara setek mini

Bandingkan bila Songgo menunggu anakan hotlady muncul alami. Dengan perawatan intensif, jumlah 10 anakan didapat dalam 1 tahun. “Perbanyakan dengan cara setek mini begitu istilahnya seperti ini waktu produksi lebih cepat dan hasilnya banyak,” tutur pria yang mendalami ilmu keuangan semasa kuliah itu. Terbukti dalam 5 menit, didapat 7 individu baru. Jumlah itu bakal membengkak jadi 10 anakan dalam 3 bulan.

Penelusuran Trubus pada para pekebun menunjukkan, supaya cepat beranak pinak, sang ratu daun memang butuh dibantu. Di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang, Handry Chuhairy menduplikasi aglaonema dengan sistem cangkok. “Tapi dengan sistem cangkokbutuh 1 bulan untukmenumbuhkan akar, baru tanaman dipisah,” kata Songgo. Dengan cara ala Songgo, dengan seketika 1 indukan digandakan menjadi beberapa individu baru.

Bawa daun

Teknik setek sejatinya bukan hal baru. Namun, lazimnya setek model lawas digunakan untuk memperbanyak sang ratu dari tanaman tua yang penampilannya jelek. Cirinya, anggota famili Araceae itu tumbuh nglancir dengan batang tinggi tanpa daun, bila dipegang batang terasa keras. Daun hanya berkumpul di bagian pucuk,

Batang aglaonema dicacah menjadi potongan sepanjang 3 sampai 5 cm atau kira kira berukuran 1 sampai 2 ruas jari tangan. Yang penting mengandung mata tunas calon anakan baru. Setelah bagian yang dipotong diolesi zat perangsang tumbuh, potongan batang tanpa daun itu dibenamkan miring di dalam media. Setelah 1 bulan dirawat dalam plastik sungkup, muncul tunas baru. Sayang, tingkat kegagalan relatif tinggi. Bila perlakuan sembrono, 80% populasi busuk.

Cara ala Songgo, justru membutuhkan tanaman sehat. “Dengan begitu tingkat keberhasilan bisa 99%,” tutur ayah 1 anak itu. Padahal, tanaman disetek tanpa akar, tapi sembari membawa daun. Daun menjadi “dapur” pemasok nutrisi agar tunas-tunas baru muncul.

Teknik itu merupakan penggabungan antara cara potong pucuk dan setek batang,

Induk yang siap disetek minimal memiliki 15 daun. Nantinya setiap ruas daun bisa disetek dipisahkan menjadi 1 individu baru. Namun, untuk pemula setek dengan 2 daun lebih aman.

Inilah cara Songgo dapatkan anakan sang ratu.

  1. Siapkan indukan sehat, minimal memiliki 15 daun. Induk sakit atau rusak membuat risiko kegagalan tinggi.
  2. Siapkan peralatan setek, seperti besi tumpul untuk mengorek akar, pisau tajam lebih baik jika ujung runcing dan kedua sisi tajam, serta media dan pot-pot berdiameter 18 cm untuk penanaman.
  3. Korek media menggunakan besi tumpul untuk mencari akar. Jangan angkat tanaman dari media karena berisiko stres.
  4. Setelah akar didapat, pisahkan bagian atas tanaman dengan membawa minimal 3 akar. Bonggol bawah sisakan minimal 1 daun. Untuk pemula, 3 daun lebih aman.
  5. Hasil pemisahan mirip teknik potong pucuk
  6. Olesi bagian luka di bonggol dan pucuk menggunakan pasta berisi campuran fungisida, bakterisida, dan hormon perangsang tumbuh. Tujuannya untuk mencegah risiko busuk akibat serangan cendawan atau bakteri. Hormon perangsang untuk memicu tumbuhnya akar dan tunas.
  7. Pucuk dipecah lagi menjadi beberapa setekan. Setiap setek terdiri atas 1 ruas daun. Potong tepat di bagian bawah pelepah daun berikut, tapi jangan sampai mengoyak pelepah daun yang akan dibawa. Caranya, tusukkan ujung pisau ke bagian tengah batang. Lalu dorong perlahan 2 sisi pisau yang tajam mengiris batang hingga ke tepi. Bila tepi batang belum terputus, geser pisau ke bagian itu. Pemotongan dengan sekali proses lebih baik daripada pisau ditarik keluar-masuk agar batang terpisah. Oleh karena itu, Songgo menggunakan pisau dengan lebar mendekati diameter batang. Untuk pemula setek dengan 2 daun lebih aman.
  8. Hasil setek 1 dan 2 ruas.
  9. Olesi bagian luka menggunakan pasta.
  10. Hasil dari perbanyakan dengan setek. Dari 1 induk dengan 15 daun didapat 7 individu baru sebagai calon pabrik penghasil anakan.
  11. Tanam setek 1 daun dengan posisi tegak lurus supaya tunas yang muncul tumbuh tegak. Biasanya tunas muncul dari batang atau bagian dalam pelepah daun. Mata tunas biasanya terletak di pangkal pelepah daun.
  12. Tanam setek 2 daun dengan posisi daun seimbang. Nantinya dari 1 setek 2 daun minimal didapat 2 anakan.
  13. Hasil penanaman dengan perbanyakan sistem setek. Segera siram dan letakkan di tempat1 ternaungi. Rawat tanaman seperti biasa, yaitu penyiraman dengan sistem pengabutan setiap hari, serta penyemprotan vitamin dan pupuk daun. Dosis dan frekuensi pemberian sesuaikan dengan anjuran di label.
  14. Setelah 3 bulan, anakan muncul dari setiap hasil setekan. Setiap setekan mengeluarkan 1 sampai 2 anakan. Sementara bonggol bawah minimal 3 anakan.
  15. Pisahkan anakan dan tanam seperti biasa. Setelah pemisahan anakan pertama, setekan yang sehat daun asal tanaman induk yang ikut serta sehat, belum kering dan menguning masih memproduksi 1 anakan baru lagi.
  16. Dengan cara itu, 3 bulan terhitung awal setek, dari induk berdaun 15 helai didapat minimal 10 anakan. Lewat setek 1 ruas, sang ratu pun berganda cepat dalam waktu singkat.
Last Modified: 14th Des 2020