Pertaruhkan Kualitas Kicauan Dengan Manajemen Kandang Yang Tepat

Cucak Rawa | Hobi | Mitra Usaha Tani

Cucak Rowo (Pycnonotus zeylanicus) adalah salah satu jenis cucak yang populer di Indonesia. Cucak Rowo memiliki bentuk tubuh yang agak besar dan berat badan yang cukup berat. Cucak Rowo biasanya memiliki warna dasar hitam, dengan beberapa garis-garis putih di sekelilingnya. Karena itulah, Cucak Rowo sering dijadikan sebagai burung hias.

Burung ini berasal dari daerah tropis seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Cucak rowo biasanya hidup di hutan hujan atau pegunungan. Untuk mendapatkan makanan, cucak rowo akan mencari cacing, lalat, atau kumbang. Cucak Rowo biasanya hidup di daerah yang rindang dan lembab, seperti hutan-hutan bakau. Cucak Rowo merupakan salah satu jenis cucak yang paling mudah ditemukan di Indonesia.

Pakan Cucak Rowo

Makanan yang diberikan kepada Cucak Rowo sebaiknya berupa biji-bijian, seperti jagung atau biji-bijian lainnya. Selain itu, Cucak Rowo juga dapat diberi sayuran segar, seperti mentimun atau wortel. Untuk memastikan Cucak Rowo mendapatkan nutrisi yang cukup, sebaiknya diberikan pakan khusus untuk burung.

Pakan khusus untuk burung ini biasanya terdiri dari biji-bijian, seperti jagung, gandum, atau biji-bijian lainnya. Pakan ini juga biasanya dilengkapi dengan vitamin dan mineral, agar Cucak Rowo dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Cucak Rowo sangat cocok untuk ditangkarkan, karena mereka dapat hidup dengan baik di dalam kandang. Kandang untuk Cucak Rowo sebaiknya berukuran sedang, dengan tinggi sekitar 2 meter. Kandang ini sebaiknya berada di daerah yang teduh, agar Cucak Rowo tidak terlalu terpapar sinar matahari.

Dalam kandang, sebaiknya ada beberapa tingkat, agar Cucak Rowo dapat bergerak dengan leluasa. Pada tiap tingkat, sebaiknya ada beberapa potong kayu atau batu, agar Cucak Rowo dapat bersantai atau bermain. Selain itu, kandang juga sebaiknya dilengkapi dengan air minum dan makanan.

Kandang burung cucak rowo harus terbuat dari bahan yang kokoh dan memiliki banyak ruang untuk burung bergerak. Kandang harus ditempatkan di area dengan ventilasi yang baik dan tidak terlalu banyak sinar matahari langsung. Kandang harus dibersihkan secara teratur untuk mencegah penyebaran penyakit.

Lebih dari sekedar ukuran, kandang untuk cucak rowo yang ideal juga haruslah memiliki fasilitas yang memadai. Fasilitas yang perlu disediakan adalah tempat untuk cucak rowo dapat berlindung dari cuaca ekstrem, seperti panas atau hujan. Kandang juga harus dilengkapi dengan peralatan makan dan minum cucak rowo, seperti mangkuk atau wadah untuk air. Kandang juga harus memiliki sarang atau tempat untuk cucak rowo beristirahat dan bertelur

Peralatan lain yang perlu diperhatikan adalah seperti batu bata atau papan untuk dinding kandang, sehingga burung dapat beristirahat dengan nyaman. Selain itu, dinding kandang harus dilapisi dengan kain yang tebal agar tidak ada angin yang masuk.

“Pak, mohon disiapkan untuk saya anakan cucak rawa sepasang. Uang segera dikirim.” Itulah percakapan melalui kawat komunikasi seorang konsumen di Kalimantan dengan Muchsinin, perawat kandang Megananda Bird Farm di Bogor, Jawa Barat. Para konsumen yang kepincut burung-burung keluaran Megananda Bird Farm mesti bersabar. Musababnya piyik masih terbungkus cangkang telur pun sudah antre diinden hobiis.

Katuranggan baik serta volume suara besar dan kuat merupakan penyebab tangkaran Megananda Daryono, sang pemilik, diburu para mania burung kicauan. Di arena kontes, banyak burung-burung keluaran Megananda Bird Farm mengukir prestasi. Sri Melayu misalnya, merebut gelar jawara pada Gamako X di Pasar Seni Ancol, Jakarta Utara. murai batu berumur 2 tahun itu memiliki ketajaman dan variasi suara baik.

“Saya mengutamakan kualitas, bukan kuantitas,” ujar Mega sampai panggilan akrab Megananda. Tak heran dari 10 kandang cucak rawa, hanya dihasilkan 5 sampai 6 pasang per 3 bulan. Desain kandang penangkaran cucak rowo sangat bagus untuk menjaga cucak rowo dalam kondisi yang baik. Kandang ini dirancang untuk memberi cucak rowo tempat yang nyaman untuk beristirahat dan bermain. Kandang ini juga dilengkapi dengan sarana yang dibutuhkan untuk menjaga cucak rowo sehat, seperti tempat makan dan minum, sarana cuci, dan sarana perawatan.

Demikian juga murai batu, dari 17 kandang hanya 4 sampai 5 pasang. Harga dipatok Rp2 sampai 2,5-juta untuk setiap pasang. Beberapa induk masih pasangan muda sehingga produksi belum maksimal.

Burung dilepas ketika berumur 2 sampai 3 minggu. Burung seumur itu sudah dapat makan sendiri dan belajar mengoceh. Para pembeli harus datang langsung ke kandang agar mereka bisa melihat dan mendengar ocehan burung pilihannya.

Meski Megananda Bird Farm mensyaratkan pembelian seperti itu, “Peminat dari Kalimantan, Jawa tengah, Tasikmalaya, Yogyakarta, dan Jakarta tetap berdatangan,” lanjut Mega.

Kandang yang Tertata Rapi

Penangkaran milik Megananda berlokasi di Kampung Cijujungtengah, Ciluar, Bogor. Areal seluas 6.000 m2 itu dibagi untuk kandang cucak rawa, murai batu, dan jalak suren. Ketika Trubus berkunjung tampak deretan kandang tertata rapi dan bersih. Khusus kandang cucak rawa, terlihat pepohonan yang sengaja ditanam di dalam kandang. “Kondisi kandang diusahakan sesuai habitat asli burung itu berasal,” ujar Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung itu.

Untuk dapat memelihara burung cucak rowo, Anda membutuhkan kandang yang memenuhi syarat. Kandang tersebut harus memiliki ukuran yang cukup besar, sehingga burung dapat bergerak dengan bebas. Selain itu, kandang juga harus dilengkapi dengan peralatan yang dibutuhkan seperti makanan, minuman, dan mainan.

Farm yang dibangun sejak 1999 itu terwujud melalui perjalanan panjang. Pembangunan memakan waktu hingga 2 tahun. Maklum sebelum dibangun, ia harus berkonsultasi, dan mencari informasi kandang ideal. Termasuk berdiskusi dengan Cuan Lie, penangkar burung kicauan senior dari Palembang dilakoninya.

Konsep Rancangan kandang untuk cucak rowo tidaklah rumit. Cukup dengan menyediakan tempat yang teduh, kandang yang direncanakan haruslah memberikan tempat untuk cucak rowo dapat bergerak dengan bebas. Kandang ini dapat dibuat dari bahan-bahan yang mudah diperoleh, seperti kayu, bambu, atau kawat. Pada umumnya, kandang yang dibuat dari kayu lebih disukai oleh cucak rowo daripada yang dibuat dari bahan-bahan lainnya.

Kandang untuk cucak rowo yang ideal haruslah memiliki ukuran yang cukup besar. Ukuran kandang minimal haruslah seluas 2 m persegi. Jika kandang dibuat lebih besar dari ukuran tersebut, cucak rowo akan semakin nyaman dan dapat bergerak dengan leluasa. Pada kandang yang luas, cucak rowo juga dapat melakukan aktivitas dengan lebih bebas, seperti bermain, berenang, atau berlari.

Lokasi itu cocok untuk penangkaran lantaran jauh dari keramaian dan lingkungan masih alami. “Di sini sejuk dan hari hujan lebih tinggi sehingga burung-burung terpacu untuk kawin,” ujar ayah 2 putri itu.

Kandang Yang Bersih

Kandang tertata rapi dan bersih

Atas kerja kerasnya menata tempat penangkaran yang demikian apik, pada 2019 Taman Burung TMII bersama Pelestari Burung Indonesia (PBI) pusat menetapkan Megananda Bird Farm sebagai farm percontohan burung kicauan.

Pemilihan Indukan Berkualitas

Indukan yang digunakan untuk menghasilkan anakan berkualitas diambil dari koleksi sendiri. Sebelumnya, ia memiliki 5 pasang cucak rawa, 10 pasang murai batu, dan 2 pasang anis kembang. Kini, total indukan 44 pasang terdiri dari 20 pasang cucak rawa, 17 pasang murai batu, 2 pasang anis kembang, dan 5 pasang jalak suren.
Untuk memasarkan burung hasil tangkaran bagi Megananda Bird Farm bukan hal sulit.

Kesertaannya dalam kontes-kontes burung menjadi jalan pembuka berhubungan dengan para hobiis. ’’Kontes itu adalah sarana tepat untuk promosi,” kata lulusan SMU 3 Jakarta itu. Selain itu ia pun banyak berhubungan dengan instansi terkait sehingga sering tampil di berbagai seminar dan pameran.

Megananda

Megananda, obsesi bangun kondang penangkaran yang terbaik

Karena jaringan pasar telah terbentuk dan kualitas hasil tangkaran terjamin, usaha penangkarannya cepat berkembang. “Saya puas hobi tersalurkan dengan baik, meski belum meraup untung,” ujarnya. Ia tetap bergeming untuk terus melanjutkan penangkaran yang dinilainya prospektif.

Setelah kandang siap, Anda dapat menyiapkan burung cucak rowo untuk masuk ke dalamnya. Sebelum memasukkan burung, Anda harus memastikan bahwa kandang sudah dalam keadaan bersih dan kering. Burung cucak rowo akan merasa nyaman dan aman jika kandang dalam keadaan bersih dan kering.

Populasi Menipis di alam

Obsesi Mega membangun penangkaran bermula ketika ia ditugaskan kantornya ke Medan, Sumatera Utara. Di sana pria 52 tahun itu melihat populasi burung-burung bersuara merdu itu di alam makin menipis. “Bayangkan kalau murai batu dari Tapanuli Selatan punah, kasihan anak cucu kita,” ujar peraih Gelar Master di Pace of University, New York itu. cucak rawa di hutan-hutan Aceh, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan yang tak kalah indah juga hampir punah.

Burung-burung itu memang mudah ditangkap sehingga penurunan populasi demikian cepat. Kecintaan Mega pada burung sebetulnya telah ditunjukkan sejak kuliah. Di tempat kosnya ada beberapa sangkar berisi cucak rawa, murai batu, kenari, dan lain-lain.Bahkan Mega kerap menjual-beli burung.

Otomatis sehari-hari tak lepas dari memanjakan diri dengan klangenannya. Hingga lulus pada 1979 dan bekerja di sebuah perusahaan perkebunan, hobinya tak pernah pudar, malah kian menggila.

Buktinya ketika sekolah di Amerika Serikat ia juga memelihara burung. Di apartemen ia tak bisa tidur tanpa ditemani kicauan burung. Saat itu kenari menjadi pilihan. Pria berkacamata itu membeli 2 sampai 3 ekor. Tak hanya itu, karena suaranya yang bagus klangenannya diikutkan kontes.

Kandang Cucak Rawa

Kandang cucak rawa dibuat seperti di alam

“Kontes di sana berbeda dengan Indonesia,” kenang pria kelahiran Bukittinggi, 20 Januari 1952 itu. Suasana hening, tak ada teriakan penonton seperti kontes-kontes di tanah air. Burung maju satu per satu untuk dinilai para juri. Setelah semua kontestan dinilai, pemenangnya langsung diumumkan.

“Kurang seru karena kita tidak bisa berteriak,” ujar Mega. Justru dengan teriakan itulah kita bisa refreshing. Kini tak hanya kontes yang rajin diikuti, kedatangannya 2 kali setiap pekan ke penangkaran bisa mengusir kepenatan. Apalagi jika telepon berdering, menandakan pesanan kembali mengalir. (Mitra)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.