Prospek Jangka Panjang Bisnis Sarang Burung Walet

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
Bisnis Sarang Burung Walet

Harga sarang walet terus menurun. Dua tahun lalu LJharga. sekilo mencapai Rp l6-juta; kini Rp l2-juta/kg. S V Penyusutan nilai itu tidak lepas dari produksi melimpah dari negara produsen. Bagi pemain baru kenyataan ini seperti mimpi buruk. Sebaliknya gejolak harga itu tidak sampai membuat pemain lama harus menyetop bisnis liur emas itu karena merugi. Maklum overhead cost memelihara walet tetap sangat rendah.

Seleksi alam kini sedang terjadi di antara peternak. Mereka yang gulung tikar umumnya tidak bisa menyikapi kondisi. Produksi sarang sedikit, tapi biaya-biaya lain seperti keamanan dan bahan-bahan bangunan melonjak tinggi. Sementara itu harga jual sarang terus menurun. Apalagi sarang bermutu rendah, untuk menjualnya saja sulit. Kondisi itu diperkirakan akan bertahan.

Wajar bila nantinya akan lebih banyak peternak yang berhenti. Harga sarang memang menjadi kunci langgeng tidaknya bisnis liur Collocalia fuciphaga itu. Beberapa faktor pemicu harga rendah antara lain secara global produksi sarang kini meningkat. Kondisi itu tidak hanya terjadi di tanahair, tapi juga menimpa negara penghasil walet seperti Malaysia dan Thailand. Jika dibandingkan dengan 10 tahun lalu, produksi sarang walet kini mencapai 3 kali lipat. Diduga jumlah itu terus meningkat dengan pasar terbesar: Cina.

Isu negatif Seputar Pasar Walet

Parahnya, kini merebak isu negatif seputar kualitas sarang. Bobot sarang ditambah dengan memakai formalin. Agar sarang lebih putih diberi H^O,. Di Cina sempat tersiar kabar beberapa orang yang mengkonsumsi sarang walet, sakit dan meninggal. Mungkin saja sebetulnya bukan sarang penyebabnya. Namun, karena diberitakan secara besar-besaran di media massa setempat, citra sarang walet sebagai makanan menyehatkan perlahan-lahan luntur.

Hal itu diperburuk lagi oleh ulah segelintir pedagang yang ingin mengeruk untung sebesar-besarnya. Mereka menambahkan bahan-bahan kimia berbahaya yang justru akan semakin memperkuat pendapat sarang walet sudah tidak berkhasiat lagi.

Pengaruh isu flu burung yang menimpa negara penghasil sarang turut memberi andil psikologis bagi konsumen. Mereka umumnya enggan untuk sementara waktu menyantap sarang walet. Faktor lain seperti lonjakan harga minyak dunia dan konflik politik dan ekonomi terutama yang melibatkan Cina sebagai penyerap sarang terbesar ikut berperan terhadap menurunnya harga sarang walet. Dalam kacamata negara produsen, diharapkan kondisi itu dapat berubah, sehingga penurunan harga tidak terlalu drastis.

Perluas pasar

Untuk menjaga bisnis walet, sambil berharap harga kembali tinggi berbagai langkah perlu dilakukan. Penguasaan teknologi budidaya terus diperdalam sehingga kualitas sarang lebih bagus. Misalnya bentuk utuh menyerupai mangkuk, warna sarang cerah, dan bersih dari kotoran binatang seperti kepinding.

Yang tidak kalah penting, saling menjaga kepentingan peternak, pedagang, dan pemakai sehingga tujuan akhir melanggengkan bisnis walet dapat diwujudkan. Promosi bahwa sarang walet menyehatkan perlu diperluas cakupannya. Pun memupuk gengsi ketika penyelenggaraan pesta menyajikan menu sarang walet. Demikian pula bagi hotel dan restoran yang menyediakan aneka menu liur emas, harus dipandang sebagai tempat eksklusif. Tren itu sangat terlihat di Guangzhou dan Shenchan di Cina.

Pasar sarang sebagai bahan baku kosmetik dan kesehatan sudah dilirik. Beberapa pabrik kini memanfaatkan material sarang sebagai dasar produk kecantikan. Ia dipakai sebagai krim kulit, dibuat kapsul untuk penyegar badan hingga kapsul awet muda. Pemanfaatan itu memang perlu terus didorong hingga nantinya dunia farmasi dan kesehatan menjadi salah satu penyerap sarang terbesar.

Isu walet terserang flu burung terbukti tidak benar. Orang tidak perlu resah menyantap sarang walet. Meski kandungan nutrisi sarang walet yang berpengaruh untuk kesehatan belum semua diketahui. Beberapa penelitian menyebutkan mengkonsumsi sarang walet meningkatkan daya tahan tubuh. Penelitian itu mempertegas manfaat sarang walet yang sudah dipakai selama ratusan tahun. Namun, untuk lebih banyak mengungkap misteri khasiat sarang walet, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

Di dalam negeri, perlu dibentuk organisasi yang menghimpun peternak dan pedagang. Tujuan utamanya selain mempromosikan kegunaan sarang walet lebih luas, juga menetralkan isu-isu negatif yang berkembang. Organisasi pun berhak menegur bahkan memberi sanksi kepada anggota yang nakal. Dengan demikian bisnis walet akan
berjalan lurus.