Percantik Taman Rumah Dengan Euphorbia

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
euphorbia taman
Dibuat border pun cantik

Siang hari kala matahari bersinar terik Wiewie menikmati tanaman berduri itu dari dalam rumah megah berkaca bening. Begitu kain gorden ruang keluarga itu disibak tampak jelas hamparan euphorbia aneka warna. Bosan menatap halaman depan, ia mengganti posisi duduknya menghadap ke kolam renang, di belakang rumah.

Di sana terhampar rumput manila yang dipenuhi euphorbia. Menjelang sore ibu 3 anak itu menuju ke peraduan. Di dalam kamar nan luas, lewat jendela besar, Wiewie masih bisa memandang ke taman.

Bacaan Lainnya

Malam hari adalah panorama paling spektakuler di taman itu. Sang menantu memasang 2 lampu sorot besar selain 8 lampu kecil yang menyebar di taman. Cahaya lampu itu memantulkan warna-warni bunga tanaman asal Madagaskar itu. Sungguh elok penampilannya.

Taman dengan 100 jenis bunga

Lebih dari setahun Wiewie menyibukkan diri merancang taman itu. Hal itu dilakukan untuk memupus kesedihan setelah ditinggal putranya untuk selama-lamanya. Penderitaan Wiewie bertambah sejak dokter menemukan virus parkinson bersarang di tubuhnya. Nenek 7 cucu itu tak bisa beraktivitas seperti biasa. Kesibukan di perusahaan kontraktor pun ditinggalkan.

Sebagai gantinya ia mengumpulkan tanaman hias seperti palem-paleman, sikas, kelapa, dan bonsai. Kegiatan itu pun didukung sang dokter. “Dokter menyarankan banyak melihat tanaman berwarna untuk membantu proses penyembuhan,” ujar Wiewie. Meski tak bisa bergerak bebas, Wiewie tetap bersemangat mengumpulkan tanaman. Tak heran jika halaman depan rumah itu makin menghutan.

Hobinya berpaling ke poysean  julukan euphorbia di Thailand gara-gara rekannya memberi sebuah pot euphorbia berwarna merah, 1,5 tahun silam. “Bentuk bunganya unik, seperti angka 8 dan berwarna-warni,” katanya. Penggemar kristal itu pun terpincut keindahan euphorbia. Puluhan koleksi tanaman daun lain dihibahkan ke rekan-rekannya.

Demi euphorbia hampir setiap akhir pekan ia bersama perawat dan tukang kebun berburu ke seluruh pelosok Jakarta hingga Puncak, Bogor. Bak tren mode, Wiewie tak mau ketinggalan. Jika ada jenis baru muncul ia langsung memburunya. “Asal bunganya cantik pasti dibeli,“ ujarnya. Ia rela menyewa mobil untuk mengangkut puluhan bunga 8 dewa itu ke rumahnya. Pantas jika kini total koleksinya mencapai 100 jenis, melebihi koleksi pedagang.

Bukit euphorbia

taman cantik
Cantik bersanding dengan bromelia

Semua koleksi itu ditata di atas hamparan rumput r .nila. Kehadiran pak sien hwa ahasa Cina berarti bunga dalam dewa itu membuat penampilan halaman depan rumah mewah di kawasan Pluit, Jakarta Utara, itu istimewa.

Begitu memasuki pintu gerbang di sudut kiri tampak gundukan tanah setinggi 2 m mirip bukit. Bagian teratas dibangun gua kecil bak tempat persembahan. Di depannya bertengger adenium berbonggol besar diwadahi pot keramik. Euphorbia setinggi 30 sampai 40 cm tumbuh merata dari puncak hingga bawah. Jenis yang ditanam kebanyakan berwarna merah dan kuning muda. Meski bukan jenis teranyar tetapi penampilannya tetap cantik.

Agar meriah setiap kelompok diisi minimal 4 jenis. Tanaman lama seperti nolina bonsai cemara udang, serut, dan asam celong disisakan untuk menambah kesan elegan taman.

Penghias Tembok Taman

bunga tembok taman
Euphorbia percantik dinding

Pemandangan di halaman belakang pun tak kalah cantik. Euphorbia warna merah, putih, hijau, dan merah muda menghampar bak permadani di lahan seluas 200 m2. Saking banyaknya beberapa adenium naik ke dinding rumah. Pot berbentuk setengah lingkaran ditempelkan di dinding batu dekat kolam renang. Hasilnya dinding batu pun kelihatan lebih cantik.

Seluruh tanaman tampil prima lantaran dirawat secara teratur. Wiewie memang sudah tidak sanggup merawat sendiri, tapi setiap pagi dan sore berkeliling taman adalah kebiasaannya sehari-hari. Siang itu, ia bersiap-siap untuk istirahat, dan beberapa jam kemudian sebelum magrib menjelang, dengan langkah tertatih-tatih, Wiewie akan berkeliling kebun lagi.

Pos terkait