Periuk Monyet: Dari Lahan Gambut Pindah ke Pot

Dua tahun lalu, Nepenthes gracilis asal lahan gambut Kalimantan itu ” hanya ada sebuah. Namun kini tanaman yang lebih dikenal sebagai kantong semar itu sudah beranak-pinak. Hasil perbanyakan dengan setek batang. Tak terkira rasa senang yang timbul tiap melihat kantong mini keluar dari ujung daun lanset itu. Maklum, si periuk monyet ini baru memamerkan kantong-kantongnya setelah 3 bulan ditanam. Kantong atas ditopang oleh sulur kecil, sedangkan kantong bawah tumbuh di atas media pot.

Sejak dimuat mitra usaha tani banyak hobiis yang penasaran dan menanyakan cara memperbanyaknya. Ketakung kantong semar di Bangka memang belum sepopuler tanaman hias lain, tapi namanya sudah kondang di mancanegara. Di Thailand tak sedikit orang yang mengoleksinya. Bahkan di Belanda anggota famili Nepenthaceae ini sudah berkembang menjadi skala industri dan menjadi penyumbang devisa negara. Ironisnya tanaman berjuluk insectivorous plant ini kebanyakan berasal dari Indonesia.

Hampir punah

Di Indonesia populasi Nepenthes terus menurun. Eksploitasi berlebih untuk tujuan komersial dan kerusakan hutan ditengarai sebagai pemicu utama. Tak heran jika sekarang tanaman itu termasuk jenis langka yang dilindungi. Budidaya selain bertujuan untuk komersial juga berguna sebagai wadah konservasi. Jika suatu saat di alam telah punah, plasma nutfahnya masih ada di penangkar, kolektor, atau hobiis. Periuk monyet ini pun bisa dikembalikan lagi ke alam.

Teknik perbanyakan

Perbanyakan gracilis tidak sulit dilakukan. Pitcher plant ini dapat diperbanyak dengan biji, setek batang, atau kultur jaringan. Setek batang cara paling mudah karena murah dan cepat tumbuh. Semua jenis Nepenthes dapat diperbanyak dengan setek batang.

Yang membedakan hanya macam setek, ukuran panjang setek dan media tanam. Kelembapan udara antara 50—80% sangat disukai oleh seluruh jenis kantong semar. Untuk hobiis yang tertarik, berikut cara perbanyakan Nepenthes gracilis melalui setek batang.

Last Modified: 19th Feb 2021