Selasa, September 21, 2021
BerandaperkebunanPertemuan 2 Nona Menawan

Pertemuan 2 Nona Menawan

Tebakan Greg tak salah. Petch pakchong, nona itu, hasil silangan si bongsor asal Australia dengan nona thailand nan manis. Keduanya dipertemukan pakar di provinsi Nakom Ratchasima. Karena induknya unggul, sang anak pun tampil istimewa. Ukurannya besar, berdaging tebal dengan tekstur lembut. Aroma khas tercium dan rasa manis. Pantas jika ia menjadi “Miss Universe”-nya buah nona.

Sang nona primadona warga di sana. Ia dipercaya sebagai simbol kesejahteraan dan kekayaan bagi penganut agama Budha. Kehadirannya tak pemah absen sebagai persembahan sesaji saat sembahyang di kuil, upacara ibadah jadi biksu, hari persembahan bagi arwah leluhur, maupun selamatan naik rumah baru.

Mirip permata

Negara Kanguru kadung dikenal sebagai sentra produksi mamooth sapodilla buah nona besar yang disebut atemoya dan cherimoya. Buah besar, bentuk seperti jantung, dan kulit mudah dikupas. Daging putih, tebal, dan manis.

Sementara di Thailand ada nona cantik bernama “noy naa”. Ia memiliki keunggulan: tonjolan kulit buah mudah dicabut dengan jari, kulit tipis, dan lunak. Daging tebal, berwarna putih semburat merah jambu, dan rasa manis. Sangat jauh berbeda dengan penampilan fisik buah nona lokal di Indonesia yang ukurannya kecil-kecil, berdaging tipis, dan berbiji banyak.

Oleh Pusat Kajian Hortikultura Pakchong di Universitas Pertanian Kasetsart, kedua nona itu disandingkan. Perkawinan keduanya menghasilkan 15 varietas baru. Setelah melalui seleksi ketat dari setiap biji yang tumbuh, dipilih 1 varietas terbaik.

Lahirlah petch pakchong yang mewarisi ciri-ciri unggul kedua induk. Dinamakan petch pakchong artinya permata dari Pakchong lantaran kelahiran Pakchong itu memiliki kulit buah mirip permata. Ia pun kemudian disebarluaskan kepada pekebun di beberapa sentra. Mulai dari Provinsi Nakom Ratchasima, Suphanburi, sampai ke Nakom Panom di wilayah timur laut Bangkok.

Buah yang seragam

Bobot rata-rata nona pakchong 250— 400 gram per buah. Trubus malah sempat mencicipi petch pakchong 600 gram di Pasar Otoko, Bangkok, Thailand. Itu memang berat rata-rata yang ditawarkan si pedagang. Dengan harga 50 bath/kg ia laris diserbu konsumen. Ada 2 jenis nona yang dijajakan di sana. Yang mudah dikupas dan sulit dikupas. Rasa keduanya manis dengan tingkat kemanisan di atas 15°briks. Buah tidak mudah belah, daging tebal, dan biji sedikit. Ia mempunyai daya tahan masa simpan panjang.

Pohonnya berkanopi lebar dengan percabangan menyebar ke segala arah. Batang kokoh dan kuat untuk menyangga buah berukuran besar dan lebat. Buah muncul di setiap cabang. Ukuran dan bentuknya seragam dalam satu pohon. Itu sebabnya ia cocok jadi primadona ekspor.

Srikaya jumbo itu toleran pada kondisi lahan. Ia bisa tumbuh subur di berbagai jenis tanah: lempung, liat, sampai pasir. Idealnya ditanam di tanah agak berpasir, porositas baik, beriklim panas dan kering. Dengan begitu buah nona bisa menggugurkan daun sebelum berbunga. Setelah daun rontok, muncul tunas baru beserta bakal bunga. Ia tidak menyukai suhu dingin atau hujan banyak dan sering.

komoditas Ekspor

Nona pakchong paling banyak ditanam di Kabupaten Pakchong, Provinsi Nakorn Ratchasima, 150 km dari Bangkok. Buah itu dikebunkan secara intensif dan komersial. Jarak tanam ideal, 4 m x 4 m dengan lubang tanam 40 cm x 40 cm x 40 cm. Pupuk kandang dibenamkan agar mudah diserap. Penanaman disarankan saat awal musim hujan.

Di sekitar batang utama, sejauh diameter kanopi pohon ditutup mulsa kulit gabah atau jerami kering. Itu untuk mengurangi kekeringan akibat penguapan berlebihan. Meski nona menyukai iklim kering, kelembapan lingkungan akar harus terjaga.

Di Pakchong daun berguguran pada Desember Januari. Kemudian tunas daun dan bunga muncul sepanjang Februari. Panen dilakukan sepanjang Juni September.

Hasil panen melanglang sampai ke Hong Kong, Singapura, Taiwan, Cina, bahkan Indonesia. Di tanah air, barangkali ia tak lagi disebut nona pakchong, melainkan nona bangkok.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments