BerandaAgrobisnisSemerbak Mawar dari Sepotong Melon

Semerbak Mawar dari Sepotong Melon

Si telur angsa itulah nama lain melon jade flower menjadi primadona di wisata petik melon. “Hampir semua pengunjung mencari jade flower,” ujar AF Margianasari, kepala Bagian Produksi Buah TWM. Aromanya wangi bak mawar. Saat dicicipi, rasa manis langsung menerjang lidah. Wajar karena kadar kemanisan mencapai 18° briks. Jade flower bisa saja langsung disantap setelah petik. Namun, rasa manis akan kian menggigit kalau disimpan lebih lama.

Buah berbobot 1,2 kg itu tahan simpan sampai 2 minggu. Ia pun adaptif ditanam sepanjang tahun dan responsif terhadap nutrisi. Pada musim hujan ia tahan hama penyakit. Pada musim kemarau, pecah kulit pun sukses dihindari. Harga per kg sama dengan jenis lain, Rp9.000 saat wisata petik.

Ketika Trubus mencicipi jade flower, terasa daging padat nan empuk dan lembut, tanpa ada rasa masir. Kadar air lebih rendah dibandingkan yang berjala. Kulitnya yang mulus dan tipis dapat dikupas seperti apel. Kini melon mulus itu ditanam di 3 buah rumah plastik berbentuk piggy-back yang masing-masing berpopulasi 624 tanaman. “Itu untuk menjaga kontinuitas, sehingga pengunjung selalu dapat menemui idolanya,” kata Riris, sapaan akrab Margianasari. Jade flower hanya satu pendatang baru di dunia melon. Di tempat lain ada pula varietas melon paling gres. Inilah sosok mereka.

Melon Golden light

Melon ini berukuran mini, hanya 0,5 kg sehingga cocok untuk buah sekali santap. Sosok mungil itu membuat ia disebut baby melon. Kadang-kadang panggilannya berubah menjadi golden light karena berkulit kuning cerah mencolok. Daging buah putih dan agak tipis, dengan ketebalan sekitar 1 cm. Golden light hanya tahan sepekan disimpan setelah petik.

Melon keluaran negeri Formosa itu lebih cocok disajikan dengan sirup atau dibuat jus karena kadar kemanisannya hanya 10° briks. Ia cocok ditanam pada musim hujan. “Kadar airnya yang tinggi menyebabkan rentan cracking bila ditanam saat kemarau,” ujar Riris. Berkat sosoknya yang mini, satu tanaman bisa menghasilkan 2 butir buah.

Melon Plaza 26

melon Plaza 26
Plaza 26, rasa manis mencapai 16° briks

Satu lagi pendatang jenis rock melon. Ia layak disebut eksklusif karena begitu istimewa. Daging buah oranye, renyah, dengan kadar kemanisan 16° briks. Bentuk buah bulat lonjong, berdaging tebal dengan cavite (rongga tempat biji, red) kecil. Itu menyebabkannya tahan simpan sampai 2 minggu. “Cavite yang kecil menyebabkan metabolisme biji berkurang sehingga menunda waktu pembusukan,” kata Agus Setiyono, manajer pemasaran Seminis Indonesia.

Saking istimewanya ia sulit ditemukan di pasar swalayan karena hanya tersedia di hotel dan restoran. Uniknya warna kulit buah hijau tua dengan jala terang itu tak berubah walaupun telah masak. Tangkai buah tak lepas saat matang, sehingga tidak mengurangi nilai jual. Kulitnya yang tebal membuatnya tahan pengangkutan.

Para pekebun menyukai plaza 26 karena berbatang besar dengan perakaran kuat. Daun tebal berbentuk jorong dan tanaman tidak terlalu tinggi, hanya 1,75 m. Kelebihan lain, tahan penyakit layu, pecah batang, dan downy maupun powdery mildew.

Melon Istana 5

Buah Melon Istana 5
Istana 5, primadona baru pekebun

Ia diluncurkan Agustus 2004 tepat bersamaan dengan penyelenggaraan Pemilu, karena itu ia dinamakan istana kediaman presiden. Melon itu tahan 3 penyakit utama: penyakit layu, pecah batang, dan downy maupun powdery mildew. Selain itu produksi tinggi, dengan bobot buah rata-rata 3 kg. “Melon ini menjawab kegundahan para pekebun,” kata Agus.

Warna kulit buah lebih terang dibandingkan plaza 26 dengan net rapat. Dapat dipanen umur 65 HST (hari setelah tanam). Warna kulit berubah menjadi kekuningan tanpa pemberian zat etilen seperti yang kerap dilakukan pekebun. Rasanya manis dan renyah. Tangkai buah tidak lepas saat matang sehingga memenuhi standar pasar swalayan. “Saat ini Hero, Giant, dan Carrefour telah memasarkan melon itu,” ujar alumnus Institut Pertanian Bogor itu.

Ia pun adaptif ditanam di dataran rendah hingga medium. Daya tahannya tinggi memungkinkan pekebun memanen saat matang. Tidak seperti melon berdaya simpan singkat, mereka terpaksa dipanen saat 80% matang. Akibatnya rasa manis berkurang. Kini, jalan keluar telah ditemukan oleh istana 5.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments